Rp150 Triliun Uang RI Mengalir ke Malaysia dan Singapura Untuk Berobat, Ini Penyebabnya Menurut Menkes

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Masyarakat Indonesia masih banyak memilih berobat ke luar negeri, terutama ke Malaysia dan Singapura. Fenomena ini membuat devisa Indonesia dalam jumlah besar mengalir keluar setiap tahunnya untuk kebutuhan layanan kesehatan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, Indonesia diperkirakan kehilangan sekitar Rp150 triliun per tahun akibat banyaknya warga yang menjalani pengobatan di luar negeri. Menurutnya, faktor utama bukan hanya soal biaya, melainkan kualitas pelayanan rumah sakit.

“Banyak yang bilang karena murah, padahal bukan cuma itu. Pelayanannya juga lebih bagus,” ujar Menkes dalam sebuah forum kesehatan yang digelar sebelumnya.

Ia mencontohkan pelayanan rumah sakit di Malaysia yang dinilai lebih cepat dan nyaman dibandingkan sejumlah rumah sakit di Indonesia. Pasien disebut bisa langsung bertemu dokter tanpa harus menunggu terlalu lama seperti yang masih sering terjadi di dalam negeri.

Baca Juga :  Daftar 10 Asuransi Terbesar di AS, Referensi Pasar Global Termasuk Indonesia

Selain itu, kualitas komunikasi dokter dengan pasien juga menjadi perhatian. Menurut Menkes, pasien di Malaysia maupun Singapura bisa mendapatkan waktu konsultasi lebih lama sehingga penjelasan terkait kondisi kesehatan terasa lebih detail dan meyakinkan.

Di sisi lain, pelayanan administrasi hingga hospitality rumah sakit luar negeri dinilai lebih baik. Hal tersebut membuat pasien merasa lebih nyaman selama menjalani pemeriksaan maupun perawatan medis.

Pemerintah kini berupaya mengejar ketertinggalan tersebut dengan meningkatkan kualitas layanan kesehatan nasional. Salah satu langkah yang dilakukan yakni membangun KEK Sanur sebagai kawasan wisata medis terpadu pertama di Indonesia.

Kawasan tersebut mencakup rumah sakit internasional, klinik spesialis, pusat riset kesehatan, hotel, hingga fasilitas pendukung lainnya. Pemerintah berharap keberadaan KEK Sanur dapat mengurangi jumlah warga Indonesia yang berobat ke luar negeri.

Baca Juga :  Menkes Budi Gunadi: Hantavirus di Jakarta Terkendali dan Tidak Mudah Menular

Menkes optimistis dalam 10 hingga 15 tahun ke depan Indonesia bisa menjadi tujuan wisata medis baru di Asia Tenggara. Ia menilai dokter Indonesia memiliki kualitas yang mampu bersaing jika didukung sistem pelayanan dan fasilitas kesehatan yang lebih modern.

FAQ

Kenapa warga RI banyak berobat ke Malaysia dan Singapura?

Karena pelayanan rumah sakit dinilai lebih cepat, nyaman, dan kualitas komunikasi dokter dengan pasien lebih baik.

Berapa uang Indonesia yang keluar untuk biaya berobat ke luar negeri?

Pemerintah memperkirakan mencapai Rp150 triliun per tahun.

Apa solusi yang disiapkan pemerintah?

Pemerintah membangun KEK Sanur sebagai pusat wisata medis terpadu di Indonesia.

Apakah biaya menjadi satu-satunya alasan?

Tidak. Menurut Menkes, kualitas layanan kesehatan menjadi faktor utama masyarakat memilih rumah sakit luar negeri. (Tim)

Berita Terkait

Malaysia Tawarkan Bantuan Karhutla Indonesia, Wakil PM Sebut Belum Ada Respons
Trump Anugerahkan Penghargaan Sains dan Teknologi kepada 6 Bos Teknologi
Hasil Sprint Race MotoGP Indonesia 2026: Marc Marquez Menang, Martin Posisi 4
MotoGP 2027 Punya Dua Grid, Ini Perubahan Format Balap yang Wajib Diketahui
China Perketat Perjalanan Talenta AI, Keluarga Eksekutif Disebut Wajib Izin
Noah Shinn, Drop Out 23 Tahun yang Bikin Startup AI Bernilai Rp179 Triliun
Elon Musk Makin Kaya, Hartanya Naik Rp1.092 Triliun Hanya dalam Sehari
Biaya Tinggal Permanen di Jepang Tembus Rp22,7 Juta, Syarat Juga Diperketat
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Malaysia Tawarkan Bantuan Karhutla Indonesia, Wakil PM Sebut Belum Ada Respons

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Trump Anugerahkan Penghargaan Sains dan Teknologi kepada 6 Bos Teknologi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Hasil Sprint Race MotoGP Indonesia 2026: Marc Marquez Menang, Martin Posisi 4

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:00 WIB

MotoGP 2027 Punya Dua Grid, Ini Perubahan Format Balap yang Wajib Diketahui

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:06 WIB

China Perketat Perjalanan Talenta AI, Keluarga Eksekutif Disebut Wajib Izin

Berita Terbaru

Kerinci

Polda Jambi Selidiki Dugaan PETI Skala Besar di TNKS Kerinci

Sabtu, 17 Okt 2026 - 05:01 WIB