Bitcoin Rp 2,6 Triliun Hilang, Diduga Dipindahkan Tanpa Izin

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 23 Maret 2026 - 10:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI-Kasus hilangnya aset kripto dalam jumlah fantastis kembali mengguncang dunia digital. Lebih dari 2.300 Bitcoin dengan nilai mencapai sekitar Rp 2,6 triliun dilaporkan lenyap dan kini menjadi sengketa hukum di Inggris.

Mengutip laporan dari Liputan6.com, kasus ini tengah ditangani oleh High Court of Justice atau Pengadilan Tinggi Inggris. Peristiwa tersebut menyoroti risiko besar dalam pengelolaan aset kripto, khususnya yang disimpan secara mandiri oleh pengguna.

Kronologi Kehilangan Bitcoin

Berdasarkan dokumen pengadilan, seorang pria bernama Ping Fai Yuen melaporkan bahwa aset Bitcoin miliknya dipindahkan tanpa izin pada 2 Agustus 2023. Bitcoin tersebut sebelumnya disimpan dalam dompet hardware Trezor, yang dikenal sebagai salah satu metode penyimpanan kripto paling aman karena bersifat offline.

Namun, secara mengejutkan, aset tersebut dilaporkan telah dipindahkan ke berbagai alamat dompet digital lain. Setelah ditelusuri, dana tersebut tersebar ke sedikitnya 71 wallet berbeda.

Hingga akhir Desember 2023, tidak ditemukan aktivitas lanjutan dari aset tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa Bitcoin tersebut masih berada dalam kondisi “diam” setelah dipindahkan, meski keberadaannya sulit dipastikan.

Baca Juga :  Daftar Crypto Terbaik 2026, Ini yang Diprediksi Naik Tajam

Dugaan Keterlibatan Orang Terdekat

Kasus ini menjadi semakin kompleks karena adanya dugaan keterlibatan pihak yang memiliki hubungan dekat dengan korban. Dalam dokumen hukum yang diajukan, disebutkan bahwa transaksi tersebut diduga dilakukan oleh pasangan dari pemilik aset.

Meski demikian, tuduhan tersebut belum terbukti secara hukum dan masih dalam tahap pembuktian di pengadilan. Hingga kini, belum ada putusan final terkait siapa yang bertanggung jawab atas hilangnya aset tersebut.

Metode pemindahan dana ke puluhan wallet juga menjadi perhatian. Praktik ini sering digunakan dalam kasus kejahatan kripto untuk menyamarkan jejak transaksi dan menyulitkan proses pelacakan.

Risiko Self-Custody dalam Kripto

Kasus ini kembali membuka perdebatan tentang keamanan sistem self-custody, yaitu penyimpanan aset kripto secara mandiri tanpa perantara pihak ketiga.

Dompet hardware seperti Trezor memang dirancang untuk memberikan kontrol penuh kepada pengguna. Namun, tanggung jawab tersebut juga berarti seluruh risiko keamanan berada di tangan pemilik.

Baca Juga :  BI Catat Kredit Menganggur Tembus Rp 2.506 Triliun di Awal 2026

Jika akses ke dompet bocor atau disalahgunakan, tidak ada lembaga seperti bank yang dapat membantu memulihkan dana. Hal ini berbeda dengan sistem keuangan konvensional yang memiliki perlindungan lebih terhadap nasabah.

Para ahli menilai, kasus ini dapat menjadi preseden penting dalam hukum aset digital, terutama terkait kepemilikan, akses, dan tanggung jawab dalam ekosistem kripto.

Pelajaran bagi Investor Kripto

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para investor untuk lebih berhati-hati dalam menyimpan aset digital. Penggunaan keamanan berlapis, seperti autentikasi tambahan dan penyimpanan seed phrase secara aman, menjadi hal krusial.

Selain itu, penting bagi pengguna untuk memahami bahwa kebebasan dalam mengelola aset kripto juga disertai dengan risiko tinggi. Tanpa manajemen keamanan yang baik, potensi kehilangan aset bisa sangat besar.

Berita Terkait

Cara Mudah Login WA Web di Laptop dan HP Kedua dengan Mudah, Praktis untuk Kerja dan Chatting
ASUS ExpertBook Ultra Hadir di Indonesia, Laptop Bisnis AI Super Ringan dan Tahan Banting
Harga Emas Pegadaian Minggu 10 Mei 2026: Antam, Galeri24 dan UBS Update Terbaru
Saham BUMI Kembali ke Level Rp216, Asing Catat Net Sell Rp195 Miliar
Cashback Shopee Food Maksimal Mei 2026, Ini Cara Dapat Diskon Terbesar
Cara Belajar Data Science dari Nol untuk Pemula 2026
Promo Fashion Shopee Mei 2026 Diskon Besar dan Gratis Ongkir
7 Tablet Murah Terbaik untuk Pelajar 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:02 WIB

Cara Mudah Login WA Web di Laptop dan HP Kedua dengan Mudah, Praktis untuk Kerja dan Chatting

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:00 WIB

ASUS ExpertBook Ultra Hadir di Indonesia, Laptop Bisnis AI Super Ringan dan Tahan Banting

Minggu, 10 Mei 2026 - 07:24 WIB

Harga Emas Pegadaian Minggu 10 Mei 2026: Antam, Galeri24 dan UBS Update Terbaru

Minggu, 10 Mei 2026 - 02:00 WIB

Saham BUMI Kembali ke Level Rp216, Asing Catat Net Sell Rp195 Miliar

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:00 WIB

Cashback Shopee Food Maksimal Mei 2026, Ini Cara Dapat Diskon Terbesar

Berita Terbaru

Asuransi Kendaraan

Cara Klaim Asuransi Mobil Rusak Total agar Cepat Cair dan Tidak Ditolak

Minggu, 10 Mei 2026 - 18:00 WIB