Harga Bitcoin Naik Lagi, Berpotensi Tembus US$ 76.000

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 24 Maret 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI-Pergerakan harga Bitcoin kembali menunjukkan sinyal positif setelah sempat tertekan pada akhir pekan lalu. Aset kripto terbesar di dunia ini kini mulai pulih dan membuka peluang kenaikan ke level yang lebih tinggi.

Pada perdagangan Selasa (24/3/2026), harga Bitcoin tercatat naik sekitar 3,1% dan berada di kisaran US$ 70.352. Sebelumnya, Bitcoin sempat turun di bawah US$ 68.000 akibat tekanan pasar global.

Dipengaruhi Ketegangan Geopolitik

Pemulihan harga Bitcoin tidak lepas dari perkembangan situasi geopolitik, khususnya hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.

Laporan pasar menyebutkan bahwa keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menghentikan sementara serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari memberikan sentimen positif bagi pasar global.

Kebijakan tersebut dinilai mampu meredakan kekhawatiran investor terhadap lonjakan harga energi dan risiko inflasi. Meskipun pihak Iran membantah adanya pembicaraan diplomatik, pasar terlihat tetap merespons secara optimistis.

Baca Juga :  Bukan Bitcoin! 7 Kategori Kripto Ini Tumbuh Ribuan Persen dalam Dua Tahun Terakhir

Pergerakan Masih Fluktuatif

Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin sempat bergerak mendekati US$ 71.000 sebelum akhirnya mengalami fluktuasi ringan. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar masih dalam fase konsolidasi.

Pelaku pasar pun diminta tetap waspada terhadap berbagai sentimen eksternal yang dapat mempengaruhi arah pergerakan harga, terutama terkait stabilitas energi global dan kebijakan ekonomi.

Potensi Naik ke US$ 76.000

Sejumlah analis menilai bahwa Bitcoin berpeluang melanjutkan tren kenaikan jika kondisi global tetap kondusif. Salah satu faktor penting adalah stabilitas harga minyak dan kelancaran distribusi energi di jalur strategis seperti Selat Hormuz.

Jika tekanan inflasi mereda, ekspektasi penurunan suku bunga dapat kembali muncul, yang biasanya menjadi sentimen positif bagi aset berisiko seperti kripto.

Baca Juga :  Cara Belanja Online Gratis Biaya Admin Pakai DANA, Ini Panduannya

Dalam skenario tersebut, Bitcoin berpotensi menguji level resistensi di kisaran US$ 74.000 hingga US$ 76.000, yang selama ini menjadi batas atas pergerakan harga dalam beberapa pekan terakhir.

Risiko Koreksi Masih Ada

Namun demikian, risiko penurunan tetap membayangi. Jika ketegangan geopolitik kembali meningkat atau pasokan energi terganggu, harga minyak bisa melonjak dan memicu inflasi.

Situasi tersebut berpotensi membuat investor kembali menghindari aset berisiko, termasuk Bitcoin. Jika itu terjadi, harga Bitcoin diperkirakan bisa kembali turun ke kisaran pertengahan US$ 60.000.

Kesimpulan

Pemulihan harga Bitcoin saat ini menunjukkan adanya optimisme pasar, namun masih sangat bergantung pada dinamika global. Faktor geopolitik, inflasi, dan kebijakan moneter akan menjadi penentu utama arah pergerakan selanjutnya.

Investor disarankan tetap berhati-hati dan memperhatikan perkembangan terbaru sebelum mengambil keputusan investasi.

Berita Terkait

Bos Kresna Life Ditangkap, Dana Nasabah Rp4,55 Triliun Masih Menggantung
Resmi Mulai 1 Juli 2026, GoTo dan Grab Terapkan Potongan Tarif Ojol 8 Persen
Tiga Negara Sudah Angkat Koper dari Piala Dunia 2026, Ini Daftarnya
Bumi Resources Tahan Laba Bersih 2025, Fokus Diversifikasi Bisnis Non Batu Bara
Kurir Online Terancam Punah? Raja E-Commerce China Ungkap Robot Bakal Ambil Alih Pengiriman Paket
Program Insentif Kendaraan Listrik Ditunda, Ini Penjelasan Pemerintah
Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Ini Data yang Akan Ditanyakan Petugas BPS
Saldo JHT Bisa Dicairkan Saat Masih Bekerja, Ini Syarat dan Caranya
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:09 WIB

Bos Kresna Life Ditangkap, Dana Nasabah Rp4,55 Triliun Masih Menggantung

Rabu, 24 Juni 2026 - 05:00 WIB

Resmi Mulai 1 Juli 2026, GoTo dan Grab Terapkan Potongan Tarif Ojol 8 Persen

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:03 WIB

Tiga Negara Sudah Angkat Koper dari Piala Dunia 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Juni 2026 - 00:05 WIB

Bumi Resources Tahan Laba Bersih 2025, Fokus Diversifikasi Bisnis Non Batu Bara

Selasa, 23 Juni 2026 - 23:02 WIB

Kurir Online Terancam Punah? Raja E-Commerce China Ungkap Robot Bakal Ambil Alih Pengiriman Paket

Berita Terbaru

Internasional

Tiga Negara Sudah Angkat Koper dari Piala Dunia 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Jun 2026 - 04:03 WIB