Dinkes DKI Keluarkan Imbauan Penting Setelah 3 Kasus Hantavirus Terdeteksi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 00:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KESEHATAN-Jakarta kembali menjadi perhatian dalam sektor kesehatan masyarakat setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengonfirmasi adanya tiga kasus positif hantavirus yang ditemukan hingga pertengahan Mei 2026. Temuan tersebut memunculkan peningkatan kewaspadaan karena virus ini diketahui dapat menular melalui paparan kotoran, air liur, maupun urine tikus yang telah terkontaminasi.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus di lapangan.

Menurutnya, masyarakat perlu meningkatkan perhatian terhadap kebersihan lingkungan, terutama pada area yang berpotensi menjadi sarang tikus.

Virus Hanta bukan merupakan virus baru. Penyakit ini telah dipantau secara rutin oleh otoritas kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Meski demikian, meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kasus terbaru di Jakarta membuat informasi mengenai cara penularan dan pencegahannya menjadi penting diketahui.

Bagaimana Hantavirus Menular?

Hantavirus dapat menyebar melalui beberapa jalur. Salah satu yang paling umum adalah melalui partikel kecil dari kotoran, air liur, atau urine tikus yang mengering, kemudian bercampur dengan udara dan terhirup manusia.

Risiko penularan juga dapat meningkat ketika seseorang melakukan kontak langsung dengan cairan tubuh tikus yang telah terinfeksi atau mengalami gigitan tikus.

Kondisi tersebut sering kali ditemukan saat seseorang membersihkan gudang, loteng, area penyimpanan barang lama, atau tempat-tempat yang jarang dibersihkan dan menjadi lokasi berkembangnya tikus.

Baca Juga :  Gejala Gagal Ginjal yang Sering Diabaikan dan Cara Pencegahannya, Jangan Tunggu Terlambat!

Dinas Kesehatan mengingatkan agar masyarakat tidak membersihkan kotoran tikus secara langsung dalam keadaan kering.

Jika dibersihkan tanpa prosedur yang tepat, partikel debu yang mengandung virus berpotensi beterbangan di udara sehingga meningkatkan risiko terhirup.

Langkah Pencegahan yang Disarankan Dinkes DKI

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diminta melakukan beberapa tindakan pencegahan sederhana namun penting:

  • Pastikan ventilasi ruangan terbuka dengan baik
  • Semprot area yang terdapat kotoran tikus menggunakan cairan disinfektan terlebih dahulu
  • Cairan pemutih rumah tangga dapat digunakan sebagai alternatif disinfektan
  • Gunakan masker saat membersihkan area berisiko
  • Cuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas
  • Terapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS)

Kebiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan rumah juga dapat membantu menekan populasi tikus dan meminimalkan risiko penularan.

Masyarakat Diminta Tetap Waspada Tanpa Panik

Dinkes DKI menekankan bahwa masyarakat tidak perlu merespons situasi ini dengan kepanikan berlebihan.

Otoritas kesehatan menilai langkah paling penting saat ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pola hidup bersih dan menjaga lingkungan tetap sehat.

Kewaspadaan dinilai lebih efektif dibandingkan kepanikan, terutama dengan memahami bagaimana virus menyebar dan cara mencegahnya.

Baca Juga :  Kasus Hantavirus di Jakarta, Ahli Ungkap Kelompok Paling Rentan

Selain itu, penggunaan alat pelindung diri saat membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi juga menjadi langkah tambahan yang disarankan.

Gejala Hantavirus yang Perlu Diwaspadai

Gejala awal hantavirus dapat menyerupai penyakit umum sehingga terkadang sulit dikenali.

Beberapa gejala yang sering dilaporkan antara lain:

  • Demam
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Tubuh terasa lemas
  • Mual
  • Gangguan pernapasan

Jika mengalami gejala tersebut setelah kontak dengan lingkungan yang banyak tikus, masyarakat disarankan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

FAQ Seputar Hantavirus

Apakah hantavirus menular antar manusia?
Sebagian besar jenis hantavirus lebih sering menular dari hewan pengerat ke manusia. Penularan antar manusia relatif jarang terjadi dan bergantung pada jenis virusnya.

Apakah hantavirus sama dengan COVID-19?
Tidak. Hantavirus berbeda dengan COVID-19 baik dari penyebab, cara penularan, maupun karakteristik penyakitnya.

Apakah semua tikus membawa hantavirus?
Tidak semua tikus membawa virus tersebut, tetapi beberapa jenis hewan pengerat dapat menjadi pembawa alami virus Hanta.

Bagaimana cara aman membersihkan kotoran tikus?
Jangan menyapu dalam kondisi kering. Semprotkan disinfektan terlebih dahulu, gunakan sarung tangan dan masker, lalu bersihkan secara hati-hati.

Apakah masyarakat perlu panik?
Tidak. Yang diperlukan adalah meningkatkan kewaspadaan, menjaga kebersihan lingkungan, dan menerapkan pola hidup sehat.

Berita Terkait

Bersama Gubernur Al Haris, Bupati Monadi Resmikan Dimulainya Pembangunan RSUD Kerinci
5 Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan Mulai Juli 2026, Peserta JKN Wajib Tahu
Biaya Operasi Tumor dan Kanker 2026 Terbaru, Mulai Jutaan hingga Ratusan Juta Rupiah, Apakah Ditanggung BPJS Kesehatan?
Biaya Operasi Amandel 2026: Mulai Rp5 Juta hingga Rp30 Juta, Bisa Gratis Pakai BPJS Kesehatan
Biaya Operasi Batu Ginjal 2026 Terbaru: Mulai Rp6 Juta hingga Rp150 Juta, Bisakah Gratis Pakai BPJS?
Biaya Operasi Hernia 2026 Terbaru, Mulai Rp7 Juta hingga Rp30 Juta, Gratis dengan BPJS? Ini Penjelasan Lengkapnya
Medical Check-Up Tahunan, Berapa Biayanya dan Apa Saja Manfaatnya?
Inflasi Medis 2026 Naik, Mengapa Premi Asuransi Kesehatan Ikut Mahal?
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 23:00 WIB

5 Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan Mulai Juli 2026, Peserta JKN Wajib Tahu

Minggu, 5 Juli 2026 - 03:00 WIB

Biaya Operasi Tumor dan Kanker 2026 Terbaru, Mulai Jutaan hingga Ratusan Juta Rupiah, Apakah Ditanggung BPJS Kesehatan?

Sabtu, 4 Juli 2026 - 20:30 WIB

Biaya Operasi Amandel 2026: Mulai Rp5 Juta hingga Rp30 Juta, Bisa Gratis Pakai BPJS Kesehatan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:23 WIB

Biaya Operasi Batu Ginjal 2026 Terbaru: Mulai Rp6 Juta hingga Rp150 Juta, Bisakah Gratis Pakai BPJS?

Sabtu, 4 Juli 2026 - 03:00 WIB

Biaya Operasi Hernia 2026 Terbaru, Mulai Rp7 Juta hingga Rp30 Juta, Gratis dengan BPJS? Ini Penjelasan Lengkapnya

Berita Terbaru