EKONOMI-Pergerakan harga Bitcoin kembali menunjukkan sinyal positif setelah sempat tertekan pada akhir pekan lalu. Aset kripto terbesar di dunia ini kini mulai pulih dan membuka peluang kenaikan ke level yang lebih tinggi.
Pada perdagangan Selasa (24/3/2026), harga Bitcoin tercatat naik sekitar 3,1% dan berada di kisaran US$ 70.352. Sebelumnya, Bitcoin sempat turun di bawah US$ 68.000 akibat tekanan pasar global.
Dipengaruhi Ketegangan Geopolitik
Pemulihan harga Bitcoin tidak lepas dari perkembangan situasi geopolitik, khususnya hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.
Laporan pasar menyebutkan bahwa keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menghentikan sementara serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari memberikan sentimen positif bagi pasar global.
Kebijakan tersebut dinilai mampu meredakan kekhawatiran investor terhadap lonjakan harga energi dan risiko inflasi. Meskipun pihak Iran membantah adanya pembicaraan diplomatik, pasar terlihat tetap merespons secara optimistis.
Pergerakan Masih Fluktuatif
Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin sempat bergerak mendekati US$ 71.000 sebelum akhirnya mengalami fluktuasi ringan. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar masih dalam fase konsolidasi.
Pelaku pasar pun diminta tetap waspada terhadap berbagai sentimen eksternal yang dapat mempengaruhi arah pergerakan harga, terutama terkait stabilitas energi global dan kebijakan ekonomi.
Potensi Naik ke US$ 76.000
Sejumlah analis menilai bahwa Bitcoin berpeluang melanjutkan tren kenaikan jika kondisi global tetap kondusif. Salah satu faktor penting adalah stabilitas harga minyak dan kelancaran distribusi energi di jalur strategis seperti Selat Hormuz.
Jika tekanan inflasi mereda, ekspektasi penurunan suku bunga dapat kembali muncul, yang biasanya menjadi sentimen positif bagi aset berisiko seperti kripto.
Dalam skenario tersebut, Bitcoin berpotensi menguji level resistensi di kisaran US$ 74.000 hingga US$ 76.000, yang selama ini menjadi batas atas pergerakan harga dalam beberapa pekan terakhir.
Risiko Koreksi Masih Ada
Namun demikian, risiko penurunan tetap membayangi. Jika ketegangan geopolitik kembali meningkat atau pasokan energi terganggu, harga minyak bisa melonjak dan memicu inflasi.
Situasi tersebut berpotensi membuat investor kembali menghindari aset berisiko, termasuk Bitcoin. Jika itu terjadi, harga Bitcoin diperkirakan bisa kembali turun ke kisaran pertengahan US$ 60.000.
Kesimpulan
Pemulihan harga Bitcoin saat ini menunjukkan adanya optimisme pasar, namun masih sangat bergantung pada dinamika global. Faktor geopolitik, inflasi, dan kebijakan moneter akan menjadi penentu utama arah pergerakan selanjutnya.
Investor disarankan tetap berhati-hati dan memperhatikan perkembangan terbaru sebelum mengambil keputusan investasi.









