Kasus Hantavirus di Jakarta, Ahli Ungkap Kelompok Paling Rentan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 00:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KESEHATAN-Kasus hantavirus mulai menjadi perhatian publik setelah Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengonfirmasi adanya tiga kasus positif serta enam kasus suspek yang masih dalam pemantauan hingga pertengahan Mei 2026. Temuan tersebut memicu kewaspadaan karena virus ini dapat menimbulkan gangguan serius pada paru-paru hingga ginjal apabila tidak ditangani sejak dini.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menyebut pihaknya telah mengirimkan surat kewaspadaan ke seluruh fasilitas kesehatan serta menunjuk sejumlah rumah sakit daerah sebagai rumah sakit sentinel untuk memantau kemungkinan munculnya kasus baru.

Hantavirus sendiri merupakan kelompok virus yang umumnya ditularkan oleh hewan pengerat, terutama tikus. Penularan dapat terjadi melalui kotoran, air liur, maupun urine tikus yang bercampur dengan udara lalu terhirup manusia.

Virus ini diketahui dapat menyebabkan dua penyakit utama, yakni Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal.

Kelompok Paling Rentan Terinfeksi Hantavirus

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, menjelaskan bahwa kelompok dengan sistem imun lemah menjadi yang paling rentan terpapar hantavirus. Selain itu, sejumlah profesi tertentu juga memiliki risiko tinggi akibat intensitas kontak dengan lingkungan yang berpotensi tercemar tikus.

Kelompok pekerja yang dinilai paling berisiko meliputi:

  • Petugas kebersihan
  • Pekerja gudang
  • Tentara atau petugas di area hutan
  • Penjaga hutan
  • Petugas laboratorium
  • Pemulung
  • Pekerja tempat pengelolaan sampah

Peneliti pusat kesehatan masyarakat dan gizi BRIN, Arif Mulyono, menyoroti Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang sebagai salah satu lokasi yang memiliki risiko tinggi penularan hantavirus. Tumpukan sampah yang menjadi sumber makanan tikus dinilai dapat meningkatkan potensi penyebaran virus kepada manusia yang beraktivitas di area tersebut.

Baca Juga :  Editorial: PU-PR Gencar Lobi APBN, Bagaimana dengan Dinkes Kota Sungai Penuh?

Menurut Arif, pemulung menjadi salah satu kelompok dengan tingkat risiko paling tinggi karena sering bersentuhan langsung dengan lingkungan yang terkontaminasi tikus dan kotorannya.

Gejala Hantavirus yang Harus Diwaspadai

Praktisi kesehatan masyarakat Ngabila Salama mengatakan gejala awal hantavirus umumnya mirip flu berat. Banyak pasien awalnya mengalami:

  • Demam tinggi
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Pegal-pegal hebat
  • Tubuh lemas

Namun pada kondisi yang lebih serius, pasien dapat mengalami:

  • Sesak napas
  • Pneumonia
  • Gangguan ginjal
  • Penurunan kesadaran
  • Kejang

Ngabila mengingatkan masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala tersebut, terutama setelah berada di lingkungan yang banyak tikus atau area kotor.

Kelompok seperti bayi, balita, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta disebut lebih rentan mengalami kondisi berat apabila terinfeksi.

Tingkat Kematian Hantavirus Bisa Tinggi

Menurut para ahli, tingkat kematian hantavirus berbeda tergantung jenis virus dan kondisi pasien. Pada tipe HPS yang menyerang paru-paru, tingkat kematian dapat mencapai 35 hingga 60 persen. Sementara tipe HFRS memiliki tingkat fatalitas lebih rendah, yakni sekitar 5 sampai 15 persen.

Meski demikian, peluang kesembuhan tetap tinggi apabila pasien mendapatkan penanganan medis sejak awal.

