SUNGAIPENUH – Sejumlah nasabah Bank Jambi melaporkan adanya pengurangan saldo tabungan dengan nilai bervariasi, berkisar antara Rp20 juta hingga Rp24 juta. Mayoritas nasabah yang terdampak diketahui berlatar belakang aparatur sipil negara (ASN).
Salah seorang nasabah mengaku baru mengetahui saldo tabungannya berkurang setelah melakukan pengecekan langsung di teller. “Uang kami di tabungan berkurang Rp24 juta. Sudah dilakukan pengecekan. Begitu juga yang lain,” ujarnya.
Menanggapi laporan tersebut, manajemen Bank Jambi memberikan klarifikasi resmi. Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi, menyatakan pihaknya tengah melakukan penelusuran menyeluruh terkait dugaan anomali transaksi.
“Saat ini kami masih melakukan penelusuran. Hari ini, insyaallah audit forensik akan segera bekerja untuk memastikan berapa total kerugian nasabah dan nasabah yang terverifikasi,” kata Khairul Suhairi, Senin (23/2/2026), di Gedung Mahligai Bank Jambi.
Ia menjelaskan, hasil investigasi akan menjadi dasar penentuan langkah lanjutan, termasuk pelaporan kepada pihak berwenang. Bank Jambi juga memastikan proses penanganan dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Sebagai langkah mitigasi risiko, Bank Jambi untuk sementara menonaktifkan sejumlah kanal layanan, termasuk ATM dan mobile banking. Kebijakan ini diambil guna mencegah potensi risiko lanjutan selama proses investigasi berlangsung.
Khairul Suhairi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Ia menegaskan perlindungan hak nasabah menjadi prioritas utama.
“Kami menghimbau masyarakat untuk tetap tenang. Sesuai dengan ketentuan, Bank Jambi berkomitmen apabila nasabah mengalami kerugian akan mengganti secara penuh, baik akibat kesalahan Bank Jambi maupun pihak ketiga,” tegasnya. (fyo)
Penulis : Fanda Yosephta
Editor : Fanda Yosephta









