Jakarta-– Harga Bitcoin (BTC) hari ini, Senin, 2 November 2026, bergerak melemah berdasarkan pantauan Google Finance. Nilai satu Bitcoin tercatat sebesar Rp1.410.723.249 atau sekitar Rp1,41 miliar. Pergerakan ini membuat investor kembali mencermati arah pasar cryptocurrency pada awal November.
Data pada pukul 22.30 WIB menunjukkan Bitcoin turun Rp3.001.869 atau 0,21% dalam perdagangan harian. Grafik pergerakan memperlihatkan BTC sempat naik mendekati Rp1,43 miliar sebelum mengalami tekanan jual. Setelah itu, harga bergerak turun dan bertahan di sekitar Rp1,41 miliar.
Pelemahan tersebut terjadi ketika pasar kripto menghadapi sejumlah sentimen global. Salah satunya adalah kekhawatiran investor setelah Binance mengalami insiden keamanan yang melibatkan dugaan pencurian aset sekitar US$6,3 miliar. Peristiwa tersebut memicu perhatian terhadap keamanan aset digital dan arus dana di bursa kripto. Reuters melaporkan pelanggan Binance menarik sekitar US$3,64 miliar setelah layanan penarikan kembali dibuka.
Di sisi lain, Bitcoin masih menunjukkan kemampuan bertahan di tengah tekanan pasar. Reuters melaporkan BTC sempat menguat 0,5% ke US$78.184,11 pada perdagangan Senin. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pergerakan Bitcoin dapat berbeda menurut waktu pengambilan data dan platform perdagangan.
Tekanan juga datang dari aktivitas investor institusi. Arus keluar dana dari ETF Bitcoin spot Amerika Serikat mencapai US$643 juta pada 30 Oktober 2026. Angka tersebut menjadi salah satu faktor yang membebani sentimen pasar menjelang perdagangan November. Investor kini mencermati apakah aliran dana institusi kembali membaik dalam beberapa hari mendatang.
Lantas, apakah harga Bitcoin berpeluang kembali naik? Peluang pemulihan tetap terbuka apabila tekanan jual berkurang dan permintaan investor kembali meningkat. Namun, Bitcoin perlu menunjukkan penguatan yang lebih konsisten sebelum pasar dapat memastikan perubahan tren. Sebaliknya, tekanan jual yang berlanjut berpotensi membuat BTC kembali menguji level harga lebih rendah.
Investor juga perlu memperhatikan sejumlah agenda ekonomi global pada pekan ini. Pemilu sela Amerika Serikat pada 3 November dan rilis data tenaga kerja AS pada 6 November menjadi perhatian pelaku pasar. Perubahan ekspektasi suku bunga, pergerakan dolar AS, serta kondisi pasar saham dapat memengaruhi minat terhadap aset berisiko seperti Bitcoin.
Dengan harga sekitar Rp1,41 miliar, Bitcoin masih menawarkan peluang sekaligus risiko bagi investor. Pergerakan harian yang relatif kecil tidak otomatis menandakan tren kenaikan atau penurunan jangka panjang. Karena itu, investor sebaiknya memperhatikan volatilitas, likuiditas, dan kondisi fundamental sebelum mengambil keputusan transaksi.
FAQ Harga Bitcoin Hari Ini
1. Berapa harga Bitcoin hari ini, 2 November 2026?
Berdasarkan tangkapan layar Google Finance, harga satu Bitcoin mencapai Rp1.410.723.249.
2. Apakah harga Bitcoin hari ini naik atau turun?
Bitcoin tercatat turun Rp3.001.869 atau 0,21% dalam perdagangan harian pada data tersebut.
3. Mengapa harga Bitcoin mengalami tekanan?
Sentimen keamanan Binance, arus keluar ETF Bitcoin, dan ketidakpastian pasar global menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi sentimen investor.
4. Apakah Bitcoin bisa naik kembali pada November 2026?
Peluang kenaikan tetap terbuka, tetapi bergantung pada permintaan pasar, arus dana institusi, dan perkembangan ekonomi global.
5. Apakah sekarang waktu yang tepat membeli Bitcoin?
Keputusan membeli bergantung pada profil risiko dan strategi masing-masing investor. Bitcoin memiliki volatilitas tinggi sehingga tidak ada jaminan keuntungan.
Catatan: Harga Bitcoin dapat berubah setiap saat dan berbeda antarplatform. Artikel ini bukan rekomendasi investasi. (Tim)
Editor : FANDA YOSEPHTA









