IHSG Ditutup Melemah ke 6.678 pada 9 September 2026, Saham INDY, AADI hingga ANTM Menguat

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 9 September 2026 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Rabu, 9 September 2026, di zona merah. IHSG ditutup pada level 6.678,20, turun 0,12% atau 8,24 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka pada level 6.700,83. Sepanjang perdagangan, indeks sempat mencapai level tertinggi 6.707,30 sebelum kembali tertekan.

Pada akhir perdagangan, sebanyak 308 saham menguat, 317 saham melemah, dan 169 saham stagnan. Sementara itu, total kapitalisasi pasar tercatat sekitar Rp11.700,14 triliun.

Saham INDY Melonjak 11,03 Persen

Di tengah pelemahan IHSG, sejumlah saham justru mencatatkan penguatan signifikan.

Saham PT Indika Energy Tbk. (INDY) menjadi salah satu penguat utama setelah naik 11,03% ke level Rp3.120 per saham.

Selain INDY, saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) juga menguat 5,96% menjadi Rp12.450 per saham.

Sementara itu, PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) naik 5,14% ke Rp4.910 per saham.

Penguatan juga terjadi pada saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL), yang naik 4,69% ke Rp1.005 per saham.

Kemudian, saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) menguat 3,90% ke Rp3.200 per saham.

Baca Juga :  Bunga Deposito Tertinggi Hari Ini 11 Juni 2026, Bank Digital Berani Bayar hingga 9% per Tahun

Saham Perbankan Jadi Beban IHSG

Pelemahan IHSG pada perdagangan hari ini salah satunya dipengaruhi aksi jual terhadap sejumlah saham perbankan berkapitalisasi besar.

Saham BBCA tercatat menjadi salah satu saham perbankan yang mengalami tekanan dengan penurunan sekitar 2,3%. Selanjutnya, BBNI melemah 1,8%.

Saham bank BUMN juga berada di zona merah. BMRI terkoreksi sekitar 0,9%, sedangkan BBRI turun 0,6%.

Tekanan pada saham-saham big caps tersebut memberikan pengaruh cukup besar terhadap pergerakan indeks karena kapitalisasi pasar emiten perbankan relatif besar.

IHSG Sempat Turun Lebih Dalam pada Sesi I

Sebelum berakhir di level 6.678,20, IHSG sempat mengalami tekanan lebih dalam pada perdagangan sesi pertama.

Pada penutupan sesi I, IHSG berada di level sekitar 6.647, turun 0,58%. Indeks sebelumnya sempat bergerak positif setelah pembukaan perdagangan.

Pergerakan IHSG juga mengikuti kecenderungan mayoritas bursa saham di kawasan Asia yang berada dalam tekanan.

Harga Minyak Global Jadi Perhatian Investor

Salah satu sentimen yang menjadi perhatian pasar adalah kembali meningkatnya harga minyak mentah dunia.

Kenaikan harga minyak dapat menjadi perhatian investor karena berpotensi memengaruhi prospek inflasi, biaya produksi, serta ekspektasi terhadap kebijakan moneter global.

Baca Juga :  Infinix Note 60 Pro Resmi Masuk Indonesia 2026: Spesifikasi & Harga Diprediksi

Di sisi lain, pergerakan saham berbasis komoditas seperti energi dan pertambangan justru menunjukkan penguatan pada perdagangan hari ini.

Daftar Saham yang Menguat

Berikut sejumlah saham yang mencatat kenaikan berdasarkan data perdagangan yang diberitakan:

Saham Perubahan Harga Penutupan
INDY +11,03% Rp3.120
AADI +5,96% Rp12.450
AMMN +5,14% Rp4.910
NCKL +4,69% Rp1.005
ANTM +3,90% Rp3.200

Daftar Saham Bank yang Melemah

Sementara itu, sejumlah saham perbankan besar menjadi penekan IHSG:

  • BBCA: -2,3%
  • BBNI: -1,8%
  • BMRI: -0,9%
  • BBRI: -0,6%

Kesimpulan

Perdagangan saham pada Rabu, 9 September 2026 menunjukkan kondisi pasar yang beragam. IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.678,20, tetapi sejumlah saham sektor energi dan pertambangan mampu mencatat kenaikan cukup tinggi.

Investor akan mencermati perkembangan harga komoditas global, pergerakan saham big caps, serta sentimen pasar Asia untuk menentukan arah IHSG pada perdagangan berikutnya.

Disclaimer: Informasi ini merupakan pemberitaan dan bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham. Setiap keputusan investasi merupakan tanggung jawab investor dan perlu mempertimbangkan profil risiko masing-masing. (*)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Rupiah Menguat Tajam ke Rp17.511 per Dolar AS, IKK Naik Jadi 118,5
IHSG Hari Ini 9 September 2026 Dibuka Turun Tipis, EMTK hingga KLBF Tertekan
Harga Emas Antam di Pegadaian 9 September 2026, Cek Harga 0,5 Gram hingga 100 Gram
Harga Emas Hari Ini 9 September 2026 Naik? Cek Harga Logam Mulia 0,5 Gram hingga 1 Kg
Harga BBM Hari Ini 9 September 2026 di Jawa dan Sumatera: Pertalite, Pertamax, Turbo, Dexlite hingga Pertamina Dex
Emas Antam vs ORI vs Deposito September 2026: Mana yang Paling Aman untuk Pemula?
Daftar Bunga Deposito Bank Digital September 2026: Ada yang Tembus 9%, Cek Jago, Amar, Krom hingga Allo
Best High-Yield Savings Accounts in 2026: Top APYs, Fees and Requirements
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 17:16 WIB

Rupiah Menguat Tajam ke Rp17.511 per Dolar AS, IKK Naik Jadi 118,5

Rabu, 9 September 2026 - 16:49 WIB

IHSG Ditutup Melemah ke 6.678 pada 9 September 2026, Saham INDY, AADI hingga ANTM Menguat

Rabu, 9 September 2026 - 09:43 WIB

IHSG Hari Ini 9 September 2026 Dibuka Turun Tipis, EMTK hingga KLBF Tertekan

Rabu, 9 September 2026 - 09:28 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian 9 September 2026, Cek Harga 0,5 Gram hingga 100 Gram

Rabu, 9 September 2026 - 08:40 WIB

Harga Emas Hari Ini 9 September 2026 Naik? Cek Harga Logam Mulia 0,5 Gram hingga 1 Kg

Berita Terbaru