OTOMOTIF – Teknologi kendaraan listrik terus berkembang. Salah satu inovasi terbaru datang dari Hongqi yang mengembangkan sunroof fotovoltaik berbasis perovskit untuk kendaraan listriknya.
Teknologi tersebut diperkenalkan pada 27 Agustus 2026 dan dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan kendaraan dalam menghasilkan energi listrik dari sinar matahari.
Hongqi menyebut teknologi sunroof panel surya tersebut berpotensi menghasilkan energi yang dapat digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan listrik kendaraan. Dalam pengembangan berikutnya, teknologi serupa bahkan direncanakan diterapkan pada bagian lain bodi mobil.
Hongqi Kembangkan Sunroof Panel Surya Berbasis Perovskit
Panel surya pada kendaraan bukanlah teknologi yang sepenuhnya baru. Sejumlah produsen otomotif sebelumnya telah mencoba mengintegrasikan sel fotovoltaik pada bagian atap kendaraan.
Namun, Hongqi memilih pendekatan berbeda dengan menggunakan material perovskit sebagai elemen fotovoltaik.
Material tersebut dinilai memiliki sejumlah keunggulan karena lebih tipis, ringan, dan fleksibel dibandingkan sel surya berbasis silikon kristal konvensional.
Hongqi menyatakan material perovskit juga memiliki potensi efisiensi konversi energi yang tinggi serta dapat diproduksi dalam berbagai warna.
Meski demikian, pengembangan teknologi tersebut bukan tanpa tantangan. Tim penelitian dan pengembangan Hongqi harus mengatasi persoalan ketahanan material terhadap air, oksigen, serta paparan sinar ultraviolet.
Bentuk kaca kendaraan yang melengkung juga menjadi tantangan tersendiri dalam proses integrasi panel fotovoltaik ke dalam sunroof panoramik.
Dipasang pada Hongqi EHS7
Prototipe sunroof fotovoltaik tersebut kemudian diintegrasikan ke SUV listrik Hongqi EHS7. Di pasar China, model ini dikenal dengan nama Tiangong 08.
Menurut keterangan Hongqi, sistem fotovoltaik berbasis perovskit tersebut mampu menghasilkan daya hingga sekitar 300 watt secara real time ketika mendapatkan paparan sinar matahari yang memadai.
Dalam satu tahun, sistem tersebut diperkirakan dapat menghasilkan sekitar 400 kWh energi bersih.
Energi yang dihasilkan tidak hanya ditujukan untuk menambah daya baterai utama kendaraan. Sistem tersebut juga dapat membantu memenuhi kebutuhan sejumlah perangkat bertegangan rendah di dalam kendaraan.
Beberapa perangkat yang disebut dapat memanfaatkan energi tersebut antara lain sistem pendingin udara, lemari pendingin, serta perangkat pemantauan kendaraan.
Target Jarak Tempuh Tambahan hingga 80 Km
Pengembangan teknologi Hongqi tidak berhenti pada bagian atap. Perusahaan juga memiliki rencana untuk memperluas penggunaan material fotovoltaik ke bagian lain kendaraan.
Kap mesin menjadi salah satu bagian yang berpotensi dilengkapi elemen fotovoltaik pada tahap berikutnya.
Jika seluruh sistem tersebut berhasil diterapkan secara optimal, Hongqi memperkirakan kendaraan dapat menghasilkan energi sekitar 10 kWh per hari.
Energi tersebut diklaim berpotensi memberikan tambahan jarak tempuh listrik hingga 80 kilometer dalam sehari.
Angka tersebut tentu sangat bergantung pada kondisi lingkungan, intensitas cahaya matahari, durasi paparan sinar matahari, efisiensi sistem, serta konsumsi energi kendaraan.
Karena itu, angka 80 kilometer lebih tepat dipandang sebagai potensi maksimal berdasarkan perhitungan pengembangan teknologi, bukan jaminan jarak tempuh tambahan dalam penggunaan sehari-hari.
