TEKNOLOGI-Pasar laptop global memasuki 2026 dengan tantangan baru. Sejumlah produsen mulai melakukan penyesuaian harga di tengah tekanan biaya komponen dan kelangkaan chip memori dunia.
Salah satu sorotan datang dari peluncuran terbaru MacBook Pro dengan chip M5 series oleh Apple Inc.**. Harga lini anyar tersebut tercatat lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya, memperkuat prediksi tren kenaikan harga laptop tahun ini.
Harga MacBook Pro M5 Resmi Naik
Model 14 inci dengan chip M5 kini dibanderol mulai US$1.699, naik dari US$1.599 pada generasi sebelumnya. Meski harga meningkat, Apple meningkatkan kapasitas penyimpanan dasar menjadi 1TB.
Varian 14 inci dengan M5 Pro dipasarkan mulai US$2.199, sementara model 16 inci dengan M5 Pro dijual mulai US$2.699. Untuk versi tertinggi dengan M5 Max, harga mencapai US$3.599 (14 inci) dan US$3.899 (16 inci).
Spesifikasi yang ditawarkan mencakup konfigurasi CPU hingga 18 inti dan GPU hingga 40 inti, serta RAM mulai 24GB dan 48GB.
Dampak Krisis Chip Global
Kenaikan harga ini terjadi di tengah kelangkaan chip memori yang dipicu lonjakan kebutuhan komputasi kecerdasan buatan (AI). Produsen chip kini lebih fokus memproduksi memori berteknologi tinggi seperti HBM (High Bandwidth Memory) yang digunakan untuk server AI.
Akibatnya, pasokan chip untuk laptop dan perangkat elektronik konsumen menjadi terbatas. Situasi ini mendorong biaya produksi meningkat secara signifikan.
Analis dari Morningstar dan JPMorgan Chase memperkirakan harga perangkat teknologi bisa naik 5–20 persen hingga 2027.
Produsen Global Ikut Menyesuaikan
Penyesuaian harga tidak hanya dilakukan Apple. ASUS menyatakan akan melakukan penyesuaian harga laptop di Indonesia akibat dinamika rantai pasok global.
Sementara itu, Lenovo Group juga mengakui telah menaikkan harga untuk mengimbangi lonjakan biaya chip memori. CEO Lenovo, Yang Yuanqing, menyebut tekanan terhadap penjualan unit PC kemungkinan terjadi, meski perusahaan tetap menargetkan pertumbuhan pendapatan.
Dengan kondisi tersebut, 2026 diprediksi menjadi tahun penuh tantangan bagi konsumen yang ingin membeli laptop baru. Kenaikan harga tampaknya bukan fenomena sementara, melainkan bagian dari pergeseran besar dalam industri semikonduktor global.









