Kredit Nganggur Bank Terbaru Tembus Rp 2.551 Triliun, BI Siapkan Strategi Dorong Kredit dan Turunkan Suku Bunga

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Bank Indonesia kembali menyoroti besarnya dana kredit yang belum tersalurkan di industri perbankan nasional. Hingga April 2026, nilai kredit menganggur atau undisbursed loan tercatat mencapai Rp 2.551,4 triliun. Angka fantastis tersebut menjadi perhatian karena setara sekitar 22,57 persen dari total plafon kredit yang telah disiapkan bank.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan kondisi tersebut justru menunjukkan ruang pertumbuhan kredit masih sangat besar. Menurutnya, sektor perbankan memiliki kapasitas kuat untuk memperluas pembiayaan ke masyarakat maupun dunia usaha sepanjang tahun 2026.

Pertumbuhan kredit perbankan hingga April 2026 tercatat sebesar 9,98 persen secara tahunan. Capaian ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 9,49 persen. Kenaikan tersebut dinilai menjadi sinyal positif bahwa aktivitas ekonomi dan permintaan pembiayaan mulai bergerak lebih aktif.

Selain itu, kondisi likuiditas bank nasional juga masih berada pada level aman. Rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar 25,39 persen. Dengan likuiditas yang memadai, perbankan dinilai memiliki kemampuan cukup besar untuk mempercepat penyaluran kredit ke berbagai sektor strategis.

Baca Juga :  Tabung Merah Putih Disiapkan Gantikan LPG 3 Kg, Pemerintah Klaim Subsidi Turun 30 Persen

Bank Indonesia juga membuka peluang penurunan suku bunga kredit lebih lanjut guna mendorong permintaan pinjaman. Saat ini, rata-rata suku bunga kredit perbankan tercatat sebesar 8,73 persen, sementara bunga deposito satu bulan berada di level 4,16 persen. Penurunan bunga kredit dinilai dapat meningkatkan minat masyarakat untuk mengambil pembiayaan rumah, kendaraan, maupun modal usaha.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tensi geopolitik internasional, sektor perbankan Indonesia masih menunjukkan daya tahan yang solid. Rasio kecukupan modal atau CAR tercatat sebesar 25,09 persen. Sementara rasio kredit bermasalah atau NPL berada di level 2,14 persen bruto dan 0,83 persen netto, yang masih tergolong sehat.

Bank Indonesia memastikan akan terus memperkuat kebijakan makroprudensial longgar untuk menjaga momentum pertumbuhan kredit nasional. Sinergi bersama pemerintah, OJK, LPS, dan KSSK disebut menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi domestik.

Besarnya dana kredit yang belum terserap juga menjadi peluang besar bagi pelaku usaha dan masyarakat yang membutuhkan pembiayaan. Dengan kondisi likuiditas yang kuat serta kemungkinan suku bunga lebih rendah, sektor kredit diperkirakan akan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi Indonesia sepanjang 2026.

Baca Juga :  Purbaya Sebut 10 Perusahaan Sawit Diduga Main Harga Ekspor, Ini Modusnya

FAQ

Apa itu undisbursed loan?

Undisbursed loan adalah fasilitas kredit yang sudah disetujui bank tetapi belum dicairkan atau belum digunakan oleh debitur.

Mengapa kredit nganggur bisa mencapai Rp 2.551 triliun?

Nilai tersebut terjadi karena banyak plafon kredit yang sudah tersedia namun belum dimanfaatkan oleh nasabah atau dunia usaha.

Apakah suku bunga kredit akan turun?

Bank Indonesia memberi sinyal akan terus mendorong penurunan suku bunga kredit agar penyaluran pembiayaan lebih meningkat.

Apakah kondisi perbankan Indonesia masih aman?

Ya. BI menyebut kondisi modal dan likuiditas perbankan nasional masih kuat dengan rasio kredit macet yang relatif rendah.

Apa dampak kredit nganggur bagi ekonomi?

Jika tersalurkan optimal, dana kredit tersebut dapat meningkatkan investasi, konsumsi, dan pertumbuhan ekonomi nasional. (Tim)

Berita Terkait

BNI Tawarkan KPR Cermat, Saldo Tabungan Bisa Bikin Cicilan Rumah Lebih Ringan
Purbaya Siapkan Teknologi Track and Trace untuk Cegah Pemalsuan Pita Cukai
Bidik Pasar BSD, Bank Sinarmas Buka Priority Lounge
Bank Mandiri Buka Blokir Rekening Aktivis Botok Pati, Sampaikan Permintaan Maaf
Desil 1-10 Artinya Apa? Cek Kategori, Bansos, dan Cara Mengetahui Statusnya
BCA Bagikan Dividen Interim Rp3,07 Triliun
Bank Mandiri Minta Maaf Terkait Rekening Koordinator AMPB, Ini Penjelasannya
PPh Final UMKM Dibatasi, Ini 3 Wajib Pajak yang Masih Bisa Menggunakannya
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:00 WIB

BNI Tawarkan KPR Cermat, Saldo Tabungan Bisa Bikin Cicilan Rumah Lebih Ringan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:05 WIB

Purbaya Siapkan Teknologi Track and Trace untuk Cegah Pemalsuan Pita Cukai

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Bidik Pasar BSD, Bank Sinarmas Buka Priority Lounge

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Bank Mandiri Buka Blokir Rekening Aktivis Botok Pati, Sampaikan Permintaan Maaf

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:00 WIB

Desil 1-10 Artinya Apa? Cek Kategori, Bansos, dan Cara Mengetahui Statusnya

Berita Terbaru

Pemerintahan

Kuota Internet Tak Boleh Hangus Lagi, Ini Aturan Baru Komdigi

Minggu, 30 Agu 2026 - 22:00 WIB