Volume Transaksi Membludak, Saham CDIA Diproyeksi Lanjutkan Tren Bullish

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 2 Desember 2025 - 15:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), emiten yang berada di bawah kendali konglomerat Prajogo Pangestu, kembali mencuri perhatian pasar. Pada perdagangan Selasa pagi (2/12/2025) hingga pukul 10.40 WIB, harga sahamnya menanjak 5,21% ke level Rp 2.020 per saham, menandai tren penguatan tajam dalam beberapa hari terakhir.

Analis BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memprediksi momentum kenaikan CDIA masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek. Ia menyebut target harga terdekat berada di kisaran Rp 1.970–Rp 2.040 per saham, dengan strategi Buy on Weakness pada level Rp 1.850–Rp 1.900. Adapun level stop-loss direkomendasikan di bawah Rp 1.850.

Baca Juga :  Dua Hari Berturut-turut Trading Halt, Purbaya: IHSG Akan Pulih 2–3 Hari

Sentimen positif juga datang dari Phintaco Sekuritas. Dalam laporannya, broker tersebut menilai ruang penguatan CDIA lebih lebar dan tidak menutup kemungkinan harga saham dapat menembus Rp 2.200 dalam waktu dekat.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (IDX), aktivitas perdagangan saham CDIA hari ini terbilang sangat tinggi dengan total transaksi mencapai 305,6 juta saham. Frekuensinya menembus 43,9 ribu kali, sementara nilai transaksi tercatat sebesar Rp 615,7 miliar—indikasi kuat bahwa minat pasar terhadap emiten ini sedang meningkat.

Dari sisi fundamental, CDIA juga menunjukkan performa keuangan yang solid. Perusahaan berhasil membukukan pendapatan US$ 104,8 juta selama 9 bulan 2025, melonjak 42% secara year-on-year dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Harga Turun, Saham CDIA Justru Diborong Investor Domestik

Lonjakan terbesar terjadi pada segmen logistik, yang tumbuh luar biasa hingga 1.234% yoy dari US$ 1,8 juta menjadi US$ 24,7 juta. Dengan peningkatan signifikan tersebut, kontribusi segmen logistik yang dikenal memiliki margin tinggi naik dari hanya 2,5% pada 9M24 menjadi 23,5% pada 9M25. Kinerja impresif ini dinilai menjadi salah satu motor utama yang mendorong optimisme investor terhadap prospek saham CDIA.(***)

Berita Terkait

Harga BBM Non Subsidi Naik 2026? Ini Penyebab, Dampak, dan Prediksi Terbaru Hari Ini
IHSG Hari Ini Menguat ke 7.634, Sektor Properti Jadi Motor Utama di Tengah Transaksi Rp15,59 Triliun
Tips Aman Belanja di Shopee Mall, Dijamin Original dan Anti Penipuan
Rupiah 17 April 2026 Tembus Rekor Terendah Rp17.185 per Dolar AS — Apa Dampaknya bagi Investor 2026?
Cara Transfer DANA Aman Tanpa Risiko, Ini Tips Anti Penipuan
Top Malaysia Car Insurance 2026: Types, Top Companies & Smart Buying Guide
Tren Fashion Wanita Shopee 2026, Gaya Korea dan Chic Paling Dicari
Asuransi Mobil TLO Syariah: Premi Murah, Perlindungan Halal dan Aman
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 20:59 WIB

Harga BBM Non Subsidi Naik 2026? Ini Penyebab, Dampak, dan Prediksi Terbaru Hari Ini

Jumat, 17 April 2026 - 18:02 WIB

Tips Aman Belanja di Shopee Mall, Dijamin Original dan Anti Penipuan

Jumat, 17 April 2026 - 16:28 WIB

Rupiah 17 April 2026 Tembus Rekor Terendah Rp17.185 per Dolar AS — Apa Dampaknya bagi Investor 2026?

Jumat, 17 April 2026 - 16:00 WIB

Cara Transfer DANA Aman Tanpa Risiko, Ini Tips Anti Penipuan

Jumat, 17 April 2026 - 15:11 WIB

Top Malaysia Car Insurance 2026: Types, Top Companies & Smart Buying Guide

Berita Terbaru