Rupiah Tembus Rp18.150 per Dolar AS, Apa Dampaknya bagi KUR, Kredit dan Harga BBM?

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta-Rupiah kembali menjadi sorotan setelah nilai tukar mata uang Indonesia melemah hingga menyentuh kisaran Rp18.150 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Senin. Posisi tersebut menjadi level terendah baru dan menandai lima sesi pelemahan berturut-turut di tengah menguatnya mata uang dolar AS di pasar global.

Tekanan terhadap rupiah dipicu oleh data pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan. Kondisi tersebut meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve atau The Fed masih berpeluang mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama, bahkan membuka peluang kenaikan suku bunga tambahan pada akhir tahun.

Penguatan dolar AS membuat investor global kembali mengalihkan dana ke aset-aset berbasis dolar yang dianggap lebih aman dan memberikan imbal hasil menarik. Akibatnya, mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, mengalami tekanan cukup besar dalam beberapa hari terakhir.

Dari dalam negeri, sentimen negatif turut muncul setelah cadangan devisa Indonesia tercatat turun selama lima bulan berturut-turut hingga Mei 2026. Posisi cadangan devisa tersebut menjadi yang terendah sejak pertengahan 2024 dan mencerminkan besarnya intervensi yang dilakukan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Baca Juga :  Cara Transfer DANA Aman Tanpa Risiko dan Anti Penipuan

Pelaku pasar juga masih mencermati sejumlah kebijakan fiskal pemerintah yang dinilai berpotensi meningkatkan beban anggaran negara. Kekhawatiran terhadap besarnya pengeluaran pemerintah, peningkatan subsidi energi akibat gejolak harga minyak dunia, hingga rencana sentralisasi ekspor menjadi faktor yang memengaruhi sentimen investor.

Tekanan semakin terasa setelah kepemilikan asing pada obligasi pemerintah Indonesia turun ke level terendah dalam hampir dua dekade. Kondisi ini menunjukkan minat investor asing terhadap instrumen keuangan domestik masih belum pulih sepenuhnya meskipun imbal hasil surat utang pemerintah relatif menarik.

Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan bahwa bank sentral akan mengambil langkah untuk menjaga stabilitas pasar keuangan. Salah satu strategi yang disiapkan adalah peningkatan imbal hasil pada simpanan pemerintah guna menjaga daya tarik aset domestik dan meredakan kekhawatiran investor serta lembaga pemeringkat internasional.

Sebelumnya, Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen pada Mei 2026. Langkah tersebut menjadi kenaikan pertama sejak 2022 dan diharapkan mampu menahan tekanan terhadap rupiah sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Baca Juga :  Harga BBM Subsidi April 2026 Dipastikan Tidak Naik, Dirjen Migas Buka Suara Soal Isu Kenaikan

FAQ

Q: Mengapa rupiah melemah hingga Rp18.150 per dolar AS?
A: Pelemahan dipicu penguatan dolar AS setelah data tenaga kerja Amerika Serikat yang kuat serta kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi domestik.

Q: Apa dampak rupiah melemah bagi masyarakat?
A: Harga barang impor berpotensi naik, biaya perjalanan luar negeri meningkat, dan beberapa sektor usaha yang bergantung pada impor dapat mengalami kenaikan biaya operasional.

Q: Apakah cicilan KUR dan kredit bank akan naik?
A: Tidak secara langsung. Namun jika suku bunga perbankan meningkat mengikuti kebijakan moneter, biaya pinjaman baru berpotensi ikut naik.

Q: Apa langkah yang dilakukan Bank Indonesia?
A: BI telah menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,25% serta menyiapkan berbagai instrumen untuk menjaga stabilitas pasar dan nilai tukar rupiah.

Q: Apakah rupiah masih bisa menguat kembali?
A: Peluang tetap ada jika sentimen global membaik, arus modal asing kembali masuk, dan kondisi ekonomi domestik tetap terjaga. Tim

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Promo Tokopedia Hari Ini, Diskon hingga 50 Persen dan Cashback GoPay
Belanja Lebih Hemat! Ini Cara Klaim Voucher Shopee Terbaru
Daftar Promo DANA untuk Merchant Online Hari Ini, Ada Cashback dan Voucher
Mobil Baru Wajib Pakai Asuransi All Risk? Ini Penjelasan dan Estimasi Biayanya
IHSG Hari Ini Melonjak 1,53%, Saham TLKM dan BREN Melejit, Investor Mulai Borong Lagi?
Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp100 Triliun, OJK Ungkap Kondisi Terbaru
Rata-rata Gaji Alumni ITS 2024 Capai Rp 6,9 Juta, Berikut Daftar per Fakultas
IHSG Hari Ini 8 Juni 2026 Anjlok 4,52% ke Level 5.342, Investor Panik, Rupiah dan Sentimen Global Jadi Pemicu
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:00 WIB

Promo Tokopedia Hari Ini, Diskon hingga 50 Persen dan Cashback GoPay

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:00 WIB

Belanja Lebih Hemat! Ini Cara Klaim Voucher Shopee Terbaru

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:00 WIB

Daftar Promo DANA untuk Merchant Online Hari Ini, Ada Cashback dan Voucher

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:00 WIB

Mobil Baru Wajib Pakai Asuransi All Risk? Ini Penjelasan dan Estimasi Biayanya

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:45 WIB

IHSG Hari Ini Melonjak 1,53%, Saham TLKM dan BREN Melejit, Investor Mulai Borong Lagi?

Berita Terbaru

Ekonomi

Belanja Lebih Hemat! Ini Cara Klaim Voucher Shopee Terbaru

Selasa, 9 Jun 2026 - 12:00 WIB