Jensen Huang Sebut Nvidia Sudah ‘Menyerah’ ke Huawei di China

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEKNOLOGI-Nvidia mengakui mulai kehilangan dominasinya di pasar chip kecerdasan buatan (AI) China setelah pembatasan ekspor dari pemerintah Amerika Serikat mempersempit ruang gerak perusahaan tersebut di Negeri Tirai Bambu.

CEO Nvidia, Jensen Huang, mengatakan perusahaan kini secara tidak langsung telah menyerahkan sebagian besar pasar AI China kepada Huawei.

Pernyataan itu disampaikan di tengah lonjakan pendapatan Nvidia yang tetap mencatat kinerja impresif secara global.

Nvidia Sebut Huawei Sangat Kuat

Dalam pernyataannya, Jensen Huang mengakui Huawei berkembang sangat cepat dan memiliki posisi yang semakin kuat di industri semikonduktor AI China.

“Permintaan di China cukup besar. Huawei sangat, sangat kuat. Mereka mencatatkan tahun yang memecahkan rekor dan kemungkinan akan menghadapi tahun luar biasa ke depannya,” ujar Huang seperti dikutip dari CNBC.

Ia menambahkan bahwa ekosistem perusahaan chip lokal China juga berkembang pesat setelah Nvidia praktis keluar dari pasar tersebut akibat pembatasan ekspor dari Washington.

“Kami benar-benar telah sebagian besar merelakan pasar tersebut kepada mereka,” katanya.

Baca Juga :  NVIDIA Earnings 26 Agustus 2026: Prediksi Laporan Keuangan, Saham NVDA dan Prospek AI

Pendapatan Nvidia Tetap Melonjak

Meski kehilangan pasar China, Nvidia tetap mencatat pertumbuhan signifikan. Pendapatan perusahaan melonjak 85 persen menjadi USD 81,62 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 44,06 miliar.

Permintaan global terhadap chip AI Nvidia masih sangat tinggi, terutama dari perusahaan teknologi besar dan pusat data di berbagai negara.

Namun, China sebelumnya merupakan salah satu pasar terbesar Nvidia, khususnya untuk lini bisnis data center yang menyumbang lebih dari seperlima pendapatan perusahaan.

Pembatasan Ekspor AS Jadi Titik Balik

Pemerintah Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump memperketat aturan ekspor chip AI canggih ke China dan beberapa negara lainnya.

Akibat kebijakan tersebut, Nvidia memerlukan lisensi khusus untuk menjual chip AI tertentu ke pasar China.

Situasi ini mempercepat upaya China membangun kemandirian teknologi semikonduktor melalui perusahaan lokal seperti Huawei.

Huawei sendiri semakin agresif mengembangkan chip AI sebagai alternatif produk Nvidia di pasar domestik China.

Nvidia Belum Berharap Bisa Kembali Cepat

Jensen Huang mengaku tidak memiliki ekspektasi tinggi terkait kemungkinan dibukanya kembali akses pasar China dalam waktu dekat.

Baca Juga :  China Tutup 12.200 Program Studi, Fokus Cetak Ahli AI dan Teknologi

“Saya tidak memiliki ekspektasi apa pun. Kami tidak memasukkan harapan apa pun terkait China dalam panduan bisnis kami,” ujarnya.

Meski begitu, Nvidia tetap membuka peluang kembali masuk ke pasar China apabila situasi geopolitik dan regulasi berubah di masa mendatang.

“Kami memiliki banyak pelanggan dan mitra di China. Kami sudah berada di sana selama 30 tahun dan akan sangat senang bisa melayani pasar tersebut kembali,” kata Huang.

Persaingan AI AS-China Makin Panas

Persaingan teknologi antara Amerika Serikat dan China kini semakin tajam, terutama di sektor:

  • kecerdasan buatan (AI)
  • semikonduktor
  • cloud computing
  • superkomputer

Huawei menjadi salah satu simbol kebangkitan industri teknologi China setelah sebelumnya mendapat berbagai pembatasan dari pemerintah AS.

Sementara itu, Nvidia masih menjadi pemain dominan global dalam industri chip AI, terutama untuk kebutuhan pusat data dan pengembangan model AI generatif.

Berita Terkait

BNI Tawarkan KPR Cermat, Saldo Tabungan Bisa Bikin Cicilan Rumah Lebih Ringan
Purbaya Siapkan Teknologi Track and Trace untuk Cegah Pemalsuan Pita Cukai
Harga Kripto Hari Ini 30 Agustus 2026: Bitcoin Turun, Uniswap Melonjak 3,72%
Harga BBM Jambi, Sumbar dan Riau Hari Ini 30 Agustus 2026: Pertamax Turun, Cek Pertalite hingga Dexlite
Harga Buyback Emas Pegadaian Hari Ini Sabtu 29 Agustus 2026: Antam, UBS dan Galeri 24
Harga BBM Pertamina Jambi, Sumbar, dan Riau Hari Ini 29 Agustus 2026: Pertamax hingga Pertamina Dex
Kurs SGD ke Rupiah Hari Ini 28 Agustus 2026: Dolar Singapura Rp13.932,5, Turun 0,21%
Best Payroll Software for Small Business: Pricing Compared
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:05 WIB

Purbaya Siapkan Teknologi Track and Trace untuk Cegah Pemalsuan Pita Cukai

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Harga Kripto Hari Ini 30 Agustus 2026: Bitcoin Turun, Uniswap Melonjak 3,72%

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:49 WIB

Harga BBM Jambi, Sumbar dan Riau Hari Ini 30 Agustus 2026: Pertamax Turun, Cek Pertalite hingga Dexlite

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:41 WIB

Harga Buyback Emas Pegadaian Hari Ini Sabtu 29 Agustus 2026: Antam, UBS dan Galeri 24

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:32 WIB

Harga BBM Pertamina Jambi, Sumbar, dan Riau Hari Ini 29 Agustus 2026: Pertamax hingga Pertamina Dex

Berita Terbaru

Pemerintahan

Kuota Internet Tak Boleh Hangus Lagi, Ini Aturan Baru Komdigi

Minggu, 30 Agu 2026 - 22:00 WIB