Rupiah Tembus Rp18.184 per Dolar AS, BI Intervensi Pasar dan Serap SBN

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu, 28 Oktober 2026. Bank Indonesia (BI) terus melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas mata uang domestik di tengah meningkatnya tekanan global.

Berdasarkan data analis Doo Financial Futures, rupiah ditutup pada level Rp18.184 per dolar AS. Posisi tersebut melemah dari pembukaan perdagangan di Rp18.025 per dolar AS. Rupiah terkoreksi 28 poin atau sekitar 0,15% pada perdagangan hari ini.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, menegaskan bahwa bank sentral terus hadir di pasar. BI juga berkoordinasi dengan korporasi, pelaku pasar, dan berbagai pihak terkait untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

Dalam upaya tersebut, BI menggunakan sejumlah instrumen intervensi, termasuk transaksi Non-Deliverable Forward (NDF), Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan transaksi spot. Selain itu, bank sentral membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder untuk mendukung stabilitas pasar keuangan.

Baca Juga :  Gojek Naikkan Tarif Mulai 10 April 2026, Imbas Harga BBM Global

Tekanan terhadap rupiah turut dipengaruhi ketidakpastian penyelesaian konflik di Timur Tengah. Kondisi tersebut menjaga harga minyak dunia di atas US$115 per barel, jauh melampaui asumsi harga minyak dalam APBN sebesar US$70 per barel. Kenaikan harga energi berpotensi menambah tekanan terhadap kondisi fiskal Indonesia.

Di sisi lain, meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga AS turut mendorong penguatan dolar. Sentimen risk-off juga memicu arus keluar modal dari pasar negara berkembang. Dari dalam negeri, kekhawatiran terhadap potensi penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI dan meningkatnya kebutuhan valuta asing menjelang akhir bulan menambah tekanan.

Baca Juga :  Cara Jualan di Tokopedia untuk Pemula, Mudah dan Cepat Laris

Meski demikian, BI menyatakan pergerakan rupiah secara umum masih sejalan dengan mata uang kawasan. Secara bulanan, rupiah tercatat melemah 1,15%. Sementara itu, cadangan devisa Indonesia mencapai US$146,3 miliar pada akhir September 2026, setara pembiayaan 5,3 bulan impor atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Posisi cadangan devisa tersebut masih berada di atas standar kecukupan internasional, yakni tiga bulan impor. Ke depan, pergerakan rupiah akan dipengaruhi perkembangan kebijakan moneter AS, harga minyak dunia, arus modal asing, dan kondisi geopolitik. Pelaku pasar perlu mencermati perkembangan tersebut karena dapat memengaruhi nilai tukar dan pasar keuangan domestik. (Tim)

Editor : FANDA YOSEPHTA

Berita Terkait

IHSG Menguat ke 5.282, Saham ASII dan BBCA Melonjak pada Penutupan 28 Oktober 2026
The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga Oktober 2026, Rupiah dan IHSG Jadi Sorotan
Harga Emas Pegadaian 28 Oktober 2026: Antam Rp2,589 Juta, UBS dan Galeri 24 Lebih Murah
Rupiah Hari Ini 28 Oktober 2026 Melemah ke Rp18.156, Pasar Menanti The Fed
Laba Antam Tembus Rp9,66 Triliun hingga September 2026, Naik 46 Persen
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 28 Oktober 2026, 1 Gram Rp2,589 Juta
IHSG Anjlok ke 5.249 Pagi Ini, Saham BBRI, BMRI dan TLKM Kompak Merah
BCA Cetak Laba Rp45,2 Triliun hingga September 2026, Kredit Tumbuh 12,6 Persen
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:33 WIB

Rupiah Tembus Rp18.184 per Dolar AS, BI Intervensi Pasar dan Serap SBN

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:16 WIB

IHSG Menguat ke 5.282, Saham ASII dan BBCA Melonjak pada Penutupan 28 Oktober 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:00 WIB

The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga Oktober 2026, Rupiah dan IHSG Jadi Sorotan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Harga Emas Pegadaian 28 Oktober 2026: Antam Rp2,589 Juta, UBS dan Galeri 24 Lebih Murah

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Rupiah Hari Ini 28 Oktober 2026 Melemah ke Rp18.156, Pasar Menanti The Fed

Berita Terbaru

Teknologi

Infinix XBOOK 14 Neo 2026: Harga Rp7 Jutaan, Bobot 1,2 Kg

Rabu, 28 Okt 2026 - 18:01 WIB