Jakarta – Saham SpaceX kembali mencuri perhatian pasar global. Perusahaan milik Elon Musk itu sempat menyentuh valuasi fantastis US$3 triliun atau sekitar Rp49.000 triliun setelah terjadi short squeeze besar di pasar derivatif berbasis kripto. Kondisi tersebut membuat banyak trader mengalami kerugian dalam waktu singkat.
Lonjakan harga terjadi hanya beberapa hari setelah IPO bersejarah SpaceX di Nasdaq. Saham perusahaan antariksa tersebut melonjak lebih dari 40% dibanding harga penawaran perdana US$135 per saham, sehingga kapitalisasi pasarnya mendekati US$3 triliun.
Kenaikan tajam itu membuat banyak pelaku pasar membuka posisi short atau bertaruh harga akan turun. Namun, pasar bergerak sebaliknya. Harga terus naik dan memaksa para trader membeli kembali saham maupun kontrak mereka untuk membatasi kerugian.
Fenomena tersebut dikenal sebagai short squeeze. Saat trader short berbondong-bondong membeli kembali aset, permintaan meningkat drastis sehingga harga terdorong naik lebih tinggi lagi.
Laporan pasar menunjukkan lebih dari US$50 juta posisi short dilikuidasi dalam sehari. Kerugian tersebut menjadi salah satu yang terbesar sejak SpaceX resmi melantai di bursa pekan lalu.
Euforia investor ritel juga terlihat sangat kuat. Dana yang mengalir ke saham SpaceX bahkan disebut melampaui gabungan pembelian pada sejumlah saham teknologi raksasa Amerika dalam beberapa hari pertama perdagangan.
Meski demikian, sejumlah analis mulai mengingatkan risiko valuasi yang terlalu tinggi. Beberapa pihak menilai harga saham saat ini telah jauh melampaui fundamental perusahaan, sementara investor lain percaya pertumbuhan bisnis antariksa, Starlink, dan kecerdasan buatan masih membuka peluang besar ke depan.
SpaceX sendiri mencatat sejarah sebagai salah satu IPO terbesar sepanjang masa. Perusahaan tersebut berhasil menghimpun dana sekitar US$75 miliar dengan valuasi awal sekitar US$1,75 triliun sebelum reli harga membawa kapitalisasi pasarnya melonjak tajam di pasar sekunder.
5 Judul CTR Tinggi
- SpaceX Tembus Rp49.000 Triliun, Trader Short Panik dan Kehilangan Jutaan Dolar
- Saham SpaceX Menggila! Valuasi Sempat Lampaui Amazon dan Microsoft
- Elon Musk Cetak Rekor Baru, SpaceX Sentuh US$3 Triliun dalam Hitungan Jam
- Short Squeeze Guncang Pasar, SpaceX Jadi Perusahaan Paling Bernilai di Dunia
- Trader Bertaruh SpaceX Turun, Malah Rugi US$50 Juta dalam Sehari
Meta Description: SpaceX sempat menyentuh valuasi US$3 triliun setelah short squeeze besar di pasar derivatif. Ribuan trader short mengalami kerugian hingga puluhan juta dolar.
Keyword Utama: SpaceX tembus US$3 triliun
FAQ
Apa itu short squeeze?
Short squeeze adalah kondisi ketika harga aset terus naik sehingga trader yang membuka posisi short terpaksa membeli kembali aset untuk mengurangi kerugian.
Mengapa valuasi SpaceX bisa mencapai US$3 triliun?
Karena lonjakan harga saham dan kontrak derivatif yang dipicu aksi short squeeze setelah IPO SpaceX.
Berapa kerugian trader short?
Laporan pasar menunjukkan lebih dari US$50 juta posisi short dilikuidasi dalam 24 jam.
Apakah SpaceX sudah lebih besar dari Amazon dan Microsoft?
Dalam beberapa jam, valuasi pasar SpaceX sempat mendekati atau melampaui kapitalisasi kedua perusahaan tersebut sebelum mengalami koreksi.
Mengapa berita ini memiliki dampak besar bagi investor?
Karena menunjukkan tingginya volatilitas saham teknologi dan peluang keuntungan maupun risiko besar dalam perdagangan saham serta derivatif.









