Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Aturan Baru EV 2026 Resmi Berlaku di Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Kebijakan baru pemerintah soal pajak kendaraan listrik mulai memicu perhatian besar dari masyarakat dan pelaku industri otomotif nasional. Melalui aturan terbaru dalam Permendagri Nomor 11 Tahun 2026, kendaraan listrik kini tidak lagi otomatis menikmati pajak 0 persen secara nasional. Perubahan aturan tersebut membuat banyak calon pembeli mobil listrik mulai mempertimbangkan ulang biaya kepemilikan kendaraan listrik di masa depan.

Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri menetapkan bahwa kendaraan listrik berbasis baterai kini masuk kategori objek Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Dengan aturan baru ini, keputusan pemberian insentif diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah masing-masing. Artinya, setiap provinsi memiliki kebijakan berbeda terkait tarif pajak kendaraan listrik.

Meski begitu, pemerintah memastikan perubahan regulasi ini bukan berarti masyarakat langsung dibebani pajak tinggi. Menteri Dalam Negeri bersama Kementerian Keuangan Republik Indonesia tetap mendorong pemerintah daerah mempertahankan insentif kendaraan listrik agar daya beli masyarakat tidak terganggu. Bahkan, beberapa daerah masih memberikan pembebasan pajak penuh demi menjaga pertumbuhan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.

DKI Jakarta menjadi salah satu wilayah yang memastikan kendaraan listrik masih mendapatkan berbagai fasilitas menarik. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan kebijakan bebas pajak kendaraan listrik tetap dipertahankan meski aturan nasional berubah. Selain itu, mobil listrik juga masih menikmati fasilitas bebas aturan ganjil-genap yang selama ini menjadi daya tarik utama masyarakat perkotaan untuk beralih ke EV.

Baca Juga :  Mitsubishi Pajero Mini 2026 Segera Meluncur, SUV Kompak dengan Teknologi Hybrid Jadi Incaran Baru Konsumen

Sementara itu, Jawa Barat memilih menunda penerapan pajak kendaraan listrik sehingga biaya PKB dan BBNKB masih digratiskan untuk sementara waktu. Berbeda dengan Jawa Barat, pemerintah daerah di Jawa Timur dan Bali masih melakukan kajian terkait formula pajak baru yang dianggap paling sesuai dengan kondisi ekonomi daerah dan target pengembangan kendaraan listrik.

Di tengah perubahan kebijakan pajak daerah, pemerintah pusat tetap mempertahankan sejumlah insentif penting untuk kendaraan listrik. Salah satunya adalah fasilitas Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang membuat mobil listrik memiliki beban pajak lebih ringan dibanding kendaraan berbahan bakar bensin. Selain itu, pemerintah juga masih melanjutkan program Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk kendaraan listrik rakitan lokal yang memenuhi syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Kebijakan ini membuat biaya kepemilikan mobil listrik masih tergolong kompetitif. Bahkan di daerah yang masih memberikan insentif penuh, pemilik kendaraan listrik hanya perlu membayar SWDKLLJ atau Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan sekitar Rp200 ribu per tahun. Faktor biaya operasional yang lebih hemat dibanding mobil bensin juga masih menjadi alasan utama masyarakat mulai melirik kendaraan listrik sebagai pilihan masa depan.

Baca Juga :  Honda Super-ONE 2026 Laris, 132 Unit Dipesan dalam Sehari

Pengamat otomotif menilai perubahan aturan ini akan membuat pasar kendaraan listrik Indonesia semakin kompetitif. Konsumen kini dituntut lebih cermat memperhatikan lokasi domisili kendaraan karena besaran pajak tahunan dapat berbeda antarprovinsi. Namun, tren kendaraan listrik diyakini tetap tumbuh seiring pembangunan stasiun pengisian daya, meningkatnya pilihan mobil listrik baru, serta dorongan pemerintah menuju transisi energi bersih nasional.

FAQ

Apakah mobil listrik masih bebas pajak pada 2026?

Tidak sepenuhnya. Pembebasan pajak kendaraan listrik kini bergantung pada kebijakan pemerintah daerah masing-masing.

Apa isi utama Permendagri Nomor 11 Tahun 2026?

Aturan tersebut menetapkan kendaraan listrik sebagai objek PKB dan BBNKB serta menyerahkan kebijakan insentif kepada pemerintah daerah.

Daerah mana yang masih memberikan pajak 0 persen untuk EV?

DKI Jakarta masih mempertahankan pembebasan pajak kendaraan listrik, sedangkan Jawa Barat masih menunda penerapan tarif pajak EV.

Apakah insentif pemerintah pusat untuk mobil listrik masih berlaku?

Ya. Pemerintah pusat masih memberikan fasilitas PPnBM dan PPN DTP untuk kendaraan listrik tertentu.

Berapa biaya tahunan mobil listrik jika masih bebas pajak?

Pemilik kendaraan listrik umumnya hanya membayar SWDKLLJ sekitar Rp200 ribu per tahun.

Mengapa aturan pajak kendaraan listrik diubah?

Pemerintah ingin memberi fleksibilitas kepada daerah dalam menentukan insentif sesuai kondisi fiskal masing-masing wilayah. (Tim)

Berita Terkait

Yamaha NMAX 155 vs Honda PCX 160 vs Suzuki Burgman 150, Mana yang Paling Menarik?
Update Harga Motor Sport September 2026: Honda, Yamaha, Suzuki hingga Kawasaki
Suzuki Burgman 350 Kembali Jadi Sorotan, Akankah Tantang Forza 350 dan XMAX?
Honda CB350C Special Edition vs Royal Enfield Classic 350, Mana Lebih Unggul?
Lexus NX Facelift Hadir dengan Desain Baru dan Hybrid Gen-6, Ini Spesifikasinya
Honda Giorno+ Buzz Lightyear Limited Edition Cuma 2.000 Unit, Harga Rp40 Jutaan
Mengintip Interior iCAR V27, SUV Boxy dengan Kabin Premium
BYD Bangun 10.000 Stasiun Flash Charging, Bisa Isi Baterai dalam 9 Menit
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 20:00 WIB

Yamaha NMAX 155 vs Honda PCX 160 vs Suzuki Burgman 150, Mana yang Paling Menarik?

Kamis, 3 September 2026 - 10:22 WIB

Suzuki Burgman 350 Kembali Jadi Sorotan, Akankah Tantang Forza 350 dan XMAX?

Rabu, 2 September 2026 - 23:05 WIB

Honda CB350C Special Edition vs Royal Enfield Classic 350, Mana Lebih Unggul?

Rabu, 2 September 2026 - 16:00 WIB

Lexus NX Facelift Hadir dengan Desain Baru dan Hybrid Gen-6, Ini Spesifikasinya

Selasa, 1 September 2026 - 16:06 WIB

Honda Giorno+ Buzz Lightyear Limited Edition Cuma 2.000 Unit, Harga Rp40 Jutaan

Berita Terbaru