TANGERANG – Inovasi unik di dunia hiburan Tanah Air hadir melalui bioskop mini yang dibuka oleh Alfamart. Berlokasi di kawasan Gading Serpong, Tangerang, konsep ini langsung mencuri perhatian publik karena menawarkan pengalaman menonton film dengan harga terjangkau dan konsep yang berbeda dari bioskop konvensional.
Bioskop ini merupakan hasil kolaborasi antara Alfamart dan Layar Digi, dengan tujuan utama menghadirkan akses hiburan yang lebih merata, terutama bagi masyarakat yang selama ini kesulitan menjangkau bioskop besar.
Berawal dari Kesenjangan Akses Hiburan
CEO Layar Digi, Victor Timothy, menjelaskan bahwa ide ini muncul dari keprihatinan terhadap masih banyaknya masyarakat di daerah yang belum pernah menikmati pengalaman menonton di bioskop.
Konsep bioskop mini ini diharapkan dapat menjadi solusi agar hiburan film bisa dinikmati secara lebih luas, tidak hanya di kota besar.
Harga Tiket Terjangkau
Salah satu daya tarik utama adalah harga tiket yang jauh lebih murah dibanding bioskop pada umumnya. Pengunjung hanya perlu membayar sekitar Rp15.000 untuk satu kali menonton.
Harga ini dinilai sangat kompetitif, mengingat bioskop reguler biasanya mematok tarif mulai dari Rp25.000 hingga lebih dari Rp100.000 tergantung fasilitas.
Kapasitas Terbatas, Konsep Lebih Intim
Bioskop mini ini hanya memiliki satu studio dengan kapasitas sekitar 31 penonton. Ruangan yang tidak terlalu besar justru memberikan pengalaman menonton yang lebih nyaman dan intim.
Studio berada di lantai dua gerai Alfamart, sementara lantai pertama tetap difungsikan sebagai toko retail.
Bebas Bawa Jajanan
Keunikan lainnya adalah pengunjung diperbolehkan membawa makanan dan minuman ke dalam studio, selama dibeli dari gerai Alfamart.
Camilan seperti popcorn, minuman botol, hingga makanan ringan lainnya bisa dinikmati dengan harga yang relatif lebih murah dibandingkan bioskop konvensional. Namun, makanan dengan aroma menyengat tetap tidak diperbolehkan demi kenyamanan bersama.
Sistem Pembelian Tiket
Tiket bioskop mini ini bisa dibeli langsung di dalam gerai melalui mesin otomatis (kiosk) atau melalui kasir. Sistem pembayaran pun sudah mendukung metode digital seperti QRIS.
Film yang Ditayangkan
Film yang diputar umumnya merupakan film yang sudah selesai tayang di bioskop besar. Genre yang tersedia cukup beragam, mulai dari animasi, drama religi, horor, hingga thriller.
Ke depan, pihak pengelola juga berencana menambah variasi film, termasuk genre komedi.
Antusiasme Tinggi
Sejak sebelum resmi dibuka, tingkat okupansi bioskop mini ini sudah mencapai hampir 100 persen. Hal ini menunjukkan minat masyarakat yang sangat tinggi terhadap konsep hiburan murah dan mudah diakses.
Target Ekspansi ke Daerah
Melihat respons positif, pihak pengelola menargetkan pembangunan hingga 50 titik bioskop mini sepanjang tahun 2026. Fokus utama ekspansi adalah daerah-daerah yang belum memiliki akses ke bioskop.
Langkah ini dinilai sebagai terobosan penting dalam pemerataan hiburan sekaligus mendukung industri perfilman nasional.