Hongqi juga belum mengumumkan kapan teknologi fotovoltaik tersebut akan tersedia secara massal pada kendaraan produksinya.
Spesifikasi Hongqi EHS7
Hongqi EHS7 merupakan SUV listrik berkapasitas lima penumpang dengan dimensi yang cukup besar.
Mobil tersebut memiliki panjang 4.925 mm, lebar 1.950 mm, dan tinggi 1.680 mm.
Untuk performa, EHS7 memiliki output tenaga maksimum hingga 253 kW atau sekitar 339 hp.
Sementara itu, jarak tempuh kendaraan mencapai sekitar 475 kilometer berdasarkan standar WLTP.
Dengan karakter tersebut, EHS7 ditempatkan sebagai salah satu model yang menunjukkan upaya Hongqi memperkuat portofolio kendaraan listriknya.
Hongqi Dorong Pengembangan Teknologi Mobil Listrik
Hongqi merupakan salah satu merek otomotif tertua di China dan berada di bawah kelompok otomotif FAW.
Dalam beberapa tahun terakhir, merek tersebut terus mengembangkan teknologi kendaraan listrik untuk memperkuat posisinya di tengah persaingan industri kendaraan energi baru.
Selain teknologi panel surya berbasis perovskit, Hongqi juga dikabarkan tengah mengembangkan teknologi baterai generasi berikutnya.
Salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah baterai solid-state. Prototipe yang dikembangkan disebut memiliki kepadatan energi sekitar 380 Wh/kg.
Hongqi juga disebut tengah mengembangkan sistem pengisian daya berkecepatan tinggi. Sejumlah laporan media China sebelumnya menyebut model generasi baru Hongqi berpotensi menggunakan teknologi pengisian yang memungkinkan baterai diisi dari 10 persen hingga 97 persen dalam waktu sekitar sembilan menit.
Namun, informasi mengenai penerapan teknologi tersebut pada kendaraan produksi perlu menunggu konfirmasi resmi dari perusahaan.
Masa Depan Mobil dengan Panel Surya
Penggunaan panel surya pada kendaraan listrik menawarkan peluang untuk memanfaatkan energi matahari secara langsung. Teknologi ini dapat menjadi sumber energi tambahan, terutama ketika kendaraan berada di luar ruangan dalam waktu cukup lama.
Akan tetapi, luas permukaan kendaraan yang terbatas membuat jumlah energi yang dapat dihasilkan panel surya tetap bergantung pada kondisi lingkungan dan efisiensi sel fotovoltaik.
Karena itu, panel surya pada kendaraan lebih realistis dipandang sebagai sumber energi tambahan, bukan pengganti sistem pengisian daya utama.
Jika pengembangan perovskit berhasil meningkatkan efisiensi sekaligus daya tahan material, teknologi tersebut berpotensi menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan efisiensi kendaraan listrik di masa mendatang.
Untuk saat ini, Hongqi masih berada pada tahap pengembangan dan belum mengumumkan jadwal resmi penerapan teknologi sunroof fotovoltaik tersebut pada kendaraan produksi massal.
Kesimpulan
Hongqi EHS7 menjadi salah satu kendaraan yang digunakan untuk menguji teknologi sunroof panel surya berbasis perovskit. Sistem tersebut diklaim mampu menghasilkan hingga 300 watt dalam kondisi cahaya matahari yang memadai dan sekitar 400 kWh energi bersih per tahun.
Pengembangan lebih lanjut diarahkan agar panel fotovoltaik dapat ditempatkan pada bagian lain kendaraan. Secara teoritis, sistem tersebut berpotensi menghasilkan hingga 10 kWh energi per hari atau mendukung tambahan jarak tempuh listrik maksimal sekitar 80 kilometer.
Namun, teknologi ini masih dalam tahap pengembangan sehingga kemampuan sebenarnya dalam penggunaan sehari-hari tetap bergantung pada kondisi cuaca, intensitas matahari, efisiensi panel, dan konsumsi energi kendaraan.









