Jambi-Harga bahan bakar minyak (BBM) dari PT Pertamina pada Selasa, 17 Maret 2026, terpantau stabil di sejumlah wilayah Sumatera seperti Sumatera Barat, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan. Tidak ada perubahan harga dibandingkan hari sebelumnya, meskipun secara nasional BBM nonsubsidi telah mengalami penyesuaian di awal Maret.
Penyesuaian harga BBM ini mengacu pada kebijakan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang tertuang dalam Kepmen ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Aturan tersebut merupakan revisi dari formula harga dasar BBM yang memperhitungkan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta biaya distribusi.
Meski di beberapa wilayah Indonesia harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Series dan Dex Series mengalami kenaikan, kondisi berbeda terjadi di wilayah Sumatera bagian tengah dan selatan. Di daerah ini, harga BBM tetap atau tidak mengalami kenaikan, sehingga memberikan sedikit kelegaan bagi masyarakat di tengah fluktuasi harga energi global.
Untuk BBM subsidi, harga masih tetap sama di seluruh Indonesia. Pertalite dijual Rp10.000 per liter dan Solar subsidi Rp6.800 per liter. Kebijakan ini masih dipertahankan pemerintah guna menjaga daya beli masyarakat, terutama sektor transportasi dan logistik.
Di wilayah Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, harga BBM nonsubsidi terpantau stabil. Pertamax dibanderol Rp12.900 per liter, Pertamax Turbo Rp13.650 per liter, Dexlite Rp14.800 per liter, dan Pertamina Dex Rp15.100 per liter. Tidak ada perubahan harga dibandingkan hari sebelumnya.
Sementara itu, di wilayah Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, dan Lampung, harga BBM juga tidak mengalami kenaikan. Pertamax dijual Rp12.600 per liter, Pertamax Turbo Rp13.350 per liter, Dexlite Rp14.500 per liter, dan Pertamina Dex Rp14.800 per liter.
Stabilnya harga BBM di wilayah ini menjadi perhatian karena tidak semua daerah mendapatkan kondisi serupa. Faktor distribusi dan kebijakan regional diduga menjadi alasan mengapa harga di Sumatera relatif lebih terkendali dibandingkan wilayah lain di Indonesia.
Dengan kondisi ini, masyarakat di Sumatera diharapkan tetap bijak dalam penggunaan BBM serta terus memantau informasi resmi dari pemerintah dan Pertamina terkait perubahan harga di masa mendatang, mengingat dinamika pasar energi global masih sangat fluktuatif. (*/Tim)









