Amerika Untung di Tengah Krisis Minyak Dunia, Selisih Harga Jadi Kunci

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 19 Maret 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta – Lonjakan harga minyak dunia dalam beberapa pekan terakhir justru membawa keuntungan tersendiri bagi Amerika Serikat. Di tengah konflik geopolitik yang memanas dan gangguan pasokan energi global, minyak acuan Brent melesat tajam, sementara harga minyak West Texas Intermediate (WTI) cenderung tertahan.

Selisih harga antara Brent dan WTI bahkan melebar hingga US$12,05 per barel. Ini menjadi level tertinggi sejak 2015 dan menciptakan peluang besar bagi pelaku pasar energi. Kondisi tersebut dipicu oleh meningkatnya risiko global akibat konflik di Timur Tengah yang memengaruhi pasokan minyak dunia.

Brent sebagai acuan global sangat sensitif terhadap gejolak geopolitik, sehingga harganya terdorong naik lebih cepat. Sebaliknya, WTI lebih dipengaruhi kondisi domestik Amerika Serikat yang saat ini mengalami kelebihan pasokan minyak.

Baca Juga :  Sertifikasi Online Gratis 2026 yang Diakui dan Berguna untuk Kerja

Data menunjukkan stok minyak di Cushing, Oklahoma, meningkat hingga 27,52 juta barel. Selain itu, pemerintah Amerika Serikat juga bersiap melepas cadangan minyak strategis dalam jumlah besar guna menstabilkan pasar domestik.

Perbedaan ini membuka peluang arbitrase. Trader membeli minyak WTI dengan harga lebih murah, lalu menjualnya ke pasar internasional dengan acuan harga Brent yang lebih tinggi. Meski biaya pengiriman naik, selisih harga masih memberikan keuntungan yang signifikan.

Dampaknya, ekspor minyak Amerika Serikat meningkat pesat. Pengiriman minyak ke Eropa mengalami lonjakan, seiring meningkatnya permintaan akibat berkurangnya pasokan dari kawasan lain.

Sepanjang 2025, ekspor minyak AS mencapai hampir 4 miliar barel. Belanda menjadi salah satu tujuan utama, disusul negara-negara Amerika Latin seperti Meksiko dan Brasil, serta Kanada yang masih bergantung pada pasokan energi dari AS.

Baca Juga :  BRImo & BRILink Error Hari Ini? Saldo Rp0 Bikin Panik, Ini Penjelasan Resmi BRI dan Fakta Terbaru

Asia juga tetap menjadi pasar penting, termasuk Korea Selatan, India, dan China meskipun terjadi perubahan pola impor. Indonesia sendiri tercatat mengimpor sekitar 57 juta barel minyak dari AS, menunjukkan peran strategisnya dalam perdagangan energi global.

Kondisi ini menunjukkan bahwa di tengah krisis global, Amerika Serikat justru mampu memanfaatkan peluang dari selisih harga minyak. Namun, jika biaya logistik meningkat atau selisih harga menyempit, peluang keuntungan ini bisa berkurang dalam waktu dekat. (*/Tim)

Berita Terkait

Gaji Menarik! Lowongan Kerja Kawan Lama Group Mei 2026 Dibuka, Banyak Posisi Siap Dilamar
Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Konflik Selat Hormuz, Ancaman Inflasi Global Kian Nyata
Harga BBM Pertamina 5 Mei 2026 Naik Lagi, Pertamina Dex Tembus Rp27.900 per Liter
Saham PTSP Melonjak 25%, Laba CFC Terbang 2.500% di Kuartal I-2026
Tren Meja Kerja Minimalis Modern 2026: Solusi Produktivitas di Era Digital
Saham ADRO Diburu Investor, Ini Strategi Cuan Cepat dari Analis
DANA Jadi Dompet Digital Sekaligus Platform Investasi, Ini Keunggulannya
Harga Emas Antam Turun Rp13.000 Sepekan! Waktunya Borong atau Justru Tanda Bahaya?
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:50 WIB

Gaji Menarik! Lowongan Kerja Kawan Lama Group Mei 2026 Dibuka, Banyak Posisi Siap Dilamar

Selasa, 5 Mei 2026 - 07:48 WIB

Harga BBM Pertamina 5 Mei 2026 Naik Lagi, Pertamina Dex Tembus Rp27.900 per Liter

Selasa, 5 Mei 2026 - 02:15 WIB

Saham PTSP Melonjak 25%, Laba CFC Terbang 2.500% di Kuartal I-2026

Senin, 4 Mei 2026 - 12:00 WIB

Tren Meja Kerja Minimalis Modern 2026: Solusi Produktivitas di Era Digital

Senin, 4 Mei 2026 - 07:05 WIB

Saham ADRO Diburu Investor, Ini Strategi Cuan Cepat dari Analis

Berita Terbaru

Internasional

Nottingham Forest Bungkam Chelsea 3-1

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:00 WIB