Gubernur Mahyeldi Ajukan Pusat Kebudayaan Sumbar Rp382,65 Miliar ke Menteri Kebudayaan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 14 Maret 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

PADANG– Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyerahkan proposal pembangunan Pusat Kebudayaan Sumatera Barat kepada Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon. Proyek tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp382,65 miliar dan diharapkan menjadi pusat pengembangan seni, tradisi, serta ekonomi kreatif di Ranah Minang.

Penyerahan proposal berlangsung di ruang VIP Bandara Internasional Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman, Jumat (13/3/2026). Pertemuan itu menjadi langkah awal Pemerintah Provinsi Sumbar untuk memperoleh dukungan pemerintah pusat dalam pengembangan infrastruktur kebudayaan.

Mahyeldi mengatakan pembangunan pusat kebudayaan tersebut bertujuan memperkuat ekosistem seni dan budaya di Sumatera Barat. Kawasan ini nantinya diharapkan menjadi ruang terpadu bagi para seniman, budayawan, serta generasi muda untuk berkarya sekaligus melestarikan budaya Minangkabau.

Ia menjelaskan kawasan pusat kebudayaan dirancang memiliki tiga zona utama yang saling terhubung. Zona pertama difokuskan pada pembangunan sarana dasar kawasan seperti jalan internal, kantor UPTD Taman Budaya, galeri seni, lounge, serta amfiteater terbuka yang dapat digunakan untuk pertunjukan budaya.

Baca Juga :  Jalan Padang–Bukittinggi Putus Total Akibat Amblas di Lembah Anai

Zona kedua akan menjadi pusat aktivitas seni dan kreativitas. Di area ini direncanakan berbagai fasilitas seperti kios seni, lapau budaya, ruang workshop seni lukis dan patung, studio tari, aula kegiatan, hingga ruang pelestarian tradisi pasambahan dan makan bajamba. Selain itu, juga akan tersedia gudang penyimpanan karya seni.

Tak hanya itu, kawasan tersebut juga dirancang dilengkapi fasilitas pendukung seperti perpustakaan budaya, laboratorium sastra lisan, studio fotografi, studio film, ruang podcast, ruang multimedia, hingga teater utama untuk pementasan seni berskala besar.

Sementara zona ketiga akan difungsikan sebagai fasilitas pendukung kawasan. Di area ini akan dibangun teater kecil, kantor Dinas Kebudayaan, area layanan hotel, restoran, ballroom, hingga kamar hotel guna menunjang kegiatan seni dan event budaya berskala besar.

Selain pembangunan pusat kebudayaan, Mahyeldi juga mengusulkan revitalisasi eks kantor Pemerintah Gubernur Wilayah di Kota Bukittinggi. Menurutnya, bangunan tersebut memiliki nilai sejarah tinggi dan berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata budaya di Sumatera Barat.

Baca Juga :  Surat Edaran Baru Dinkes Pessel: Honorer Tidak Lagi Diakui, Hanya 5 Status Kepegawaian Resmi

Menanggapi usulan tersebut, Fadli Zon menyarankan agar pengembangan kawasan budaya dapat melibatkan kerja sama dengan Hotel Indonesia Natour (HIN). Menurutnya, sinergi dengan BUMN pengelola hotel tersebut dapat membantu menyediakan fasilitas akomodasi bagi pelaku seni maupun penyelenggara kegiatan budaya.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan narasi sejarah di Sumatera Barat yang dikenal sebagai daerah kelahiran banyak tokoh nasional. Fadli mengusulkan pemasangan penanda sejarah di rumah tokoh bangsa seperti Sutan Sjahrir dan Abdul Muis agar dapat menjadi sarana edukasi sekaligus pengembangan wisata sejarah.

Fadli Zon juga menyatakan ketertarikannya untuk meninjau langsung lokasi rencana pembangunan pusat kebudayaan tersebut sebelum pembahasan lanjutan dilakukan di tingkat kementerian. (***)

Sumber Berita: Humas Pemprov Sumbar

Berita Terkait

BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sumatera Barat 12 Oktober 2026, Bagaimana dengan Jambi?
Jalur Tapan–Sungai Penuh Lumpuh, 14 Mobil Tangki BBM Terjebak Longsor
Longsor di Perbatasan Sako–Tapan, Kendaraan Terjebak Berjam-jam di Jalur Jangki Ayam
Inflasi Sumbar September 2026 Tembus 3,50 Persen, Harga Cabai Merah Mulai Merangkak Naik
Banjir Bandang Solok Terbaru: Kantor Bupati Terdampak, Jembatan Putus, Jalur Padang-Solok Lumpuh
Perubahan APBD Sumbar 2026 Berbasis Data, Gubernur Mahyeldi Fokus Percepatan Pemulihan Pascabencana
Perubahan APBD Sumbar 2026 Capai Rp6,61 Triliun, Belanja Modal Hampir 2 Kali Lipat
GOR H. Agus Salim Direkonstruksi, Mahyeldi Pastikan Proyek Rp400 Miliar Berjalan Sesuai Rencana
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:00 WIB

BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sumatera Barat 12 Oktober 2026, Bagaimana dengan Jambi?

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Jalur Tapan–Sungai Penuh Lumpuh, 14 Mobil Tangki BBM Terjebak Longsor

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Longsor di Perbatasan Sako–Tapan, Kendaraan Terjebak Berjam-jam di Jalur Jangki Ayam

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Inflasi Sumbar September 2026 Tembus 3,50 Persen, Harga Cabai Merah Mulai Merangkak Naik

Selasa, 22 September 2026 - 01:04 WIB

Banjir Bandang Solok Terbaru: Kantor Bupati Terdampak, Jembatan Putus, Jalur Padang-Solok Lumpuh

Berita Terbaru