IHSG Hari Ini Rabu, 13 Mei 2026: Dibuka Melemah Tajam Usai Rebalancing MSCI

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Rabu 13 Mei 2026, dibuka melemah tajam setelah pengumuman hasil rebalancing indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI). Pada awal sesi perdagangan, IHSG turun 1,57 persen atau sekitar 107 poin ke level 6.751,04. Pelemahan ini dipicu aksi jual investor asing terhadap sejumlah saham besar Indonesia yang resmi dikeluarkan dari indeks MSCI Global Standard.

Tekanan jual langsung terlihat pada saham-saham kapitalisasi jumbo atau big caps. Saham DSSA turun lebih dari 7 persen, saham CUAN ambles sekitar 10 persen, sedangkan saham AMMN melemah hampir 10 persen pada perdagangan pagi. Selain itu, saham TPIA dan MSIN juga masuk daftar top losers setelah mengalami koreksi tajam sejak pembukaan pasar.

MSCI dalam hasil MSCI May 2026 Index Review tidak memasukkan saham baru asal Indonesia ke dalam MSCI Global Standard Index. Sebaliknya, MSCI justru menghapus enam saham Indonesia dari indeks tersebut, yakni AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT. Sementara saham AMRT dipindahkan ke MSCI Small Cap Index setelah keluar dari indeks utama.

Tak hanya itu, MSCI juga mencoret 13 saham Indonesia dari MSCI Small Cap Index. Saham yang keluar meliputi ANTM, AALI, BSDE, SIDO, MIKA, MSIN, TKIM, hingga SSMS. Keputusan tersebut dinilai dapat meningkatkan volatilitas pasar karena investor institusi global dan ETF berbasis MSCI akan melakukan penyesuaian portofolio hingga akhir Mei 2026.

Baca Juga :  Belum Rilis, Chip AI Nvidia Sudah Dipesan Rp16.985 Triliun

Selain sentimen MSCI, pelemahan IHSG juga dipengaruhi kondisi global. Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak proposal damai Iran. Situasi geopolitik tersebut membuat investor cenderung mengurangi aset berisiko di negara berkembang, termasuk pasar saham Indonesia.

Tekanan terhadap pasar domestik semakin besar setelah nilai tukar rupiah bergerak di atas Rp17.400 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan rupiah memicu kekhawatiran investor terhadap potensi capital outflow dan meningkatnya tekanan terhadap stabilitas ekonomi nasional. Kondisi ini membuat mayoritas sektor saham bergerak di zona merah sejak awal perdagangan.

Meski demikian, beberapa saham perbankan besar masih mampu bertahan di tengah tekanan pasar. Saham BBCA tercatat menguat tipis, sementara saham PTRO juga masih berada di zona hijau. Namun penguatan tersebut belum mampu mengimbangi tekanan jual besar yang terjadi di pasar saham secara keseluruhan.

Baca Juga :  Prabowo Kaget Data Kemiskinan Naik, Pertanyakan Angka BPS yang Selalu Turun

Analis pasar menilai IHSG masih berpotensi bergerak volatil dalam jangka pendek, terutama menjelang implementasi penuh rebalancing MSCI pada akhir bulan ini. Investor disarankan lebih selektif memilih saham dengan fundamental kuat serta memperhatikan manajemen risiko di tengah tingginya gejolak pasar global dan domestik.

FAQ

Kenapa IHSG turun hari ini?

IHSG turun akibat pengumuman rebalancing MSCI yang menghapus sejumlah saham besar Indonesia dari indeks global MSCI Standard.

Saham apa saja yang paling turun?

Saham DSSA, CUAN, AMMN, TPIA, dan MSIN menjadi saham yang mengalami penurunan paling tajam pada perdagangan pagi.

Apa dampak rebalancing MSCI terhadap pasar saham?

Rebalancing MSCI dapat memicu aksi jual investor asing dan ETF global karena adanya penyesuaian komposisi portofolio investasi.

Apakah IHSG masih bisa turun lagi?

IHSG masih berpotensi bergerak volatil hingga akhir Mei 2026 seiring proses penyesuaian dana asing dan sentimen global.

Bagaimana strategi investor saat IHSG turun?

Investor disarankan fokus pada saham fundamental kuat, defensif, dan tidak panik menghadapi volatilitas pasar jangka pendek. (Tim)

Berita Terkait

Laba Bank Himbara Agustus 2026: Mandiri Rp37,48 Triliun, BRI Rp34,77 Triliun
IHSG Diprediksi Menguat 12 Oktober 2026, Saham BRPT, BUMI, MDKA dan ITMG Jadi Sorotan
Harga Emas Antam di Pegadaian 11 Oktober 2026: 1 Gram Rp2,63 Juta, Ini Daftar Lengkapnya
Tabungan Emas BRImo vs Livin’ by Mandiri Oktober 2026: Modal Rp10 Ribu, Cek Biaya Admin dan Cara Beli
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 10 Oktober 2026 Naik, 1 Gram Rp2,61 Juta
Pinjol Tanpa BI Checking Langsung Approve 2026: Syarat, Cara Daftar, dan Risiko yang Wajib Diketahui
Bunga Deposito Bank Digital Oktober 2026 hingga 9%, Cek Daftar dan Risiko LPS
Rekening Bank Aman dari Pembobolan, Ini 7 Cara Melindungi Uang dan Data Pribadi
Berita ini 94 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 01:00 WIB

Laba Bank Himbara Agustus 2026: Mandiri Rp37,48 Triliun, BRI Rp34,77 Triliun

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian 11 Oktober 2026: 1 Gram Rp2,63 Juta, Ini Daftar Lengkapnya

Minggu, 11 Oktober 2026 - 01:02 WIB

Tabungan Emas BRImo vs Livin’ by Mandiri Oktober 2026: Modal Rp10 Ribu, Cek Biaya Admin dan Cara Beli

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 10 Oktober 2026 Naik, 1 Gram Rp2,61 Juta

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Pinjol Tanpa BI Checking Langsung Approve 2026: Syarat, Cara Daftar, dan Risiko yang Wajib Diketahui

Berita Terbaru