Badai Salju Raksasa Hantam AS, Dunia Waspada Dampak Global

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 22 Januari 2026 - 00:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

JAKARTA-Cuaca ekstrem kembali melanda Amerika Serikat. Sebuah badai musim dingin raksasa bernama Winter Storm Fern diperkirakan menghantam wilayah luas dari Texas hingga New England, mengancam lebih dari 180 juta penduduk dengan hujan es berbahaya, salju tebal, dan suhu Arktik yang sangat ekstrem.

Badai ini menjadi sorotan dunia internasional karena dampaknya yang sangat luas dan berpotensi melumpuhkan aktivitas ekonomi, transportasi, hingga pasokan listrik di banyak negara bagian. Wilayah Selatan AS yang jarang menghadapi cuaca musim dingin ekstrem justru masuk dalam zona risiko tertinggi.

Menurut laporan The Weather Channel, kombinasi hujan beku dan salju lebat dapat membuat jalanan tidak bisa dilalui, memicu kecelakaan lalu lintas, serta menyebabkan pemadaman listrik massal akibat pohon tumbang dan kabel listrik tertutup es.

Baca Juga :  177 Hotel Jemaah Haji Indonesia di Makkah 2026: Dekat Halte Bus, Sistem Nomor Bikin Anti Tersesat

Salju tebal juga diperkirakan menyelimuti kota-kota besar di Pantai Timur seperti Washington DC, New York, dan Boston. Kondisi ini berpotensi mengganggu penerbangan internasional dan domestik, yang berdampak pada arus perjalanan global, termasuk penumpang dari dan menuju Asia.
Situasi semakin mengkhawatirkan karena badai ini disertai dorongan udara Arktik ekstrem. Setelah badai berlalu, suhu di sejumlah wilayah diprediksi tetap berada di bawah titik beku selama beberapa hari, meningkatkan risiko hipotermia, terutama bagi warga yang kehilangan listrik dan pemanas.

Bagi Indonesia, peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa perubahan iklim global berdampak nyata dan semakin ekstrem di berbagai belahan dunia. Para ahli menilai frekuensi cuaca ekstrem seperti badai musim dingin hebat, gelombang panas, dan banjir besar cenderung meningkat.

Baca Juga :  Longsor Dini Hari Terjang Bandung Barat, 8 Orang Tewas dan 82 Warga Masih Dicari

Kementerian dan lembaga meteorologi internasional terus memantau perkembangan badai ini, terutama terkait dampaknya terhadap penerbangan, perdagangan, dan mobilitas warga negara asing, termasuk warga Indonesia yang berada di Amerika Serikat.

Masyarakat Indonesia diimbau untuk mengikuti informasi resmi jika memiliki keluarga atau rencana perjalanan ke wilayah terdampak, serta memahami bahwa dinamika iklim global dapat memberi efek tidak langsung pada ekonomi dan transportasi internasional.

Penulis : Fanda Yosephta

Editor : Fanda Yosephta

Sumber Berita: The Weather Channel

Berita Terkait

Benarkah Lamine Yamal Masih Keluarga Lionel Messi? Simak Faktanya
Real Madrid Rajai Statistik Piala Dunia 2026, Mbappe Jadi Mesin Gol
Dana Nasabah Rp144 Miliar Diduga Hilang, Platform Kripto Knaken Resmi Bangkrut
5.000 PNS Terancam Dipecat Akibat Dugaan Suap Seleksi CPNS
Spanyol vs Argentina: Final Ideal Piala Dunia 2026, Duel Dua Raksasa Dunia Perebutkan Trofi
Heboh! 375 Kg Emas Ditemukan di Rumah Mantan Wakil Menteri
Messi vs Bellingham, Duel Penentu Final Piala Dunia 2026 Inggris vs Argentina
Lionel Scaloni Bongkar Rahasia Kebugaran Lionel Messi di Usia 39 Tahun
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 04:00 WIB

Benarkah Lamine Yamal Masih Keluarga Lionel Messi? Simak Faktanya

Rabu, 22 Juli 2026 - 04:00 WIB

Real Madrid Rajai Statistik Piala Dunia 2026, Mbappe Jadi Mesin Gol

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:03 WIB

Dana Nasabah Rp144 Miliar Diduga Hilang, Platform Kripto Knaken Resmi Bangkrut

Jumat, 17 Juli 2026 - 04:00 WIB

5.000 PNS Terancam Dipecat Akibat Dugaan Suap Seleksi CPNS

Jumat, 17 Juli 2026 - 02:00 WIB

Spanyol vs Argentina: Final Ideal Piala Dunia 2026, Duel Dua Raksasa Dunia Perebutkan Trofi

Berita Terbaru

Internasional

Benarkah Lamine Yamal Masih Keluarga Lionel Messi? Simak Faktanya

Kamis, 23 Jul 2026 - 04:00 WIB