KESEHATAN-Kementerian Kesehatan RI mengonfirmasi sebanyak 23 kasus Hantavirus jenis Seoul Virus telah ditemukan di Indonesia dalam tiga tahun terakhir. Seluruh pasien mengalami gejala Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), yakni sindrom demam berdarah yang menyerang ginjal.
Dari total kasus tersebut, sebanyak 20 pasien dinyatakan sembuh, sementara tiga pasien meninggal dunia dengan riwayat penyakit penyerta seperti kanker hati dan kegagalan multiorgan.
Gejala Hantavirus yang Ditemukan di Indonesia
Menurut keterangan Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, gejala umumnya muncul sekitar satu hingga dua minggu setelah terpapar virus.
Gejala yang paling banyak dilaporkan meliputi:
- Demam tinggi
- Sakit kepala
- Nyeri otot dan badan
- Lemas atau malaise
- Jaundice atau tubuh menguning
Jenis Seoul Virus yang ditemukan di Indonesia disebut memiliki tingkat keparahan lebih ringan dibanding Andes Virus yang sempat menimbulkan wabah di kapal pesiar MV Hondius.
Andes Virus Lebih Mematikan dan Bisa Menular Antar Manusia
Berbeda dengan Seoul Virus, Andes Virus diketahui dapat menular antar manusia dan memiliki tingkat kematian lebih tinggi.
Kasus besar pernah terjadi di Argentina pada 2018. Saat itu, lebih dari 30 orang jatuh sakit di desa kecil Epuyen dan 11 orang meninggal dunia.
Penularan diduga terjadi saat seorang pria berusia 68 tahun menghadiri pesta ulang tahun bersama sekitar 100 orang. Penelitian menemukan virus dapat menular bahkan melalui kontak singkat dan jarak dekat.
Virus ini juga memiliki masa inkubasi panjang, yakni hingga dua sampai tiga minggu, sehingga menyulitkan pelacakan kontak.
Lokasi yang Berisiko Menjadi Sumber Penularan
Kemenkes mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap area dengan populasi tikus tinggi karena hantavirus umumnya ditularkan melalui:
- Urine tikus
- Kotoran tikus
- Air liur hewan pengerat
- Debu yang terkontaminasi
Beberapa lokasi berisiko tinggi antara lain:
- Gedung lama
- Area terbengkalai
- Ruang bawah tanah
- Gudang lembap
- Lingkungan dengan banyak tikus
Cara Mencegah Penularan Hantavirus
Untuk mengurangi risiko terpapar Hantavirus, masyarakat dianjurkan:
- Menjaga kebersihan rumah dan gudang
- Menghindari kontak langsung dengan tikus
- Menggunakan masker saat membersihkan area berdebu
- Menutup makanan rapat
- Membasmi sarang tikus di sekitar rumah
Jika mengalami gejala demam tinggi disertai nyeri tubuh setelah berada di lingkungan berisiko, segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat.
WHO Masukkan Hantavirus sebagai Ancaman Prioritas
World Health Organization atau WHO telah memasukkan hantavirus sebagai salah satu patogen prioritas yang berpotensi memicu darurat kesehatan global karena tingkat keparahan dan potensi penyebarannya.
Meski begitu, otoritas kesehatan menegaskan bahwa kasus di Indonesia saat ini masih terkendali dan belum menunjukkan pola penularan antar manusia seperti Andes Virus di Amerika Selatan.









