Google Setuju Bayar Rp 2,2 Triliun, Ini Syarat Pengguna Android Menerimanya

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEKNOLOGI-Google harus merogoh kocek sangat dalam untuk menuntaskan persoalan hukum yang menjerat perusahaannya. Raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu sepakat mengeluarkan dana sebesar US$135 juta atau sekitar Rp 2,2 triliun sebagai bagian dari penyelesaian gugatan terkait pengumpulan data pengguna Android.

Kasus ini bermula dari tudingan bahwa Google melalui sistem operasi Android telah mengumpulkan data seluler pengguna tanpa persetujuan yang jelas. Gugatan tersebut mencakup pengguna perangkat Android sejak 12 November 2017, yang kini berhak menerima kompensasi dari hasil penyelesaian perkara tersebut.

Para penggugat menilai Google mengambil data seluler yang sebenarnya dibeli pengguna dari operator telekomunikasi. Yang menjadi sorotan, pengumpulan data tersebut diduga tetap berlangsung meskipun pengguna telah menutup aplikasi Google, mematikan fitur berbagi lokasi, hingga mengunci layar ponsel.

Baca Juga :  Aplikasi Penghasil Uang 2026 Tanpa Modal: 10 Pilihan Resmi yang Bisa Dicoba dari HP

Data yang dikumpulkan itu disebut-sebut dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan berbagai layanan Google, sekaligus menunjang kebutuhan kampanye iklan yang lebih terarah dan personal. Praktik tersebut kemudian dianggap melanggar privasi pengguna karena dilakukan tanpa izin yang transparan.

Meski menyetujui penyelesaian perkara dan membayar dana kompensasi dalam jumlah besar, Google menegaskan tidak mengakui adanya pelanggaran hukum. Perusahaan menyatakan kesepakatan ini diambil untuk mengakhiri proses hukum yang berlarut-larut, bukan sebagai pengakuan kesalahan.

Dalam rangkaian penyelesaian ini, Google juga berkomitmen melakukan sejumlah perubahan kebijakan. Salah satunya, perusahaan memastikan tidak lagi mengirimkan data pengguna tanpa persetujuan eksplisit saat proses pengaturan awal perangkat Android.

Baca Juga :  MAXBY MAX7200 SSD NVMe Gen 4 Tembus 7.200 MB/s, Cocok untuk Gamer dan Kreator

Selain itu, Google akan memberikan kemudahan bagi pengguna untuk menghentikan atau melanjutkan transfer data melalui pengaturan yang lebih jelas dan mudah diakses. Aktivitas pengumpulan data tersebut juga akan dijelaskan secara lebih terbuka dalam persyaratan layanan Google Play.

Pengacara pihak penggugat, Glen Summers, menyebut nilai pembayaran yang disepakati Google menjadi salah satu yang terbesar dalam perkara sejenis terkait privasi data. Namun, besaran dana yang diterima setiap pengguna tetap dibatasi, yakni maksimal US$100 atau sekitar Rp 1,6 juta per orang.

Berita Terkait

Samsung Galaxy A07s Rp2,69 Juta, Ini Spesifikasi Lengkap dan Bonus Pembeliannya
Lenovo IdeaPad Vibe Punya 7 Warna Pantone, Ini Bocoran Spesifikasinya
Galaxy S26 FE vs S25 FE, Mana yang Lebih Layak Dibeli pada 2026?
Kargo Nvidia RTX 5090 Senilai Rp 7,8 Miliar Hilang di Bandara Brasil
Redmi Book 16 2027 Dikabarkan Pakai Intel Wildcat Lake, Ini Keunggulan dan Komprominya
MSI Katana 15 HX 2026 Punya Layar QHD 165Hz, RAM Bisa Upgrade 96GB
ASUS ROG Xbox Ally X20 Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Rp46,99 Juta dan Spesifikasi Lengkap
Samsung Galaxy A08 Punya RAM Plus dan Split Screen, Ini Cara Menggunakannya
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Samsung Galaxy A07s Rp2,69 Juta, Ini Spesifikasi Lengkap dan Bonus Pembeliannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Lenovo IdeaPad Vibe Punya 7 Warna Pantone, Ini Bocoran Spesifikasinya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Galaxy S26 FE vs S25 FE, Mana yang Lebih Layak Dibeli pada 2026?

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Kargo Nvidia RTX 5090 Senilai Rp 7,8 Miliar Hilang di Bandara Brasil

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Redmi Book 16 2027 Dikabarkan Pakai Intel Wildcat Lake, Ini Keunggulan dan Komprominya

Berita Terbaru