Sistem Bank Jambi Belum Pulih, Pemprov Pertimbangkan Gaji dan THR Pegawai Melalui Bendahara Instansi

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 Maret 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 80?

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 80?

JAMBI – Gangguan layanan digital yang dialami Bank Jambi masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Terlebih lagi, kondisi tersebut terjadi menjelang pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi aparatur sipil negara (ASN) yang jumlahnya mencapai ribuan orang di Provinsi Jambi.

Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman, mengingatkan pihak manajemen bank agar segera mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan nasabah di kantor cabang.

Menurutnya, jika layanan digital seperti ATM dan mobile banking belum kembali normal, maka proses penarikan dana secara manual berpotensi menimbulkan antrean panjang.

“ASN jumlahnya ribuan. Kalau proses penarikan dana harus dilakukan manual di kantor cabang, tentu potensi penumpukan nasabah sangat besar. Ini perlu diantisipasi sejak awal,” ujar Sudirman.

Ia menyarankan agar Bank Jambi menambah petugas pelayanan serta mengatur sistem antrean dengan lebih baik. Hal tersebut penting dilakukan untuk memastikan proses pelayanan tetap berjalan lancar, terutama menjelang momen Idul Fitri yang biasanya diikuti dengan meningkatnya aktivitas transaksi perbankan.

Baca Juga :  Sidak Satpol PP dan Damkar, Wali Kota Alfin Tekankan Disiplin Aparatur

Sudirman menjelaskan bahwa sebenarnya gaji para pegawai pemerintah telah disalurkan dan masuk ke rekening masing-masing ASN. Namun kendala yang terjadi saat ini berada pada proses pencairan dana karena sistem digital bank masih mengalami gangguan.

“Secara sistem, gaji pegawai sudah disalurkan ke rekening. Yang menjadi kendala sekarang adalah proses penarikannya karena masih dilakukan secara manual,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat nasabah harus datang langsung ke kantor cabang untuk melakukan transaksi penarikan uang tunai.

Selain aspek pelayanan, Sekda juga mengingatkan pentingnya pengamanan apabila terjadi lonjakan nasabah di kantor bank. Kerumunan dalam jumlah besar berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban jika tidak diantisipasi dengan baik.

Karena itu, ia mendorong pihak bank untuk melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian guna menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pelayanan berlangsung.

“Jika antrean membludak, tentu perlu ada pengamanan tambahan. Koordinasi dengan aparat kepolisian menjadi hal penting agar situasi tetap kondusif,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi Jambi juga tengah mempertimbangkan beberapa alternatif untuk mempermudah proses pencairan dana bagi ASN. Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah mekanisme penarikan dana melalui bendahara instansi.

Baca Juga :  Bank Jambi dan OJK Lakukan Audit Forensik, ATM dan Mobile Banking Nonaktif Sementara

Dengan skema tersebut, bendahara dapat mengambil dana secara kolektif di bank, kemudian menyalurkannya kepada pegawai di masing-masing instansi. Cara ini dinilai dapat mengurangi kepadatan antrean di kantor cabang bank.

Namun demikian, Sudirman menegaskan bahwa opsi tersebut masih dalam tahap kajian dan belum menjadi keputusan resmi.

“Masih kita kaji kemungkinan itu. Karena kalau aplikasi masih bermasalah, tentu perlu dicari solusi sementara agar pelayanan tetap berjalan,” ujarnya.

Gangguan sistem di Bank Jambi sendiri sebelumnya sempat dikeluhkan masyarakat karena sejumlah layanan perbankan tidak dapat diakses. Kondisi ini membuat aktivitas transaksi nasabah menjadi terbatas.

Pemerintah daerah berharap pihak bank dapat segera memulihkan sistem layanan digitalnya agar aktivitas transaksi masyarakat kembali normal, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan keuangan masyarakat saat mendekati Hari Raya Idul Fitri.

Berita Terkait

Mendagri Tito Karnavian Instruksikan Gubernur Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik, Berlaku 2026
Pemprov DKI Buka 1.000 Lowongan Pramudi Mikrotrans, Pendaftaran Gratis hingga 25 April 2026
Produksi Padi Jambi Baru 71 Persen, Program Cetak Sawah Terus Digenjot
Tabligh Akbar BKMT Jambi, Wagub Sani Tekankan Sinergi Umat dan Pemerintah
Wamentan dan Gubernur Jambi Dorong Modernisasi Pertanian dan Ketahanan Pangan
APPSI Jambi Resmi Dilantik
Magang APBD 2026 Jakarta Selatan Dibuka! Uang Saku Rp2,5 Juta Siap Cair
Wako Sungai Penuh Hadiri Rakornas Kekeringan 2026, Siap Jaga Ketahanan Pangan
Berita ini 174 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 20:04 WIB

Mendagri Tito Karnavian Instruksikan Gubernur Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik, Berlaku 2026

Rabu, 22 April 2026 - 15:04 WIB

Pemprov DKI Buka 1.000 Lowongan Pramudi Mikrotrans, Pendaftaran Gratis hingga 25 April 2026

Rabu, 22 April 2026 - 06:00 WIB

Produksi Padi Jambi Baru 71 Persen, Program Cetak Sawah Terus Digenjot

Rabu, 22 April 2026 - 04:00 WIB

Tabligh Akbar BKMT Jambi, Wagub Sani Tekankan Sinergi Umat dan Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 - 02:00 WIB

Wamentan dan Gubernur Jambi Dorong Modernisasi Pertanian dan Ketahanan Pangan

Berita Terbaru