Jakarta-Pasar otomotif Eropa memasuki babak baru pada 2026. Lonjakan penjualan kendaraan listrik membuat produsen asal China semakin dominan dan mulai mengancam posisi merek-merek besar Eropa yang selama ini menguasai pasar. Data terbaru menunjukkan perubahan besar sedang terjadi di industri otomotif global.
Berdasarkan data Asosiasi Produsen Mobil Eropa (ACEA), registrasi kendaraan baru di kawasan Uni Eropa, Inggris, dan EFTA mencapai 1,15 juta unit pada Mei 2026. Angka tersebut meningkat 3,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara kumulatif, pasar otomotif Eropa tumbuh 4,5 persen sepanjang lima bulan pertama 2026.
Pertumbuhan itu sepenuhnya ditopang oleh kendaraan elektrifikasi. Penjualan mobil listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) melonjak 39,1 persen. Sementara itu, kendaraan plug-in hybrid (PHEV) tumbuh 13,2 persen dan mobil hybrid naik 8,2 persen. Ketiga segmen tersebut kini menguasai lebih dari dua pertiga pasar kendaraan baru di Eropa.
Insentif pemerintah dan berbagai kebijakan pajak ramah lingkungan menjadi pendorong utama meningkatnya minat konsumen terhadap kendaraan listrik. Pergeseran tren ini membuat mobil berbahan bakar bensin dan diesel semakin tertekan di pasar Eropa.
Penjualan kendaraan bermesin pembakaran internal tercatat merosot sekitar 19 persen. Akibatnya, sejumlah produsen otomotif Eropa mulai kehilangan pangsa pasar. Registrasi kendaraan dari Renault, Stellantis, dan Volkswagen dilaporkan turun antara 1 hingga 3 persen pada Mei 2026.
Di tengah melemahnya merek tradisional Eropa, produsen otomotif China justru mencatat pertumbuhan luar biasa. Leapmotor menjadi bintang baru dengan lonjakan penjualan mencapai 465,1 persen. Chery menyusul dengan pertumbuhan 244,1 persen, sedangkan BYD mencatat kenaikan impresif sebesar 136,6 persen.
Keberhasilan produsen China menunjukkan bahwa strategi ekspansi global mereka mulai membuahkan hasil. Selain menawarkan harga kompetitif, pabrikan China juga agresif menghadirkan teknologi terbaru dan fitur kendaraan listrik yang semakin diminati konsumen Eropa.
Sementara itu, Tesla juga menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Produsen kendaraan listrik asal Amerika Serikat tersebut mencatat kenaikan registrasi sebesar 107,9 persen menjadi 28.610 unit pada Mei 2026. Kenaikan itu menjadi bulan keempat berturut-turut setelah perusahaan sempat mengalami tekanan penjualan selama lebih dari satu tahun.
FAQ
Mengapa mobil listrik China laris di Eropa?
Karena menawarkan harga kompetitif, teknologi modern, serta didukung meningkatnya permintaan kendaraan ramah lingkungan.
Berapa pertumbuhan penjualan BYD di Eropa?
BYD mencatat kenaikan registrasi kendaraan sebesar 136,6 persen pada Mei 2026.
Produsen China mana yang tumbuh paling cepat?
Leapmotor menjadi yang tertinggi dengan pertumbuhan penjualan mencapai 465,1 persen.
Apakah Tesla masih tumbuh di Eropa?
Ya. Tesla mencatat kenaikan registrasi sebesar 107,9 persen menjadi 28.610 unit pada Mei 2026.
Bagaimana nasib produsen mobil Eropa?
Beberapa merek besar seperti Renault, Stellantis, dan Volkswagen mengalami penurunan registrasi kendaraan di tengah meningkatnya persaingan kendaraan listrik. (Tim)









