Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.547 per Dolar AS, Investor Waspadai Tekanan Global dan Risiko Fiskal

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 10 September 2026 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Kamis, 10 September 2026. Rupiah ditutup melemah ke level Rp17.547 per dolar AS, seiring meningkatnya perhatian pasar terhadap perkembangan global dan kondisi fiskal dalam negeri.

Mengacu pada perdagangan hari ini, rupiah kehilangan 36 poin atau sekitar 0,21% dibandingkan posisi sebelumnya. Pelemahan tersebut membuat pelaku pasar kembali mencermati arah kebijakan moneter Amerika Serikat serta perkembangan harga komoditas energi.

Rupiah Tertekan, Dolar AS Jadi Perhatian Investor

Pergerakan rupiah tidak terlepas dari dinamika pasar global. Investor tengah menunggu sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan The Federal Reserve (The Fed).

Data Producer Price Index (PPI) AS menjadi salah satu perhatian pasar. Selanjutnya, investor juga menantikan data Consumer Price Index (CPI) yang dijadwalkan menjadi indikator penting untuk melihat perkembangan inflasi Negeri Paman Sam.

Data inflasi tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap keputusan suku bunga The Fed.

Semakin tinggi tekanan inflasi, semakin besar perhatian investor terhadap kemungkinan kebijakan moneter AS tetap ketat.

Baca Juga :  Pinjol Tanpa BI Checking Langsung Approve 2026: Syarat, Cara Daftar, dan Risiko yang Wajib Diketahui

Konflik Iran Ikut Membayangi Pasar

Selain data ekonomi AS, ketegangan geopolitik juga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pasar valuta asing.

Pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai kemungkinan berakhirnya perang dengan Iran setelah pemilu sela November menjadi salah satu sentimen yang diperhitungkan investor.

Namun, laporan yang mengutip peringatan sejumlah penasihat Trump menyebut konflik tersebut masih berpotensi berlangsung lebih lama.

Ketidakpastian geopolitik dapat meningkatkan volatilitas pasar karena investor cenderung mencari aset yang dianggap lebih aman ketika risiko global meningkat.

Harga Minyak Jadi Risiko Baru untuk Rupiah

Dari dalam negeri, perhatian pasar juga tertuju pada kenaikan harga minyak dunia.

Kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap anggaran negara apabila peningkatan biaya energi ikut meningkatkan kebutuhan subsidi.

Jika penerimaan negara tidak mampu mengimbangi kenaikan belanja, pasar dapat kembali mencermati risiko pelebaran defisit fiskal.

Situasi inilah yang menjadi salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi persepsi investor terhadap aset Indonesia, termasuk rupiah.

Baca Juga :  Purbaya Sebut 10 Perusahaan Sawit Diduga Main Harga Ekspor, Ini Modusnya

Bagaimana Pergerakan Rupiah Besok?

Untuk perdagangan berikutnya, rupiah masih berpotensi bergerak volatil.

Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah berpeluang berada dalam kisaran Rp17.540 hingga Rp17.590 per dolar AS.

Artinya, investor masih perlu mencermati kombinasi antara sentimen dolar AS, data inflasi Amerika, perkembangan geopolitik, harga minyak dunia, serta kondisi fiskal Indonesia.

Daftar Kurs Mata Uang Asia Hari Ini

Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis juga berlangsung beragam.

  • Yen Jepang menguat sekitar 0,01%.
  • Dolar Hong Kong menguat 0,02%.
  • Dolar Singapura melemah 0,02%.
  • Dolar Taiwan turun 0,27%.
  • Won Korea melemah 0,17%.
  • Yuan China relatif stagnan.
  • Ringgit Malaysia menguat 0,15%.
  • Baht Thailand menguat 0,08%.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap mata uang regional tidak terjadi secara seragam.

Dengan rupiah berada di level Rp17.547 per dolar AS, perhatian pasar kini tertuju pada data inflasi AS dan perkembangan harga minyak. Dua faktor tersebut dapat menjadi penentu penting arah rupiah dalam perdagangan berikutnya. (*)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Dolar AS Tembus Rp18.150, Ini Dampaknya bagi Harga Emas, BBM, dan Daya Beli Masyarakat
Harga BBM Hari Ini 29 Oktober 2026 di Jambi, Sumbar, Riau dan Sumut, Pertamax Tembus Rp16.650
Harga Emas Antam Hari Ini 29 Oktober 2026 Turun Rp11.000, Buyback Ikut Melemah
IHSG Dibuka Menguat ke 5.286, Saham GOTO dan BUMI Naik, The Fed Jadi Sorotan
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 29 Oktober 2026: Antam Rp2,6 Juta, Cek Tabel UBS dan Galeri 24
The Fed Tahan Suku Bunga di 4%, Rupiah Tertekan dan Investor Menanti Keputusan Berikutnya
Harga Emas Antam di Pegadaian 29 Oktober 2026: 1 Gram Rp2,6 Juta, 100 Gram Tembus Rp254 Juta
Rupiah Tembus Rp18.184 per Dolar AS, BI Intervensi Pasar dan Serap SBN
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:56 WIB

Dolar AS Tembus Rp18.150, Ini Dampaknya bagi Harga Emas, BBM, dan Daya Beli Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Harga BBM Hari Ini 29 Oktober 2026 di Jambi, Sumbar, Riau dan Sumut, Pertamax Tembus Rp16.650

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 29 Oktober 2026 Turun Rp11.000, Buyback Ikut Melemah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:33 WIB

IHSG Dibuka Menguat ke 5.286, Saham GOTO dan BUMI Naik, The Fed Jadi Sorotan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 29 Oktober 2026: Antam Rp2,6 Juta, Cek Tabel UBS dan Galeri 24

Berita Terbaru