Rizal Djalil Soroti APBD Jambi Rp23 Triliun, IPM Masih Peringkat 18 Nasional

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 7 Maret 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

SUNGAIPENUH-Mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, Rizal Djalil, dalam tulisannya menyoroti besarnya anggaran yang dikelola Pemerintah Provinsi Jambi dalam beberapa tahun terakhir. Ia menilai besarnya dana daerah seharusnya mampu mendorong peningkatan kualitas pembangunan manusia secara signifikan.

Berdasarkan data laporan hasil pemeriksaan BPK yang telah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jambi dan DPRD Provinsi Jambi, total realisasi belanja daerah selama periode 2020 hingga 2024 mencapai Rp23,46 triliun. Angka tersebut merupakan akumulasi belanja daerah selama lima tahun terakhir.

Selain itu, laporan hasil pemeriksaan yang terbit pada pertengahan tahun 2025 juga mencatat bahwa pemerintah daerah masih memiliki kewajiban utang sebesar Rp644,23 miliar. Informasi tersebut merupakan bagian dari laporan resmi BPK yang telah dipublikasikan kepada publik.

Baca Juga :  Nisfu Sya’ban di Masjid Agung Al-Falah, Sekda Jambi Serukan Refleksi Diri

Dengan jumlah anggaran yang mencapai puluhan triliun rupiah tersebut, Rizal Djalil menilai seharusnya indikator pembangunan manusia di Provinsi Jambi bisa berada pada posisi yang lebih baik. Namun berdasarkan data terbaru, Indeks Pembangunan Manusia atau IPM Provinsi Jambi masih berada di peringkat ke-18 secara nasional.

Sebagai perbandingan, beberapa provinsi lain di wilayah Sumatera menunjukkan capaian yang lebih tinggi. Provinsi Kepulauan Riau tercatat berada pada posisi ketiga nasional, sementara Sumatera Barat berada di posisi keenam dalam daftar IPM nasional.

Selain IPM, kondisi kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian. Angka stunting di Provinsi Jambi dilaporkan meningkat dari sekitar 13,5 persen pada tahun sebelumnya menjadi sekitar 17,1 persen pada tahun 2025.

Baca Juga :  Empat Pejabat Eselon II Pemprov Jambi Dilantik

IPM sendiri merupakan indikator yang digunakan oleh Badan Pusat Statistik bersama United Nations Development Programme untuk mengukur kualitas pembangunan manusia melalui tiga dimensi utama, yaitu kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak.

Melihat kondisi tersebut, pemerintah daerah didorong untuk melakukan evaluasi terhadap kebijakan pembangunan dan implementasinya di lapangan. Evaluasi ini dinilai penting untuk menemukan titik hambatan atau bottleneck sehingga pembangunan manusia di Provinsi Jambi dapat meningkat lebih signifikan di masa mendatang. (Tim)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Kabar Baik! PPPK Paruh Waktu di Jambi Akan Dapat THR Rp1 Juta
Safari Ramadhan di Sungai Ampuh, Wako Alfin Ajak Warga Perkuat Kebersamaan
Sidak Mendadak, Wawako Azhar Pantau Layanan Kesehatan dan Administrasi di Pondok Tinggi
Isu Dana Zakat untuk Safari Ramadan Dibantah, BAZNAS Jambi Beri Klarifikasi
Wako Alfin Terima Kunjungan TVRI Jambi, Perkuat Sinergi Media dan Pemerintah
Sistem Bank Jambi Belum Pulih, Pemprov Pertimbangkan Gaji dan THR Pegawai Melalui Bendahara Instansi
Sidak Ramadan, Wako Alfin Tinjau Disiplin Pegawai dan Pelayanan OPD
Safari Ramadan di Kumun Mudik, Wako Alfin Serahkan Bantuan CSR
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 19:00 WIB

Rizal Djalil Soroti APBD Jambi Rp23 Triliun, IPM Masih Peringkat 18 Nasional

Sabtu, 7 Maret 2026 - 15:00 WIB

Kabar Baik! PPPK Paruh Waktu di Jambi Akan Dapat THR Rp1 Juta

Jumat, 6 Maret 2026 - 23:56 WIB

Safari Ramadhan di Sungai Ampuh, Wako Alfin Ajak Warga Perkuat Kebersamaan

Jumat, 6 Maret 2026 - 22:54 WIB

Sidak Mendadak, Wawako Azhar Pantau Layanan Kesehatan dan Administrasi di Pondok Tinggi

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:10 WIB

Isu Dana Zakat untuk Safari Ramadan Dibantah, BAZNAS Jambi Beri Klarifikasi

Berita Terbaru