KAYONEWS.CO.ID – Harga Bitcoin hari ini, Minggu, 25 Oktober 2026, bergerak melemah di pasar aset kripto. Data Google yang terlihat pada pukul 13.37 UTC menunjukkan harga Bitcoin berada di Rp1.452.593.034 per BTC. Nilai tersebut setara sekitar Rp1,45 miliar untuk satu Bitcoin.
Bitcoin tercatat turun Rp9.812.115 atau sekitar 0,67 persen pada hari itu. Grafik pergerakan harga juga memperlihatkan tekanan jual setelah BTC bergerak di kisaran Rp1,46 miliar pada awal periode pengamatan. Namun, harga sempat memantul sebelum kembali melemah menjelang akhir grafik.
Data dari sejumlah platform menunjukkan harga Bitcoin dapat berbeda sesuai waktu pembaruan dan sumber perdagangan. Pintu mencatat harga sekitar Rp1.461.163.177 pada 25 Oktober 2026 pukul 08.15 WIB. Sementara itu, Ajaib menampilkan harga Rp1.454.748.000 pada pukul 17.26 WIB. Perbedaan ini menunjukkan pentingnya memeriksa waktu dan platform saat membandingkan harga BTC.
Pelemahan Bitcoin terjadi setelah aset kripto tersebut menghadapi tekanan pasar pada pekan sebelumnya. Laporan Kontan pada 23 Oktober menyebut Bitcoin sempat naik selama tiga hari berturut-turut dan mendekati US$85.000. Arus masuk dana institusi ke ETF Bitcoin spot Amerika Serikat turut mendukung penguatan pada periode tersebut. Meski demikian, pergerakan harga tetap rentan terhadap perubahan sentimen investor dan kondisi pasar global.
Selain arus dana institusi, pelaku pasar perlu memperhatikan kebijakan moneter Amerika Serikat, pergerakan imbal hasil obligasi, serta perkembangan ekonomi global. Faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi minat investor terhadap aset berisiko seperti Bitcoin. Namun, penurunan harga dalam satu hari tidak cukup untuk memastikan bahwa pasar telah memasuki tren bearish jangka panjang.
Investor juga perlu memperhatikan volatilitas Bitcoin sebelum mengambil keputusan. Perubahan harga dapat berlangsung cepat, baik ketika pasar menguat maupun melemah. Karena itu, keputusan membeli atau menjual sebaiknya mempertimbangkan tujuan investasi, kemampuan menanggung risiko, dan jangka waktu kepemilikan. Investor sebaiknya tidak hanya mengandalkan grafik harian atau mengikuti keputusan pasar karena rasa takut tertinggal.
Bagi investor jangka panjang, koreksi harga dapat menjadi kesempatan untuk mengevaluasi strategi dan mengukur kembali risiko portofolio. Namun, penurunan harga tidak otomatis berarti Bitcoin sedang murah atau pasti akan kembali naik. Sebelum membeli, investor perlu memahami kemungkinan kerugian, biaya transaksi, keamanan penyimpanan aset, serta legalitas platform yang digunakan.
Dengan harga sekitar Rp1,45 miliar per BTC dalam tangkapan layar, arah Bitcoin selanjutnya masih perlu dicermati melalui pergerakan harga, volume transaksi, dan sentimen pasar. Data harga dapat berubah setiap saat karena perdagangan berlangsung sepanjang waktu. Oleh sebab itu, investor perlu memeriksa harga terbaru di platform perdagangan sebelum melakukan transaksi dan tidak menganggap informasi ini sebagai jaminan keuntungan. (*)
Editor : FANDA YOSEPHTA









