Starbucks Tutup 2.000 Gerai Usai Kontroversi Promo

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 00:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI – Starbucks Korea mengambil langkah besar dengan menutup sementara lebih dari 2.000 gerainya di seluruh Korea Selatan pada 22 Juni 2026. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari program edukasi sejarah dan pelatihan kepekaan sosial bagi seluruh karyawan setelah muncul kontroversi terkait kampanye promosi yang dinilai menyinggung tragedi bersejarah di negara tersebut.

Penutupan serentak dijadwalkan berlangsung mulai pukul 15.00 waktu setempat. Selama periode tersebut, para karyawan diwajibkan mengikuti pelatihan khusus yang membahas sejarah modern Korea Selatan dan pentingnya sensitivitas terhadap isu sosial serta budaya.

Menurut berbagai laporan media lokal, langkah tersebut berpotensi menyebabkan hilangnya pendapatan penjualan hingga sekitar 2,1 miliar won atau setara Rp24,9 miliar.

Kontroversi Promo Tumbler “Tank Day”

Krisis bermula ketika Starbucks Korea meluncurkan promosi diskon untuk produk tumbler seri “Tank” pada 18 Mei 2026. Tanggal tersebut bertepatan dengan peringatan nasional Tragedi Gwangju, salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah demokrasi Korea Selatan.

Sebagian masyarakat menilai penggunaan istilah “Tank Day” pada tanggal tersebut tidak sensitif karena mengingatkan publik pada operasi militer yang terjadi saat gerakan pro-demokrasi Gwangju pada tahun 1980.

Kontroversi tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu reaksi keras dari masyarakat. Sejumlah pelanggan menyatakan kekecewaan mereka, bahkan muncul seruan boikot terhadap Starbucks Korea di berbagai daerah.

Dampak Boikot Terhadap Bisnis Starbucks Korea

Lembaga analisis pasar IGAWorks melaporkan bahwa transaksi pembayaran di Starbucks Korea sempat mengalami penurunan signifikan setelah kontroversi mencuat.

Meski pada awal Juni terjadi pemulihan sebagian, volume transaksi masih berada jauh di bawah kondisi normal sebelum krisis terjadi. Situasi ini menunjukkan bahwa dampak reputasi perusahaan masih terasa di kalangan konsumen.

Baca Juga :  Promo Harian Shopee untuk Seller, Cara Naikkan Penjualan Cepat

Selain itu, beberapa instansi pemerintah dilaporkan menghentikan kerja sama dengan Starbucks Korea sebagai bentuk respons terhadap kontroversi tersebut.

Pemilik Starbucks Korea Ikut Pelatihan Sejarah

Ketua Shinsegae Group, Chung Yong-jin, yang merupakan pemegang lisensi Starbucks Korea, dijadwalkan mengikuti pelatihan sejarah bersama jajaran manajemen perusahaan.

Pihak Shinsegae menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan sekaligus upaya mencegah kesalahan serupa terjadi di masa mendatang.

Meski sebagian besar gerai akan ditutup sementara, beberapa lokasi yang berada di kawasan bandara internasional tetap beroperasi untuk melayani pelanggan.

Investigasi Internal Ungkap Peran AI

Hasil investigasi internal mengungkap bahwa tim pemasaran menggunakan masukan dari teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam penyusunan konsep promosi.

Namun demikian, perusahaan juga menemukan adanya kelemahan dalam proses pengawasan internal. Beberapa pejabat yang menyetujui kampanye tersebut diketahui tidak meninjau secara menyeluruh materi promosi yang telah disiapkan.

Fakta tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pentingnya verifikasi manusia dalam penggunaan teknologi AI untuk kebutuhan pemasaran dan komunikasi publik.

Direktur Utama Dicopot dari Jabatan

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Starbucks Korea mengambil tindakan tegas dengan memberhentikan direktur utama perusahaan pada hari yang sama ketika kontroversi memuncak.

Chung Yong-jin juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Korea Selatan. Dalam konferensi pers yang disiarkan secara nasional, ia menyampaikan penyesalan mendalam atas insiden tersebut.

