JAKARTA — Rupiah hari ini menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) setelah Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 5,75 persen.
Mengutip data analisis Doo Financial Futures, rupiah pada perdagangan Rabu, 23 September 2026, menguat 0,37 persen atau 66 poin. Rupiah ditutup pada level Rp17.818 per dolar AS.
Penguatan rupiah terjadi ketika sejumlah mata uang Asia justru mengalami tekanan terhadap dolar AS. Peso Filipina tercatat menguat 0,12 persen.
Sementara itu, won Korea Selatan melemah 1 persen. Baht Thailand turun 0,29 persen, yen Jepang melemah 0,25 persen, dan dolar Singapura terkoreksi 0,21 persen.
Rupee India juga melemah 0,13 persen. Yuan China turun 0,12 persen dan ringgit Malaysia terkoreksi 0,08 persen. Dolar Taiwan turun 0,01 persen, sedangkan dolar Hong Kong stagnan.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai penguatan rupiah terjadi setelah mata uang Garuda mengalami tekanan dalam beberapa sesi sebelumnya.
Menurut Lukman, penguatan rupiah turut dipengaruhi intervensi Bank Indonesia serta aksi pelepasan posisi dolar AS setelah pasar merespons keputusan BI yang sesuai dengan ekspektasi.
Keputusan BI mempertahankan BI Rate 5,75 persen menjadi salah satu perhatian utama pasar keuangan. Suku bunga acuan BI dapat memengaruhi berbagai instrumen keuangan, termasuk kredit, deposito, obligasi, dan investasi.
Bagi masyarakat, perubahan suku bunga dapat berdampak pada biaya pinjaman. Pergerakan suku bunga juga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor ketika menentukan strategi pengelolaan dana.
Di pasar valuta asing, pergerakan rupiah juga dipengaruhi arah dolar AS, arus modal asing, kebijakan bank sentral, serta kondisi ekonomi global.
Investor selanjutnya mencermati perkembangan perundingan Amerika Serikat dan Iran. Pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Donald Trump juga menjadi perhatian pasar.
Untuk perdagangan Kamis, 24 September 2026, Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam kisaran Rp17.750-Rp17.850 per dolar AS.
Dengan demikian, posisi rupiah tetap menjadi perhatian pelaku pasar karena pergerakannya dapat memengaruhi berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari perdagangan internasional hingga pasar investasi dan pembiayaan.
FAQ Rupiah Hari Ini
Berapa kurs rupiah terhadap dolar AS hari ini?
Rupiah ditutup pada level Rp17.818 per dolar AS pada perdagangan Rabu, 23 September 2026.
Berapa BI Rate September 2026?
Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen berdasarkan keputusan yang diberitakan pada 23 September 2026.
Mengapa rupiah menguat hari ini?
Penguatan rupiah antara lain dikaitkan dengan intervensi Bank Indonesia dan aksi pelepasan posisi dolar AS setelah keputusan BI sesuai dengan ekspektasi pasar.
Apakah BI Rate memengaruhi bunga pinjaman?
BI Rate menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kondisi suku bunga di sektor keuangan. Namun, bunga kredit setiap bank ditentukan berdasarkan berbagai faktor dan kebijakan masing-masing bank.
Apakah BI Rate memengaruhi bunga deposito?
Perubahan suku bunga acuan dapat menjadi salah satu faktor yang diperhatikan bank dalam menentukan suku bunga simpanan. Namun, tingkat bunga deposito berbeda-beda di setiap bank.
Apakah rupiah akan terus menguat?
Pergerakan rupiah tidak dapat dipastikan. Nilai tukar dipengaruhi banyak faktor, termasuk dolar AS, kebijakan bank sentral, arus modal, kondisi ekonomi, dan perkembangan geopolitik.
Berapa perkiraan rupiah pada 24 September 2026?
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah bergerak pada kisaran Rp17.750-Rp17.850 per dolar AS pada perdagangan 24 September 2026. (*)
Editor : Fanda Yosephta









