JAKARTA – Empat astronaut misi Artemis II sukses kembali ke Bumi setelah menyelesaikan perjalanan luar angkasa selama 10 hari mengelilingi Bulan. Kapsul Orion yang mereka tumpangi mendarat dengan selamat di Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego, Amerika Serikat, pada Jumat (10/4/2026) waktu setempat.
Keempat astronaut tersebut adalah Reid Wiseman sebagai komandan, Victor Glover sebagai pilot, Christina Koch sebagai spesialis misi, serta Jeremy Hansen dari Badan Antariksa Kanada.
Keberhasilan pendaratan ini dikonfirmasi langsung oleh NASA sesaat setelah kapsul Orion menyentuh permukaan laut. Tim gabungan dari NASA dan Angkatan Laut Amerika Serikat segera melakukan proses evakuasi kru.
Proses Re-entry Dramatis
Momen kembali ke Bumi menjadi fase paling menantang dalam misi ini. Kapsul Orion harus menembus atmosfer dengan kecepatan mencapai 38.000 km/jam, sambil menghadapi suhu ekstrem hingga 2.700 derajat Celcius.
Setelah pendaratan, para astronaut dievakuasi menggunakan helikopter dan dibawa ke kapal USS John P. Murtha untuk menjalani pemeriksaan medis awal. Selanjutnya, mereka dijadwalkan kembali ke Johnson Space Center di Houston, Texas, untuk evaluasi lanjutan.
Tonggak Sejarah Baru Eksplorasi Antariksa
Misi Artemis II menjadi pencapaian penting dalam sejarah eksplorasi luar angkasa. Ini merupakan penerbangan berawak pertama manusia ke luar orbit Bumi rendah sejak program Apollo terakhir pada 1972.
Dalam misi ini, kru berhasil mencapai jarak lebih dari 400.000 kilometer dari Bumi, melampaui rekor sebelumnya yang dicapai misi Apollo 13. Mereka juga melakukan manuver flyby dekat Bulan dan mengabadikan berbagai momen langka, termasuk fenomena “Bumi terbit” serta sisi gelap Bulan.
Selain aspek teknis, misi ini juga menghadirkan sisi emosional. Foto yang dirilis NASA menunjukkan para astronaut saling berpelukan dan tersenyum saat bersiap kembali ke Bumi, menandai keberhasilan misi yang penuh tantangan.
Menuju Misi Pendaratan Manusia di Bulan
Keberhasilan Artemis II menjadi langkah penting menuju target ambisius NASA untuk kembali mendaratkan manusia di Bulan dalam beberapa tahun ke depan. Seluruh sistem pada kapsul Orion, termasuk pelindung panas (heat shield), dilaporkan berfungsi dengan baik selama misi berlangsung.
Misi ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi program eksplorasi Bulan berkelanjutan, sekaligus membuka jalan bagi misi manusia ke Mars di masa depan.









