KERINCI — Awal musim tanam di Desa Kemantan Raya, Kecamatan Air Hangat Timur, berlangsung dengan ritme yang lebih hidup dari biasanya. Pada Sabtu pagi, kawasan persawahan yang dikelilingi perbukitan itu menjadi titik temu antara para petani dan Bupati Kerinci, Monadi, yang datang menyerahkan bantuan alat pertanian dan benih padi.
Di hadapan warga, Monadi menyerahkan mesin hidrotiller jenis “kura-kura” serta benih unggul untuk mendukung percepatan penanaman serentak. Bantuan itu disebut sebagai bagian dari upaya memperbaiki produktivitas pertanian Kerinci, yang selama ini menjadi nadi ekonomi masyarakat pedesaan.
Sentuhan Awal untuk Musim Baru
Penyerahan bantuan dipadukan dengan prosesi simbolis tanam padi. Di pematang sawah yang basah, Monadi ikut menancapkan bibit ke lumpur bersama para petani. Gambarannya sederhana, tetapi menyiratkan dorongan pemerintah agar sektor pangan di Kerinci kembali bergerak lebih stabil di tengah segala keterbatasan yang dihadapi petani.
“Kita ingin memastikan para petani tidak berjalan sendiri,” ujar Monadi dalam kesempatan itu.
Ia menegaskan bahwa dukungan pemerintah bukan hanya soal alat dan benih, tapi juga pendampingan dan kepastian bahwa petani menjadi prioritas pembangunan daerah.
Harapan Petani dan Tantangan Lama
Bagi warga Kemantan Raya, bantuan hidrotiller kura-kura jelas melegakan. Selama ini mereka masih banyak mengandalkan alat tanam manual, sementara biaya sewa alat pertanian modern tergolong tinggi. Mesin ini diharapkan mampu mempercepat proses olah tanah sehingga tanam serentak benar-benar bisa tercapai.
Namun, para petani mengingatkan bahwa tantangan utama — mulai dari ketersediaan air, pupuk, hingga harga gabah — masih memerlukan perhatian pemerintah. Program penanaman serentak dianggap langkah positif, tetapi harus dibarengi kebijakan hilir yang mampu menjaga nilai ekonomi hasil panen.
Sinyal Politik dan Komitmen Pangan
Kehadiran Monadi di sawah Kemantan Raya dinilai sebagian warga sebagai sinyal bahwa sektor pangan akan menjadi fokus pemerintahannya. Di tengah isu krisis beras nasional, langkah memperkuat hulu produksi menjadi sangat strategis.
Dengan dimulainya musim tanam di Kemantan Raya, roda pertanian Kerinci kembali bergerak. Di lahan berlumpur itulah, harapan baru tumbuh — bahwa musim ini, bantuan dan perhatian pemerintah benar-benar berbuah pada hasil panen yang lebih baik.(fyo)
Penulis : Fanda Yosephta
Editor : Dedi Dora









