JAMBI – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla semakin pekat di Kota Jambi, Rabu (7/10/2026). Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terganggu.
Pantauan kualitas udara melalui IQAir pada pukul 16.00 WIB menunjukkan angka AQI US mencapai 730. Angka tersebut berada dalam kategori berbahaya bagi kesehatan.
Kondisi kabut asap terlihat dari langit Kota Jambi yang berubah kekuningan. Tebalnya asap bahkan membuat sinar matahari terlihat samar dari permukaan tanah.
Dampak kabut asap juga dirasakan warga yang beraktivitas di luar ruangan. Sejumlah pengendara mengeluhkan mata perih, napas terasa sesak, dan jarak pandang yang menurun.
Seorang warga Jambi Selatan mengatakan kondisi asap terasa semakin pekat dalam beberapa waktu terakhir. Masker yang digunakan saat berkendara belum sepenuhnya membuatnya nyaman bernapas.
Keluhan serupa dirasakan pengemudi ojek online. Aktivitas di jalan membuat mereka lebih sering terpapar asap dan partikel dari karhutla.
Selain berdampak terhadap kesehatan, kabut asap juga mulai memengaruhi aktivitas ekonomi warga. Pengemudi ojol mengaku pendapatannya menurun setelah aktivitas belajar siswa beralih secara daring.
Kondisi tersebut menambah kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas udara di Kota Jambi. Warga berharap kabut asap segera berkurang sehingga aktivitas harian dan kondisi kesehatan tidak terus terganggu. (*)
Editor : FANDA YOSEPHTA









