Inflasi Sumbar September 2026 Tembus 3,50 Persen, Harga Cabai Merah Mulai Merangkak Naik

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PADANG — Inflasi Sumatra Barat (Sumbar) pada September 2026 tercatat 3,50 persen secara tahunan atau year on year (YoY). Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan menjadi salah satu perhatian utama pengendalian inflasi di daerah tersebut.

Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumbar mencatat harga cabai merah mulai mengalami kenaikan di sejumlah pasar. Kondisi ini dipengaruhi terbatasnya produksi cabai secara nasional serta meningkatnya pengiriman komoditas tersebut ke luar Sumbar.

Kepala Perwakilan BI Sumbar Mohammad Abdul Majid Ikram mengatakan cabai merah menjadi salah satu komoditas yang perlu mendapat perhatian. Berdasarkan pemantauan, harga rata-rata cabai merah mencapai sekitar Rp70.000 per kilogram pada 2 Oktober 2026.

Baca Juga :  Pemprov Sumbar Terus Operasikan 59 Dapur Umum, Ribuan Nasi Bungkus Dibagikan

Kenaikan harga tersebut tidak lepas dari berkurangnya pasokan dari sejumlah wilayah produksi. Kondisi itu juga dipengaruhi erupsi, kebakaran hutan dan lahan, serta serangan organisme pengganggu tanaman di beberapa sentra produksi.

Untuk menahan tekanan harga, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama BI dan Bulog memperkuat berbagai langkah stabilisasi. Operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah dilakukan untuk menjaga keterjangkauan harga sekaligus memastikan pasokan tetap tersedia.

Pasokan cabai dari berbagai daerah juga terus diperkuat. Selain produksi lokal, cabai dari Jawa Tengah dan Jawa Timur turut masuk ke pasar Sumbar. Beberapa varietas yang tersedia antara lain Imperial, TW, CMK, NVI, serta varietas lainnya.

Baca Juga :  Kartu Kredit Virtual Terbaik 2026: Aman untuk Belanja Online dan Transaksi Digital

BI Sumbar menyebut stok cabai di sejumlah sentra produksi masih cukup memadai. Aktivitas panen kelompok tani di beberapa wilayah juga masih berlangsung sehingga diharapkan dapat menahan tekanan harga dalam beberapa waktu ke depan.

Meski demikian, tekanan inflasi tetap perlu diwaspadai. Harga pangan dan energi global, cuaca ekstrem, bencana alam, gangguan distribusi, disparitas harga antardaerah, serta pergerakan rupiah dapat memengaruhi harga barang di Sumbar. BI berharap inflasi daerah tetap berada dalam sasaran nasional 2,5 persen plus-minus 1 persen. (*)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Astra International (ASII) Tebar Dividen Interim Rp3,9 Triliun, Catat Tanggal Pentingnya
Harga BBM 3 Oktober 2026: Pertamax, Pertalite, Dexlite hingga Shell, Cek Daftar Lengkapnya
Professional Liability Insurance Canada 2026: Cost, Coverage and E&O Guide
Temporary Car Insurance for 1 Month in the USA: Options, Costs and Alternatives
Tabel Angsuran KUR BRI Rp25 Juta Lengkap Berdasarkan Tenor
HUT ke-28, Bank Mandiri Bayar Dividen Interim Rp6,16 Triliun, Investor Dapat Rp66 per Saham
Business Loan Australia 2026: Interest Rates, Requirements and How to Apply
Harga Emas Hari Ini 2 Oktober 2026 Naik? Cek Harga Antam 0,5 Gram hingga 1 Kg
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 03:01 WIB

Astra International (ASII) Tebar Dividen Interim Rp3,9 Triliun, Catat Tanggal Pentingnya

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Inflasi Sumbar September 2026 Tembus 3,50 Persen, Harga Cabai Merah Mulai Merangkak Naik

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Harga BBM 3 Oktober 2026: Pertamax, Pertalite, Dexlite hingga Shell, Cek Daftar Lengkapnya

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Professional Liability Insurance Canada 2026: Cost, Coverage and E&O Guide

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 01:30 WIB

Temporary Car Insurance for 1 Month in the USA: Options, Costs and Alternatives

Berita Terbaru