HYPE Masih Murah? CEO Hyperion Sebut Hyperliquid Bisa Jadi ‘Ethereum Baru’, Investor Mulai Melirik

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NEW YORK – Token HYPE kembali menjadi perbincangan di pasar kripto global setelah CEO Hyperion DeFi, Hyunsu Jung, menyatakan bahwa investor masih belum sepenuhnya menghargai potensi besar Hyperliquid. Menurutnya, pasar saat ini masih melihat Hyperliquid sebagai bursa terdesentralisasi biasa, padahal proyek tersebut sedang berkembang menjadi ekosistem blockchain yang lebih luas.

Pernyataan itu muncul ketika valuasi Hyperliquid sempat mendekati US$75 miliar sebelum terjadi koreksi harga. Angka tersebut menempatkan proyek ini sejajar dengan sejumlah perusahaan keuangan besar dunia. Namun Jung menilai nilai sebenarnya masih lebih tinggi karena Hyperliquid memiliki peluang berkembang layaknya jaringan blockchain besar yang menopang berbagai aplikasi keuangan digital.

Dalam beberapa bulan terakhir, HYPE menjadi salah satu aset kripto dengan performa paling menonjol. Token ini sempat mencetak rekor tertinggi di atas US$76 sebelum mengalami aksi ambil untung. Kenaikan tersebut didukung oleh pertumbuhan pendapatan platform, meningkatnya aktivitas perdagangan, serta program buyback token yang terus berjalan.

Daya tarik utama Hyperliquid berada pada kemampuannya menghasilkan arus kas yang kuat. Berbeda dengan banyak proyek kripto yang masih mengandalkan spekulasi, Hyperliquid memperoleh pendapatan dari aktivitas perdagangan nyata. Bahkan lebih dari 41 juta token HYPE telah dibeli kembali menggunakan biaya transaksi yang dihasilkan jaringan.

Baca Juga :  MicroStrategy Jual Bitcoin untuk Pertama Kalinya Sejak 2022, Sinyal Baru bagi Investor Kripto dan Pasar Aset Digital

Investor juga menyoroti keberhasilan produk baru Hyperliquid, termasuk kontrak perpetual HIP-3 yang terkait dengan saham perusahaan swasta seperti SpaceX. Produk tersebut mencatat volume transaksi mencapai US$1,4 miliar pada hari pertama peluncurannya, menunjukkan tingginya minat pasar terhadap inovasi yang ditawarkan ekosistem Hyperliquid.

Jung membandingkan peluang Hyperliquid dengan Ethereum pada masa awal pertumbuhannya. Menurutnya, jika semakin banyak aplikasi DeFi dibangun di atas jaringan Hyperliquid, maka permintaan terhadap token HYPE dapat meningkat signifikan. Kondisi ini berpotensi menciptakan sumber pendapatan baru sekaligus memperkuat fundamental token dalam jangka panjang.

Selain faktor teknologi, regulasi yang semakin jelas di Amerika Serikat juga dinilai menjadi katalis penting. Kehadiran ETF berbasis HYPE serta meningkatnya minat investor institusi dapat membuka arus modal baru ke dalam ekosistem Hyperliquid. Sejumlah produk investasi yang terkait HYPE bahkan telah mencatat arus masuk dana yang cukup besar sepanjang tahun ini.

Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan risiko volatilitas pasar kripto. Beberapa analis menilai HYPE masih rentan terhadap aksi profit taking setelah reli besar yang terjadi sepanjang tahun. Namun selama aktivitas jaringan, volume perdagangan, dan program buyback terus meningkat, banyak pelaku pasar percaya HYPE masih memiliki peluang mencetak rekor harga baru dalam beberapa tahun mendatang.

Baca Juga :  Harga Kripto Hari Ini 16 Juni 2026: Bitcoin Tembus US$66 Ribu, XRP Melonjak 3%, Ethereum Pimpin Reli Altcoin

FAQ

Apa itu HYPE?

HYPE adalah token asli dari ekosistem Hyperliquid yang digunakan untuk staking, insentif jaringan, dan berbagai aktivitas dalam blockchain Hyperliquid.

Mengapa harga HYPE naik?

Kenaikan harga didorong oleh pertumbuhan volume perdagangan, program buyback token, arus dana ETF, serta ekspansi ekosistem Hyperliquid.

Apakah Hyperliquid pesaing Ethereum?

Belum secara langsung, tetapi sejumlah analis melihat Hyperliquid berpotensi berkembang menjadi ekosistem blockchain yang mendukung berbagai aplikasi DeFi seperti Ethereum.

Apakah HYPE masih layak dikoleksi?

Keputusan investasi bergantung pada profil risiko masing-masing investor. HYPE memiliki fundamental yang kuat, tetapi tetap termasuk aset kripto dengan volatilitas tinggi.

Berapa rekor harga tertinggi HYPE?

HYPE sempat mencetak rekor tertinggi di atas US$76 sebelum mengalami koreksi harga. (Tim)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Review Acer Predator Helios Neo 16 AI: Laptop Gaming Kencang dengan Harga Lebih Terjangkau?
7 Ciri-Ciri HP Disadap yang Wajib Diwaspadai, Begini Cara Mengatasinya
LIMS vs Hacker: Begini Perbedaan Penyadapan Legal dan Ilegal
5 HP Terbaru November 2026, Harga Mulai Rp3 Jutaan hingga Rp11 Juta
Tak Perlu Langganan Microsoft Office? Kenali 3 Aplikasi Gratis Buatan AI Ini
Marvell Beli Lumentum, Transaksi Rp2.094 Triliun Jadi Sorotan Industri Teknologi
Xiaomi 18 Pro dan Pro Max Segera Hadir di Indonesia, Ini Bocoran Spesifikasi dan Harganya
Power Bank Xiaomi Ultra Thin 10.000mAh Resmi Diperkenalkan, Desain Tipis dan Baterai Jumbo
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 15:05 WIB

Review Acer Predator Helios Neo 16 AI: Laptop Gaming Kencang dengan Harga Lebih Terjangkau?

Kamis, 5 November 2026 - 12:00 WIB

7 Ciri-Ciri HP Disadap yang Wajib Diwaspadai, Begini Cara Mengatasinya

Kamis, 5 November 2026 - 08:00 WIB

LIMS vs Hacker: Begini Perbedaan Penyadapan Legal dan Ilegal

Kamis, 5 November 2026 - 05:00 WIB

5 HP Terbaru November 2026, Harga Mulai Rp3 Jutaan hingga Rp11 Juta

Kamis, 5 November 2026 - 04:00 WIB

Tak Perlu Langganan Microsoft Office? Kenali 3 Aplikasi Gratis Buatan AI Ini

Berita Terbaru