BI Rate Naik Jadi 5,25%, Saham Bank Besar Menguat di Tengah Tekanan IHSG

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Kenaikan suku bunga acuan Bank atau BI Rate menjadi 5,25% langsung memicu pergerakan saham sektor perbankan pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026. Sejumlah saham bank jumbo seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) berhasil menghijau setelah pengumuman resmi dari Bank Indonesia. Kebijakan ini menjadi perhatian investor karena berdampak besar terhadap pasar saham, nilai tukar rupiah, hingga suku bunga kredit perbankan nasional.

Bank Indonesia melalui Gubernur Perry Warjiyo memutuskan menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin dari sebelumnya 4,75% menjadi 5,25%. Selain itu, suku bunga Deposit Facility juga naik menjadi 4,25%, sedangkan Lending Facility menjadi 6%. Langkah tersebut diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya tekanan global akibat konflik geopolitik Timur Tengah serta ketidakpastian ekonomi internasional.

Respons positif langsung terlihat pada saham sektor perbankan. Hingga sesi II perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 1,93% ke level Rp4.210 per saham. Sementara itu, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menguat 0,52% ke posisi Rp3.830 per saham. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) ikut naik 0,42% menjadi Rp5.975, sedangkan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat 0,32% ke level Rp3.050 per saham.

Baca Juga :  Data Terbaru OJK Utang Pinjol Warga Indonesia Tembus Rp 100 Triliun

Kenaikan saham bank besar terjadi karena pasar menilai suku bunga tinggi berpotensi meningkatkan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) perbankan. Kondisi ini biasanya memberikan peluang bagi bank untuk meningkatkan pendapatan bunga dari penyaluran kredit. Investor juga melihat sektor perbankan sebagai salah satu sektor defensif yang mampu bertahan saat volatilitas pasar meningkat akibat tekanan global dan pelemahan rupiah.

Meski saham perbankan bergerak positif, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih ditutup di zona merah. IHSG tercatat melemah 1,31% ke level 6.287 pada perdagangan hari ini. Pelemahan indeks dipicu aksi jual investor asing serta kekhawatiran pasar terhadap dampak kenaikan suku bunga terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, ancaman geopolitik global juga membuat investor cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi di pasar modal.

Keputusan Bank Indonesia menaikkan BI Rate sebenarnya sudah diperkirakan pasar. Konsensus Bloomberg yang melibatkan 41 institusi sebelumnya memprediksi kenaikan suku bunga acuan ke level 5%. Namun, keputusan menaikkan suku bunga hingga 50 basis poin tetap menjadi sinyal kuat bahwa bank sentral serius menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah dari tekanan eksternal.

Kebijakan suku bunga tinggi juga berpotensi memengaruhi sektor lain seperti kredit konsumsi, KPR, pinjaman kendaraan, hingga bunga deposito bank digital. Masyarakat yang memiliki cicilan berbunga floating diperkirakan akan menghadapi kenaikan bunga kredit dalam beberapa bulan ke depan. Di sisi lain, produk simpanan seperti deposito diprediksi menjadi lebih menarik karena bank kemungkinan akan menaikkan bunga simpanan untuk menarik dana masyarakat.

Baca Juga :  Danantara Sederhanakan 15 Asuransi BUMN Jadi 3, Fokus Perkuat Modal dan Daya Saing Industri

Pelaku pasar kini menanti arah kebijakan lanjutan Bank Indonesia pada semester kedua 2026. Jika tekanan global dan pelemahan rupiah masih berlanjut, peluang kenaikan suku bunga tambahan tetap terbuka. Investor saham, pelaku usaha, hingga nasabah perbankan disarankan terus memantau perkembangan BI Rate karena kebijakan ini menjadi faktor penting yang memengaruhi pasar saham Indonesia, kurs rupiah, investasi, serta kondisi ekonomi nasional secara keseluruhan.

FAQ

Apa itu BI Rate?

BI Rate adalah suku bunga acuan yang ditetapkan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas ekonomi dan inflasi.

Mengapa saham bank naik saat BI Rate naik?

Kenaikan BI Rate dapat meningkatkan pendapatan bunga bank sehingga investor melihat sektor perbankan lebih menarik.

Berapa BI Rate terbaru Mei 2026?

Bank Indonesia resmi menaikkan BI Rate menjadi 5,25% pada 20 Mei 2026.

Saham bank apa saja yang naik?

BMRI, BBNI, BBCA, dan BBRI tercatat menguat setelah pengumuman BI Rate.

Apa dampak BI Rate bagi masyarakat?

BI Rate memengaruhi bunga kredit, cicilan pinjaman, KPR, deposito, hingga nilai tukar rupiah. (Tim)

Berita Terkait

Rupiah Hari Ini 20 Mei 2026 Menguat ke Rp17.654 per Dolar AS Hari Ini, BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen
DANA Protection 2026: Saldo Hilang Diganti hingga Rp10 Juta, Simak Syaratnya
Cara Klaim Asuransi Mobil TLO agar Cepat Cair, Ini Syarat Lengkapnya
Gojek Resmi Hentikan Skema Langganan GoRide Hemat
Investor Asing Lepas Saham Usai Evaluasi MSCI Mei 2026, ANTM Terbesar
Menkeu Purbaya Ungkap Alasan Tak Targetkan Kurs Rupiah Setelah Beli SBN
Kasur Orthopedic Terbaik di 2026, Solusi Nyeri Punggung dan Saraf Kejepit
Sepeda Anak Terlaris di Shopee 2026: Harga Mulai Rp150 Ribuan, Simak Rekomendasinya
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:46 WIB

BI Rate Naik Jadi 5,25%, Saham Bank Besar Menguat di Tengah Tekanan IHSG

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:28 WIB

Rupiah Hari Ini 20 Mei 2026 Menguat ke Rp17.654 per Dolar AS Hari Ini, BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:00 WIB

Cara Klaim Asuransi Mobil TLO agar Cepat Cair, Ini Syarat Lengkapnya

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:00 WIB

Gojek Resmi Hentikan Skema Langganan GoRide Hemat

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:00 WIB

Investor Asing Lepas Saham Usai Evaluasi MSCI Mei 2026, ANTM Terbesar

Berita Terbaru