Jakarta-Perusahaan operator seluler Telkomsel mulai menyiapkan langkah strategis untuk menghadapi perkembangan teknologi jaringan generasi keenam atau 6G. Meski teknologi tersebut belum resmi diterapkan secara global, Telkomsel memastikan terus mengikuti perkembangan industri telekomunikasi dunia agar tetap siap ketika era jaringan baru itu hadir.
Standarisasi jaringan 6G sendiri diperkirakan baru akan terbentuk secara internasional sekitar tahun 2029 hingga 2030. Proses pengembangan standar tersebut saat ini masih berlangsung melalui sejumlah lembaga global seperti International Telecommunication Union dan 3rd Generation Partnership Project yang mengatur pengembangan teknologi komunikasi dunia.
Vice President Technology Strategy and Consumer Product Development Telkomsel, Ronald Limoa, mengatakan bahwa pada tahap saat ini perusahaan masih fokus memperkuat jaringan 4G serta memperluas pemanfaatan 5G agar konektivitas internet yang cepat dan stabil bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat Indonesia.
Menurutnya, langkah tersebut penting karena kebutuhan layanan digital terus meningkat dari tahun ke tahun. Dengan memperkuat jaringan yang sudah ada, masyarakat dapat merasakan manfaat teknologi secara nyata sambil menunggu kesiapan ekosistem global untuk penerapan 6G.
Sebagai bagian dari persiapan jangka panjang, Telkomsel juga mulai mengembangkan teknologi 5G Advanced atau sering disebut 5.5G. Teknologi ini dipandang sebagai jembatan penting yang menghubungkan jaringan 5G saat ini dengan sistem jaringan 6G di masa depan.
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah Massive MIMO, yaitu teknologi antena pintar yang memungkinkan satu stasiun pemancar melayani lebih banyak pengguna secara bersamaan dengan kualitas koneksi yang lebih stabil, bahkan di lokasi padat seperti pusat kota atau acara besar.
Selain itu, Telkomsel juga mengembangkan konsep network slicing yang memungkinkan jaringan dibagi menjadi beberapa jalur virtual sesuai kebutuhan layanan. Teknologi ini dinilai sangat penting untuk mendukung sektor vital seperti kesehatan, industri, hingga layanan keselamatan publik.
Telkomsel juga mulai memanfaatkan kecerdasan buatan melalui teknologi AI-driven network, serta pengembangan sistem jaringan berbasis cloud dan solusi konektivitas industri seperti private 5G dan edge computing. Dengan berbagai fondasi tersebut, Telkomsel berharap dapat berada pada posisi siap ketika teknologi 6G benar-benar matang dan siap diterapkan secara global. (***)









