Mengapa Padang Tetap Diguyur Hujan Lebat saat Kemarau? Ini Penjelasan BMKG

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PADANG – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, pada Senin (3/8/2026), menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dari masyarakat karena terjadi saat sebagian besar wilayah Indonesia sedang memasuki musim kemarau.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa fenomena tersebut merupakan karakteristik cuaca yang memang lazim terjadi di wilayah pesisir Sumatera Barat.

Menurut BMKG, hujan lebat masih dapat terjadi sepanjang tahun di daerah tersebut, meskipun sedang berada di luar puncak musim hujan.

Sumatera Barat Tidak Mengalami Kemarau Kering Sepenuhnya

Koordinator Data dan Informasi BMKG Minangkabau, Yudha Nugraha, menjelaskan bahwa Sumatera Barat memiliki pola iklim yang berbeda dibandingkan banyak wilayah lain di Indonesia.

Wilayah ini tetap memiliki peluang hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada setiap bulan, termasuk saat periode kemarau.

Puncak musim hujan di Sumatera Barat umumnya berlangsung pada Maret, April, November, dan Desember. Namun, di luar periode tersebut potensi hujan deras masih tetap ada.

Padang Termasuk Wilayah Non-Zona Musim

BMKG menjelaskan, kawasan pesisir Sumatera Barat seperti Kota Padang, Pariaman, dan Pesisir Selatan berada dalam kategori Non-Zona Musim (Non-ZOM).

Wilayah Non-ZOM merupakan daerah yang tidak memiliki perbedaan tegas antara musim hujan dan musim kemarau.

Berbeda dengan wilayah Zona Musim (ZOM), curah hujan di kawasan Non-ZOM relatif dapat terjadi sepanjang tahun sehingga hujan deras tetap mungkin turun meski kalender menunjukkan musim kemarau.

Baca Juga :  Keinginan Pisah dari Jambi dan Gabung Kembali ke Sumbar Kian Menguat? Edmanuddin dan Rombongan Kunjungi DPRD Sumbar

Letak Geografis Berpengaruh Besar

Selain karakteristik iklim, posisi geografis Sumatera Barat juga menjadi faktor utama.

Wilayah ini berbatasan langsung dengan Samudra Hindia sehingga memperoleh pasokan uap air yang tinggi.

Kondisi tersebut memungkinkan pembentukan awan hujan lebih mudah, terutama ketika terjadi belokan angin atau konvergensi yang memperkuat pertumbuhan awan konvektif.

Akibatnya, hujan lebat tetap dapat terjadi walaupun sebagian besar wilayah Indonesia sedang mengalami musim kemarau.

Hujan Ekstrem Dipicu Awan Memanjang

BMKG menyebut hujan yang terjadi pada 3 Agustus dipicu oleh kumpulan awan hujan yang memanjang dari wilayah Sumatera Utara hingga Sumatera Barat.

Sistem awan tersebut berkembang selama beberapa jam sehingga menghasilkan hujan dengan durasi cukup panjang sejak malam hingga sore hari.

Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit sungai meningkat dan memicu banjir di sejumlah kawasan Kota Padang.

Curah Hujan Capai Sekitar 250 Milimeter

Data sementara BMKG menunjukkan curah hujan di salah satu titik pengamatan mencapai sekitar 250 milimeter.

Angka tersebut tergolong sangat tinggi dan masih dalam proses verifikasi untuk mengetahui akumulasi curah hujan secara keseluruhan.

BMKG juga masih mengumpulkan data guna memastikan apakah peristiwa tersebut termasuk salah satu hujan dengan intensitas tertinggi yang terjadi di Sumatera Barat sepanjang 2026.

Potensi Hujan Lebat Masih Berlanjut

BMKG memperkirakan kondisi atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan masih akan bertahan dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga :  Bank Emas Resmi Berjalan, Cara Baru Menabung dan Meminjam Emas

Wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat antara lain:

  • Kota Padang
  • Padang Pariaman
  • Painan
  • Pesisir Selatan
  • Sejumlah daerah lain di pesisir Sumatera Barat

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, genangan, dan longsor, terutama yang tinggal di bantaran sungai maupun daerah dataran rendah.

BMKG Imbau Warga Tetap Waspada

BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak beranggapan musim kemarau berarti terbebas dari ancaman hujan ekstrem.

Karakteristik iklim pesisir Sumatera Barat memungkinkan hujan deras terjadi kapan saja sepanjang tahun.

Karena itu, warga di daerah rawan banjir dan longsor diminta terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG serta segera mengambil langkah antisipasi apabila hujan deras berlangsung dalam waktu lama.

Dengan memahami karakteristik cuaca di wilayah tersebut, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi.

FAQ

Mengapa Padang tetap hujan saat musim kemarau?
Karena wilayah pesisir Sumatera Barat termasuk Non-Zona Musim (Non-ZOM), sehingga hujan masih berpotensi terjadi sepanjang tahun.

Apa penyebab banjir di Padang pada Agustus 2026?
BMKG menyebut banjir dipicu hujan berintensitas tinggi akibat kumpulan awan yang memanjang dari Sumatera Utara hingga Sumatera Barat.

Berapa curah hujan yang tercatat?
Data sementara BMKG menunjukkan curah hujan di salah satu titik pengamatan mencapai sekitar 250 milimeter.

Apakah hujan lebat masih berpotensi terjadi?
Ya. BMKG memperkirakan kondisi atmosfer yang mendukung hujan lebat masih dapat berlangsung selama beberapa hari setelah kejadian tersebut.

Berita Terkait

Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo, Ini Peran 4 Jenderal Polri yang Jadi Tersangka
Jadwal Pencairan PKH Tahap 4 Tahun 2026, Anak SD hingga Lansia Dapat Berapa?
Resmi! Pemerintah Putuskan Semua PPPK Paruh Waktu Diangkat Jadi Penuh Waktu, Berlaku Lintas Profesi
Pendaftaran CASN 2026 Dibuka November, Pemerintah Umumkan Rekrutmen CPNS Terbaru
Nasib PPPK Paruh Waktu 2027 Segera Diputuskan, DPR dan Pemerintah Finalisasi Status Non-ASN
Daftar Lengkap Pemenang AMI Awards 2026: Tulus dan Idgitaf Raih Penghargaan Utama
Pasukan 1000 Janda Angkat Sejarah Perempuan Aceh, Siap Tayang di Bioskop
PPPK Paruh Waktu Bersiap! AMP Temui Dasco, Alih Status Mulai Januari 2027 Menanti Perpres
Berita ini 79 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 04:00 WIB

Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo, Ini Peran 4 Jenderal Polri yang Jadi Tersangka

Sabtu, 7 November 2026 - 00:05 WIB

Jadwal Pencairan PKH Tahap 4 Tahun 2026, Anak SD hingga Lansia Dapat Berapa?

Jumat, 6 November 2026 - 14:21 WIB

Resmi! Pemerintah Putuskan Semua PPPK Paruh Waktu Diangkat Jadi Penuh Waktu, Berlaku Lintas Profesi

Jumat, 6 November 2026 - 14:07 WIB

Pendaftaran CASN 2026 Dibuka November, Pemerintah Umumkan Rekrutmen CPNS Terbaru

Jumat, 6 November 2026 - 13:53 WIB

Nasib PPPK Paruh Waktu 2027 Segera Diputuskan, DPR dan Pemerintah Finalisasi Status Non-ASN

Berita Terbaru