JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. melakukan penyegaran di jajaran dewan komisaris setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Jumat (19/12/2025). Dalam rapat tersebut, pemegang saham sepakat menunjuk Zulkifli Zaini sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen.
Pengangkatan ini sekaligus mengakhiri masa jabatan Kuswiyoto sebagai komisaris utama, yang sebelumnya ditetapkan melalui RUPSLB pada Maret 2025. Keputusan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur pengawasan dan tata kelola di Bank Mandiri.
Zulkifli Zaini bukan figur baru di lingkungan perseroan. Ia sebelumnya telah menjabat sebagai Komisaris Independen Bank Mandiri sejak Agustus 2025. Dengan demikian, penunjukan ini dinilai sebagai langkah menjaga kesinambungan kepemimpinan di tingkat dewan komisaris.
Pengalaman Panjang di Bank dan BUMN
Karier Zulkifli di dunia perbankan dimulai sejak 1988 di Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo), yang kemudian bergabung dalam pembentukan Bank Mandiri. Beragam posisi strategis pernah ia emban, mulai dari pengelolaan risiko kredit hingga hubungan kelembagaan pemerintah.
Puncak kariernya di Bank Mandiri terjadi saat ia dipercaya menjabat Direktur Utama pada periode 2010–2013, di mana perseroan mencatat pertumbuhan kinerja dan ekspansi bisnis yang signifikan.
Di luar Bank Mandiri, Zulkifli juga memiliki rekam jejak luas di sejumlah BUMN dan perbankan nasional. Ia pernah menduduki posisi Komisaris dan Komisaris Independen di beberapa bank besar serta dipercaya menjadi Direktur Utama PT PLN (Persero) pada periode 2019–2021.
Saat ini, Zulkifli juga masih mengemban amanah sebagai Komisaris Utama PT Perkebunan Nusantara III (Persero), jabatan yang dipegangnya sejak 2021.
Peran Strategis Dewan Komisaris
Dengan latar belakang tersebut, kehadiran Zulkifli Zaini di posisi komisaris utama diharapkan mampu memperkuat fungsi pengawasan, memastikan penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, serta mendukung arah strategis Bank Mandiri ke depan.