Sementara itu, kantor pusat Starbucks di Seattle, Amerika Serikat, turut mengirimkan surat permintaan maaf kepada Yayasan 18 Mei yang mewakili keluarga korban Tragedi Gwangju.

Baca Juga :  Kronologi Wabah Hantavirus Klaster MV Hondius

Masuk Ranah Hukum

Meskipun investigasi internal perusahaan tidak menemukan indikasi kesengajaan, kasus tersebut kini turut menjadi perhatian aparat penegak hukum.

Media lokal melaporkan bahwa pihak kepolisian Seoul telah membuka penyelidikan terhadap sejumlah pihak terkait guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran hukum dalam kasus tersebut.

Tragedi Gwangju Masih Menjadi Isu Sensitif

Tragedi Gwangju 1980 merupakan salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah Korea Selatan modern. Peristiwa tersebut menjadi simbol perjuangan demokrasi sekaligus meninggalkan luka sosial yang masih dirasakan hingga saat ini.

Karena itu, segala bentuk promosi atau kampanye yang dianggap berkaitan dengan tragedi tersebut sering kali mendapat perhatian serius dari masyarakat maupun pemerintah.

Kasus Starbucks Korea menjadi pengingat bahwa perusahaan global perlu mempertimbangkan konteks sejarah dan budaya lokal sebelum meluncurkan kampanye pemasaran, terutama pada tanggal-tanggal yang memiliki makna penting bagi masyarakat.

FAQ

Mengapa Starbucks Korea menutup seluruh gerainya?
Starbucks Korea menutup sementara gerainya untuk memberikan pelatihan sejarah dan kepekaan sosial kepada seluruh karyawan setelah muncul kontroversi promosi.

Apa yang memicu kontroversi Starbucks Korea?
Kontroversi muncul karena promosi tumbler “Tank Day” diluncurkan bertepatan dengan peringatan Tragedi Gwangju yang sangat sensitif bagi masyarakat Korea Selatan.

Berapa jumlah gerai yang ditutup?
Lebih dari 2.000 gerai Starbucks di Korea Selatan terdampak penutupan sementara tersebut.

Apakah AI terlibat dalam kampanye promosi tersebut?
Investigasi internal menyebut tim pemasaran menggunakan masukan dari teknologi AI dalam penyusunan kampanye promosi.

Apa dampak kontroversi terhadap Starbucks Korea?
Perusahaan menghadapi boikot konsumen, penurunan transaksi, kerugian finansial, serta penyelidikan hukum terhadap sejumlah pihak terkait.

Berita Terkait

Pizza Hut Resmi Dijual Rp26,6 Triliun
Cek Harga Toyota Agya, Calya, Brio Satya, Ayla dan Sigra Juni 2026
Danantara Pangkas Ratusan Entitas BUMN, Ini Nasib Karyawannya
Asing Borong Saham GOTO Rp238 Miliar
DJP Catat 50 Ribu Wajib Pajak Baru Berkat Coretax, Penerimaan Pajak Melonjak hingga Rp834 Triliun
Target Pajak Rp2.357 Triliun! DJP Buru Wajib Pajak Dormant, Coretax Jadi Senjata Baru Negara
Kabur Sejak 1996 Eddy Tansil Belum Tertangkap, Aset Senilai Rp 82 Miliar Berhasil Dipulihkan Negara
Insentif Dapur MBG Tak Lagi Rp 6 Juta per Hari
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:04 WIB

Pizza Hut Resmi Dijual Rp26,6 Triliun

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:08 WIB

Cek Harga Toyota Agya, Calya, Brio Satya, Ayla dan Sigra Juni 2026

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:00 WIB

Danantara Pangkas Ratusan Entitas BUMN, Ini Nasib Karyawannya

Kamis, 18 Juni 2026 - 02:00 WIB

Asing Borong Saham GOTO Rp238 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 - 00:05 WIB

Starbucks Tutup 2.000 Gerai Usai Kontroversi Promo

Berita Terbaru

Bisnis

Pizza Hut Resmi Dijual Rp26,6 Triliun

Kamis, 18 Jun 2026 - 16:04 WIB