JAKARTA — Gaji manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mencapai Rp9,3 juta per bulan. Pemerintah tetap membayar gaji tersebut meskipun sebagian koperasi belum beroperasi penuh.
Kementerian Koperasi (Kemenkop) menjelaskan, manajer tetap menjalankan tugas persiapan usaha sebelum koperasi beroperasi secara optimal. Kegiatan tersebut meliputi pemetaan kebutuhan ritel, konsolidasi produk, serta penyiapan kebutuhan operasional.
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari, menyebut gaji manajer berkisar Rp6,8 juta hingga Rp9,3 juta. Besarannya mengikuti upah minimum kabupaten/kota (UMK) dan mendapat tambahan tunjangan umum.
Pemerintah juga telah menganggarkan pembayaran gaji manajer untuk periode Oktober hingga Desember 2026. Namun, besaran gaji setiap manajer dapat berbeda sesuai ketentuan yang berlaku di wilayah penempatan masing-masing.
Kemenkop mencatat sebanyak 26.911 manajer telah menandatangani kontrak kerja. Jumlah tersebut berasal dari total 28.624 peserta yang menyelesaikan tahapan rekrutmen hingga sertifikasi. Para manajer kemudian ditempatkan di koperasi berbagai daerah di Indonesia.
Selain mempersiapkan operasional, manajer memiliki indikator kinerja yang mencakup penjualan dan transaksi. Mereka juga bertanggung jawab meningkatkan jumlah anggota serta mengonsolidasikan produk koperasi. Dengan demikian, pemerintah menilai pekerjaan manajer tidak hanya berkaitan dengan aktivitas gerai.
Sementara itu, Kemenkop mencatat 10.070 titik KDKMP telah beroperasi. Pemerintah pusat masih memantau pelaksanaan operasional koperasi tersebut. Kategori beroperasi mengacu pada koperasi yang memiliki bangunan, fasilitas pendukung, dan manajer, dengan anggaran pembangunan sekitar Rp3 miliar melalui penugasan kepada PT Agrinas Pangan Nusantara.
Informasi mengenai gaji dan jumlah manajer tersebut menjadi bagian penting dalam evaluasi program Koperasi Merah Putih. Publik perlu mencermati perkembangan operasional, pencapaian penjualan, pertumbuhan anggota, serta manfaat ekonomi yang dihasilkan. Keberhasilan program pada akhirnya perlu terlihat dari aktivitas usaha dan manfaat nyata bagi masyarakat desa. (Tim)
Editor : Fanda Yosephta









