Harga Emas Diprediksi Anjlok, Koreksi Terparah 6 Tahun Intai Jelang Lebaran 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 20 Maret 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Harga emas dunia diperkirakan bakal mengalami tekanan besar dalam waktu dekat. Sejumlah analis menilai logam mulia ini berpotensi mencatat koreksi paling dalam dalam enam tahun terakhir, dipicu gejolak geopolitik hingga perubahan arah kebijakan moneter global.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Jumat (20/3/2026), harga emas berada di kisaran US$4.685 per ons. Dalam sepekan terakhir, nilainya turun hampir 7%, menjadikannya penurunan mingguan paling tajam sejak awal pandemi pada 2020.

Situasi ini dipicu meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Lonjakan harga minyak dan gas akibat konflik tersebut memicu kekhawatiran inflasi global kembali naik, sehingga mempersulit bank sentral untuk menurunkan suku bunga.

Baca Juga :  Dolar AS Melejit ke Rp17.600, Strategi Ekonomi Habibie Kembali Jadi Sorotan Publik

Dalam kondisi suku bunga tinggi, emas menjadi kurang diminati karena tidak memberikan imbal hasil. Investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen lain seperti obligasi yang menawarkan return lebih menarik di tengah ketidakpastian pasar.

Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, menegaskan bahwa pihaknya belum akan melonggarkan kebijakan moneter dalam waktu dekat. Penurunan suku bunga baru akan dipertimbangkan jika inflasi benar-benar menunjukkan tren penurunan yang konsisten.

Selain faktor suku bunga, penguatan dolar AS juga menjadi tekanan tambahan bagi harga emas. Kondisi ini membuat harga emas semakin mahal bagi investor global, sehingga mendorong aksi jual di pasar.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Hari Ini 16 Desember 2025 Stabil

Tak hanya itu, arus dana keluar dari ETF berbasis emas tercatat meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Fenomena ini memperlihatkan menurunnya minat investor terhadap aset safe haven di tengah volatilitas tinggi di pasar keuangan.

Meski tengah tertekan, secara tahunan harga emas masih mencatat kenaikan sekitar 8% sepanjang 2026. Sebelumnya, emas sempat menyentuh level mendekati US$5.600 per ons pada awal tahun, dipicu tingginya permintaan dan ketidakpastian ekonomi global di era Presiden AS Donald Trump. (*/Tim)

Berita Terkait

Ringgit Malaysia Malam Ini: Apa Faktor yang Mempengaruhi MYR terhadap USD?
Kadar Pinjaman Perumahan Malaysia 2026: Berapa Ansuran Rumah RM300,000 Sekarang?
ETF Emas Rilis 10 Agustus 2026, Begini Cara Beli, Keuntungan, dan Risikonya
SGD/USD Exchange Rate Today, August 8, 2026: Singapore Dollar Rises 0.46%
Harga Emas Antam 8 Agustus 2026 Melejit Rp40.000, Buyback Tembus Rp2,51 Juta
Kurs Ringgit Malaysia ke Rupiah Hari Ini 8 Agustus 2026, RM1 = Rp4.352
Cek Harga Pertamax Terbaru 8 Agustus 2026, Jambi, Sumbar dan SPBU Seluruh Indonesia
Promo Shopee Hari Ini 8 Agustus 2026: Diskon hingga 50 Persen, Gratis Ongkir Rp0, Flash Sale dan Voucher Belanja Menanti
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Ringgit Malaysia Malam Ini: Apa Faktor yang Mempengaruhi MYR terhadap USD?

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:30 WIB

Kadar Pinjaman Perumahan Malaysia 2026: Berapa Ansuran Rumah RM300,000 Sekarang?

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:14 WIB

SGD/USD Exchange Rate Today, August 8, 2026: Singapore Dollar Rises 0.46%

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Harga Emas Antam 8 Agustus 2026 Melejit Rp40.000, Buyback Tembus Rp2,51 Juta

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Kurs Ringgit Malaysia ke Rupiah Hari Ini 8 Agustus 2026, RM1 = Rp4.352

Berita Terbaru