Jakarta-Pasar aset digital kembali bergerak penuh tekanan pada perdagangan Selasa, 12 Mei 2026. Sejumlah mata uang kripto utama mengalami koreksi harga cukup tajam, termasuk Bitcoin dan Ethereum. Kondisi ini membuat investor mulai waspada terhadap potensi volatilitas pasar yang masih tinggi di tengah ketidakpastian ekonomi global dan pergerakan dolar Amerika Serikat.
Berdasarkan data perdagangan terbaru, harga Bitcoin turun sekitar 0,88 persen dalam 24 jam terakhir dan kini berada di level USD 81.689. Meski terkoreksi, Bitcoin masih menjadi aset digital dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia yang menembus USD 1,64 triliun. Pelemahan ini memicu kekhawatiran sebagian investor terhadap peluang koreksi lebih dalam apabila tekanan jual terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
Tidak hanya Bitcoin, Ethereum juga ikut mengalami tekanan signifikan. Kripto terbesar kedua di dunia tersebut turun sekitar 1,74 persen dan diperdagangkan di kisaran USD 2.338 per koin. Kapitalisasi pasar Ethereum saat ini masih bertahan di atas USD 282 miliar, menandakan minat investor institusi terhadap aset digital berbasis smart contract itu masih cukup kuat meskipun pasar sedang melemah.
Di tengah tekanan pasar, beberapa altcoin justru berhasil menunjukkan performa positif. Solana menjadi salah satu kripto yang paling mencuri perhatian setelah naik sekitar 1,24 persen ke level USD 97,44. Kenaikan Solana dinilai dipicu meningkatnya aktivitas jaringan blockchain dan proyek DeFi yang kembali ramai digunakan sepanjang kuartal kedua 2026.
Selain Solana, Binance Coin juga berhasil menguat tipis sekitar 0,53 persen ke posisi USD 668. Sementara itu, XRP masih mampu bertahan di zona hijau meski kenaikannya sangat terbatas. Untuk kategori stablecoin, Tether dan USD Coin tetap stabil di kisaran USD 1 dan masih menjadi pilihan investor saat pasar bergejolak.
Di sisi lain, meme coin populer Dogecoin ikut mengalami pelemahan sekitar 0,69 persen. Altcoin lain seperti Cardano juga terkoreksi hampir 1 persen. Namun berbeda dengan mayoritas pasar, Monero justru menjadi salah satu aset digital dengan performa terbaik hari ini setelah mencatat kenaikan hampir 2 persen.
Analis pasar menilai pergerakan harga kripto saat ini masih sangat dipengaruhi sentimen global, termasuk kebijakan suku bunga bank sentral AS, inflasi, hingga arus investasi institusi ke pasar aset digital. Jika Bitcoin mampu kembali menembus resistance psikologisnya, maka pasar altcoin berpotensi ikut mengalami reli besar dalam waktu dekat. Namun apabila tekanan jual terus meningkat, investor disarankan tetap berhati-hati dan menerapkan manajemen risiko sebelum melakukan investasi kripto.
Selain faktor ekonomi global, tren adopsi blockchain dan regulasi aset digital di berbagai negara juga menjadi perhatian utama investor sepanjang 2026. Banyak analis percaya bahwa pasar kripto masih memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang, terutama untuk aset digital dengan utilitas tinggi dan ekosistem yang terus berkembang seperti Bitcoin, Ethereum, dan Solana.
FAQ
Apakah harga Bitcoin turun hari ini?
Ya, harga Bitcoin turun sekitar 0,88 persen dalam 24 jam terakhir dan berada di level USD 81.689.
Mengapa harga kripto melemah?
Pelemahan dipengaruhi sentimen ekonomi global, suku bunga tinggi, penguatan dolar AS, dan aksi ambil untung investor.
Kripto apa yang naik saat pasar merah?
Solana, Binance Coin, XRP, dan Monero masih mencatatkan kenaikan positif.
Apakah Solana masih bagus untuk investasi?
Solana masih menarik karena aktivitas ekosistem blockchain dan proyek DeFi yang terus berkembang.
Apa stablecoin terbesar saat ini?
Tether (USDT) masih menjadi stablecoin terbesar dengan kapitalisasi pasar mencapai ratusan miliar dolar AS.
Apakah pasar kripto masih berpotensi naik?
Banyak analis percaya pasar kripto masih memiliki peluang bullish dalam jangka panjang jika adopsi blockchain terus meningkat. (Tim)









