OLAHRAGA – Babak 32 besar Piala Dunia 2026 menghadirkan kejutan besar. Dua tim kuat, Jerman dan Jepang, harus mengakhiri perjalanan mereka pada hari yang sama setelah mengalami kekalahan dari lawan masing-masing.
Hasil tersebut langsung menjadi perbincangan luas di media sosial. Banyak warganet membuat berbagai meme dan candaan dengan menyebut momen itu sebagai “Piala Dunia rasa 1945”, mengacu pada sejarah kedua negara yang pernah menjadi sekutu dalam Perang Dunia II.
Meski demikian, istilah tersebut lebih banyak digunakan sebagai humor di media sosial dan tidak berkaitan dengan jalannya pertandingan.
Jerman Tersingkir Lewat Adu Penalti
Jerman menjadi tim pertama yang harus angkat koper dari turnamen setelah dikalahkan Paraguay melalui drama adu penalti.
Pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal. Kedua tim bermain imbang hingga waktu normal dan babak tambahan berakhir tanpa pemenang sehingga laga ditentukan melalui adu penalti.
Paraguay akhirnya memastikan kemenangan sekaligus mencatatkan salah satu hasil mengejutkan pada Piala Dunia 2026.
Kekalahan tersebut juga menjadi catatan tersendiri bagi Der Panzer karena untuk pertama kalinya mereka kalah dalam adu penalti di ajang Piala Dunia.
Hasil ini memperpanjang performa kurang memuaskan Jerman dalam beberapa edisi terakhir. Setelah gagal lolos dari fase grup pada Piala Dunia 2018 dan 2022, kini mereka kembali gagal memenuhi target meski datang sebagai salah satu kandidat juara.
Jepang Gagal Pertahankan Keunggulan atas Brasil
Tak lama setelah Jerman tersingkir, Jepang juga harus mengakhiri kiprahnya usai kalah dari Brasil.
Tim Samurai Biru sempat unggul lebih dahulu dan tampil percaya diri. Namun Brasil mampu bangkit pada babak berikutnya dengan membalikkan keadaan hingga memastikan kemenangan.
Kekalahan tersebut menjadi pukulan bagi sepak bola Asia mengingat Jepang selama beberapa tahun terakhir dikenal sebagai salah satu negara dengan perkembangan sepak bola paling konsisten.
Keberhasilan pembinaan usia muda, kualitas kompetisi domestik, hingga banyaknya pemain Jepang yang berkarier di kompetisi Eropa membuat mereka selalu diperhitungkan dalam turnamen internasional.
Ramai Candaan “Piala Dunia Rasa 1945”
Tersingkirnya Jerman dan Jepang pada hari yang sama memicu berbagai komentar kreatif dari warganet.
Sejumlah unggahan di media sosial mengaitkan momen tersebut dengan sejarah hubungan kedua negara pada masa Perang Dunia II. Meski demikian, sebagian besar unggahan tersebut berupa humor, meme, maupun candaan yang berkembang di kalangan penggemar sepak bola.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pertandingan sepak bola kerap memunculkan berbagai narasi budaya dan sejarah di luar aspek olahraga itu sendiri.
Piala Dunia 2026 Sarat Kejutan
Piala Dunia 2026 yang menggunakan format baru dengan melibatkan 48 negara menghadirkan persaingan yang semakin kompetitif.
Banyak tim nonunggulan mampu memberikan perlawanan sengit bahkan menyingkirkan negara-negara yang sebelumnya difavoritkan.
Keberhasilan Paraguay mengalahkan Jerman menjadi salah satu bukti bahwa kualitas peserta semakin merata. Sementara Brasil kembali menunjukkan pengalaman dan mental juara saat mampu membalikkan keadaan menghadapi Jepang.
Bagi Jerman, hasil ini diperkirakan akan menjadi bahan evaluasi besar setelah turnamen usai. Sementara Jepang masih memiliki prospek cerah karena sebagian besar pemain intinya masih berada dalam usia produktif sehingga berpeluang tampil lebih kuat pada turnamen mendatang.
Piala Dunia 2026 kembali membuktikan bahwa sejarah besar sebuah tim tidak selalu menjadi jaminan untuk melaju jauh apabila gagal memanfaatkan peluang di lapangan.
FAQ
Mengapa Jerman tersingkir?
Jerman kalah dari Paraguay melalui adu penalti setelah pertandingan berakhir imbang hingga babak tambahan.
Mengapa Jepang gagal lolos?
Jepang sempat unggul, tetapi Brasil berhasil membalikkan keadaan dan memenangkan pertandingan.
Apa maksud istilah “Piala Dunia rasa 1945”?
Istilah tersebut merupakan candaan yang ramai di media sosial karena Jerman dan Jepang sama-sama tersingkir pada hari yang sama. Istilah itu merujuk pada sejarah kedua negara sebagai sekutu pada Perang Dunia II dan bukan istilah resmi FIFA.
Apakah format baru Piala Dunia memengaruhi persaingan?
Format 48 peserta membuat persaingan semakin ketat dan membuka peluang lebih besar bagi tim nonunggulan menciptakan kejutan.









