TEKNOLOGI-Apple kembali mengejutkan pasar teknologi global setelah resmi menghapus opsi RAM 256GB pada lini komputer premium Mac Studio M3 Ultra.
Keputusan tersebut membuat Mac Studio M3 Ultra kini hanya tersedia dengan konfigurasi RAM 96GB. Sebelumnya, pada Maret 2026, Apple juga telah lebih dulu menghapus opsi RAM 512GB untuk perangkat yang sama.
Laporan dari Basic Apple Guy menyebutkan perubahan itu berlaku secara global, termasuk di toko online Apple Vietnam. Meski opsi RAM dikurangi, pelanggan masih dapat menyesuaikan komponen lain seperti CPU 28 atau 32 inti serta SSD mulai dari 1TB hingga 16TB.
Sementara itu, Mac Studio M4 Max masih menyediakan pilihan RAM mulai dari 36GB hingga 96GB. Namun, belum ada kepastian apakah model tersebut juga akan mengalami pengurangan konfigurasi serupa di masa mendatang.
Permintaan AI Jadi Pemicu Lonjakan
Dalam laporan pendapatan perusahaan akhir April lalu, CEO Tim Cook mengungkapkan bahwa permintaan tinggi terhadap perangkat Mac Studio dan Mac mini dipicu tren penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau AI.
Menurut laporan 9to5Mac, banyak pengguna memanfaatkan perangkat Mac untuk menjalankan agen AI seperti OpenClaw.
“Mac mini dan Mac Studio merupakan platform yang sangat baik untuk AI dan alat agen. Pengguna menyadari hal ini lebih cepat dari yang kami antisipasi,” ujar Tim Cook.
Ia menjelaskan Apple sempat meremehkan tingkat permintaan pasar sehingga volume produksi tidak mampu mengimbangi lonjakan pembelian. Kondisi tersebut diperparah dengan keterbatasan pasokan chip serta memori berteknologi tinggi.
Akibatnya, pasokan Mac mini dan Mac Studio diperkirakan masih akan terbatas selama beberapa bulan ke depan.
Apple Juga Hapus SSD 256GB untuk Mac Mini
Tidak hanya Mac Studio, Apple juga mengambil langkah serupa terhadap Mac mini M4.
Pada 3 Mei 2026, perusahaan resmi menghapus opsi SSD 256GB secara global dan hanya menyisakan kapasitas penyimpanan 512GB ke atas.
Kebijakan ini otomatis membuat harga awal Mac mini meningkat cukup signifikan. Di pasar Amerika Serikat, Mac mini kini dijual mulai 799 dolar AS untuk konfigurasi chip M4, RAM 16GB, dan SSD 512GB.
Sebelumnya, konsumen masih dapat membeli versi lebih murah seharga 599 dolar AS dengan penyimpanan 256GB.
Meski menuai kritik dari sebagian pengguna karena harga perangkat menjadi lebih mahal, Apple menilai langkah tersebut diperlukan demi menjaga stabilitas pasokan komponen di tengah tingginya permintaan pasar.
MacBook Neo Ikut Mengalami Kelangkaan
Selain komputer desktop, Apple juga mengindikasikan adanya keterbatasan stok pada MacBook Neo.
Tim Cook menyebut permintaan laptop terjangkau tersebut “sangat luar biasa” dan menjadi salah satu faktor yang membantu Apple mencatat rekor jumlah pengguna Mac baru.
Lonjakan minat terhadap perangkat berbasis AI kini menjadi tantangan baru bagi Apple dalam menjaga rantai pasokan global, terutama untuk produk yang menggunakan chip dan memori kelas tinggi.









