Kepala Digigit Singa, Ajaibnya Dia Masih Hidup

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 10 Desember 2025 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA-Sebuah temuan arkeologis di Bulgaria mengungkap kisah tragis seorang laki-laki muda yang diyakini pernah diserang singa sekitar 6.000 tahun lalu. Meski mengalami luka serius, analisis menunjukkan bahwa ia sempat bertahan hidup sebelum akhirnya meninggal di usia antara 18 hingga 25 tahun.

Kerangka pemuda tersebut ditemukan di area pemakaman dekat situs Kozareva Mogila, kawasan yang berasal dari milenium kelima sebelum masehi di Bulgaria timur. Pemeriksaan terhadap tulang belulangnya menunjukkan sejumlah luka parah pada bagian tengkorak, lengan, dan kaki, yang diduga kuat akibat serangan hewan besar.

Untuk memastikan penyebab luka, para peneliti membandingkan jejak pada tulang korban dengan gigi beberapa jenis karnivora. Hasil analisis memperlihatkan bahwa pola luka tersebut paling sesuai dengan gigitan singa. “Analisis lesi menunjukkan bahwa individu tersebut diserang oleh singa, dijatuhkan, dan digigit beberapa kali,” tulis tim peneliti seperti dikutip dari IFL Science.

Baca Juga :  Emas Turun, Bitcoin Naik: Ada Pergeseran Safe Haven?

Keberadaan singa di Bulgaria mungkin terdengar ganjil bagi masyarakat modern. Namun, penelitian menunjukkan bahwa antara Zaman Neolitikum hingga Zaman Besi, singa pernah hidup di kawasan Balkan. Kondisi iklim saat itu dinilai cukup mendukung sehingga memungkinkan spesies kucing besar Afrika tersebut menyebar ke wilayah tersebut sekitar 8.000 tahun lalu.

Hingga kini, belum jelas bagaimana pemuda itu bisa berhadapan dengan singa tersebut. Tim peneliti tidak memiliki cukup bukti untuk memastikan apakah ia menjadi korban serangan tak disengaja atau justru tengah melakukan kegiatan berburu. “Apakah predator memburu mangsa yang rentan, atau apakah seorang pemuda dari desa prasejarah melakukan salah satu ekspedisi berburu pertamanya, belum dapat dipastikan,” ujar peneliti.

Cedera yang dialaminya tergolong berat. Sebuah lubang besar ditemukan pada bagian tengkoraknya, yang kemungkinan menimbulkan gangguan neurologis serius. Sementara kerusakan di lengan dan kaki diduga membuat korban mengalami kesulitan bergerak maupun melakukan aktivitas fisik.

Baca Juga :  Tiba di Paris, Presiden Prabowo Hadiri Jamuan Malam Presiden Macron di Istana Élysée

Menariknya, sebagian besar luka menunjukkan tanda-tanda penyembuhan. Hal ini mengindikasikan bahwa pemuda tersebut hidup cukup lama setelah peristiwa tragis itu. Temuan lain dari lokasi yang sama mengungkap bahwa masyarakat Eneolitikum di wilayah itu memiliki pengetahuan medis yang relatif maju, termasuk prosedur operasi tengkorak atau trepanasi.

Meski korban tidak menunjukkan tanda-tanda pernah menjalani prosedur tersebut, para peneliti menduga ia tetap mendapatkan perawatan, terutama dalam hal pengurangan rasa sakit dan penanganan peradangan, sebagaimana teknik medis yang digunakan pada masa itu. Penelitian juga menilai integritas fungsi otaknya kemungkinan telah terdampak berat akibat serangan tersebut.

“Namun demikian, ia hidup dan dirawat oleh masyarakatnya, yang menunjukkan bahwa komunitas tersebut memberikan perhatian terhadap anggota mereka yang mengalami disabilitas,” tulis tim peneliti. Studi lengkap mengenai temuan ini telah dipublikasikan dalam Journal of Archaeological Science: Reports. (***)

Berita Terkait

Malaysia Borong 1 Juta Barel Minyak dari Irak: Strategi Darurat Hadapi Krisis Energi Global 2026
Justin Bieber Comeback di Coachella 2026, Tampil Spektakuler dan Penuh Nostalgia
Empat Astronaut Artemis II Kembali ke Bumi, Pecahkan Rekor Jarak Terjauh
Arab Saudi Beri Diskon Haji 2026 Lewat Kartu Nusuk, Ini Keuntungannya
China Tutup Wilayah Udara 40 Hari, Ada Apa?
Astronaut NASA Foto Bulan Pakai iPhone 17 Pro Max, Ini Faktanya
Cara Warren Buffett Lawan Inflasi: Fokus pada 3 Aset Ini
PHK Massal Oracle Capai 30 Ribu Karyawan, Ini Penyebabnya
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 07:51 WIB

Malaysia Borong 1 Juta Barel Minyak dari Irak: Strategi Darurat Hadapi Krisis Energi Global 2026

Selasa, 14 April 2026 - 02:00 WIB

Justin Bieber Comeback di Coachella 2026, Tampil Spektakuler dan Penuh Nostalgia

Minggu, 12 April 2026 - 02:00 WIB

Empat Astronaut Artemis II Kembali ke Bumi, Pecahkan Rekor Jarak Terjauh

Jumat, 10 April 2026 - 12:00 WIB

Arab Saudi Beri Diskon Haji 2026 Lewat Kartu Nusuk, Ini Keuntungannya

Jumat, 10 April 2026 - 06:00 WIB

China Tutup Wilayah Udara 40 Hari, Ada Apa?

Berita Terbaru

Ekonomi

Lampu Hias Ruang Tamu Modern 2026, Bikin Rumah Lebih Estetik

Sabtu, 25 Apr 2026 - 17:00 WIB