Baca Juga :  Biaya Operasi Usus Buntu Tanpa BPJS 2026: Bisa Tembus Rp45 Juta, Ini Rinciannya

Kementerian Kesehatan juga memastikan salah satu kabar pasien meninggal akibat hantavirus di Bandung merupakan kasus lama yang terjadi pada Oktober 2025 dan tidak berkaitan dengan kasus terbaru di Jakarta.

Cara Mencegah Penularan Hantavirus

Pemerintah dan tenaga kesehatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kebersihan lingkungan sebagai langkah utama pencegahan. Beberapa langkah yang disarankan antara lain:

  • Rajin mencuci tangan
  • Menggunakan masker saat membersihkan area kotor
  • Membasmi tikus di lingkungan rumah
  • Menjaga ventilasi udara tetap baik
  • Tidak membersihkan kotoran tikus dalam kondisi kering
  • Menyemprot area tercemar dengan disinfektan terlebih dahulu

Masyarakat juga diminta tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang bekerja di area dengan risiko paparan tikus tinggi.

FAQ Seputar Hantavirus

Apa itu hantavirus?

Hantavirus adalah kelompok virus yang ditularkan oleh tikus dan dapat menyebabkan gangguan paru-paru maupun ginjal pada manusia.

Apakah hantavirus menular antar manusia?

Sebagian besar jenis hantavirus tidak mudah menular antar manusia. Penularan utama berasal dari tikus yang terinfeksi.

Apa gejala awal hantavirus?

Gejala awal meliputi demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, dan tubuh lemas.

Siapa yang paling rentan terkena hantavirus?

Petugas kebersihan, pemulung, pekerja gudang, pekerja sampah, lansia, dan orang dengan imun lemah termasuk kelompok paling rentan.

Bagaimana cara mencegah hantavirus?

Menjaga kebersihan lingkungan, membasmi tikus, memakai masker saat membersihkan area kotor, serta rutin mencuci tangan menjadi langkah pencegahan utama.

Berita Terkait

Galaxy Watch9 Dibekali Fitur Pemantauan Tidur dan Kebugaran, Ini Harganya
BPJS Kesehatan Dapat Suntikan Rp20 Triliun, Kapan Cair dan Apa Dampaknya?
Influenza A 2026: Kenali 6 Gejala yang Sering Muncul dan Cara Mencegahnya
Influenza A Terdeteksi Lebih Awal, Kasus Pertama Musim Flu 2026-2027 Dikonfirmasi
Kabar Baik ! RSUD A Thalib Sungai Penuh Segera Naik Jadi Tipe B, CT Scan dan Mamografi Sudah Disiapkan
CT-Scan Segera Hadir di RSUD Mayjen H.A. Thalib, Warga Sungai Penuh dan Kerinci Dapat Kabar Baik
Gula Darah Tinggi Bisa Merusak Ginjal, Ini Tanda Awal yang Sering Tidak Disadari
Kabut Asap Kebakaran Hutan Menyebabkan Penyakit Apa? Kenali 8 Dampak Berbahaya bagi Kesehatan
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Galaxy Watch9 Dibekali Fitur Pemantauan Tidur dan Kebugaran, Ini Harganya

Selasa, 29 September 2026 - 03:02 WIB

BPJS Kesehatan Dapat Suntikan Rp20 Triliun, Kapan Cair dan Apa Dampaknya?

Rabu, 23 September 2026 - 05:00 WIB

Influenza A 2026: Kenali 6 Gejala yang Sering Muncul dan Cara Mencegahnya

Sabtu, 19 September 2026 - 01:05 WIB

Influenza A Terdeteksi Lebih Awal, Kasus Pertama Musim Flu 2026-2027 Dikonfirmasi

Selasa, 8 September 2026 - 21:19 WIB

Kabar Baik ! RSUD A Thalib Sungai Penuh Segera Naik Jadi Tipe B, CT Scan dan Mamografi Sudah Disiapkan

Berita Terbaru

Uncategorized

KUR Mandiri 2026: Apakah Bisa Tanpa Jaminan? Ini Ketentuannya

Kamis, 8 Okt 2026 - 01:02 WIB