IHSG Bangkit Setelah Ambruk 38%, Sinyal Rebound Bursa Saham Indonesia Mulai Terlihat

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 21 Juni 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah mengalami tekanan hebat sepanjang tahun 2026. Setelah sempat terpuruk hingga 38,2%, pasar saham Indonesia kini berhasil bangkit dan mencatat kenaikan signifikan dalam sepekan terakhir.

Analis PT Indo Premier Sekuritas Axel Azriel mengungkapkan IHSG berhasil melonjak 16,4% dalam tujuh hari perdagangan terakhir. Kenaikan tersebut menjadi sinyal positif setelah pasar mengalami salah satu aksi jual terbesar sejak krisis keuangan global 2008.

Menurut Axel, tekanan terhadap pasar modal Indonesia berasal dari kombinasi berbagai faktor negatif yang terjadi secara bersamaan. Mulai dari peringatan MSCI terkait risiko penurunan status Indonesia dari emerging market menjadi frontier market hingga perubahan prospek utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional.

Sentimen negatif semakin kuat ketika harga minyak dunia melonjak tajam. Harga minyak Brent sempat menyentuh level US$118 per barel yang memicu kekhawatiran terhadap inflasi dan stabilitas ekonomi nasional.

Di tengah kondisi tersebut, investor asing tercatat melakukan aksi jual besar-besaran. Sepanjang lima bulan pertama 2026, dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia mencapai sekitar Rp64,6 triliun. Sektor perbankan menjadi sasaran utama dengan nilai pelepasan mencapai Rp52 triliun.

Baca Juga :  4 Saham Bank Big Caps yang Layak Dipantau Investor pada Semester II 2026

Meski demikian, sejumlah faktor mulai memberikan angin segar bagi pasar. Pemerintah melalui Kementerian ESDM memberikan kepastian terkait regulasi sektor pertambangan. Selain itu, harga minyak Brent turun ke kisaran US$79 per barel sehingga tekanan terhadap ekonomi global mulai mereda.

Langkah Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga juga dinilai membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan meningkatkan kepercayaan investor. Kombinasi faktor tersebut menjadi pendorong utama pemulihan IHSG dalam beberapa pekan terakhir.

Walaupun demikian, pelaku pasar masih menantikan keputusan penting dari MSCI pada akhir Juni 2026. Hasil evaluasi tersebut diyakini akan menjadi salah satu penentu arah pasar saham Indonesia dalam jangka menengah hingga panjang.

Analis menilai fundamental emiten domestik masih cukup kuat. Pertumbuhan laba perusahaan yang tercatat di bursa diperkirakan berada di kisaran 8%-10% sepanjang tahun ini. Jika sentimen global membaik dan reformasi ekonomi berjalan sesuai rencana, peluang penguatan IHSG masih terbuka lebar.

Baca Juga :  Best Credit Cards in Singapore 2026: Top Cashback, Miles & No-Fee Picks You Shouldn’t Miss

FAQ

Mengapa IHSG sempat anjlok hingga 38,2%?

Penurunan dipicu kombinasi faktor global dan domestik seperti risiko penurunan status MSCI, prospek utang negatif, lonjakan harga minyak dunia, serta aksi jual investor asing.

Berapa kenaikan IHSG terbaru?

IHSG tercatat menguat sekitar 16,4% dalam sepekan terakhir.

Apa yang mendorong pemulihan IHSG?

Kepastian regulasi pertambangan, turunnya harga minyak Brent, serta kebijakan Bank Indonesia menaikkan suku bunga.

Apakah investor asing masih keluar dari Indonesia?

Sepanjang Januari-Mei 2026 tercatat outflow sekitar Rp64,6 triliun, namun tekanan jual mulai berkurang seiring membaiknya sentimen pasar.

Bagaimana prospek IHSG hingga akhir tahun?

Analis memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan pemulihan jika status emerging market tetap dipertahankan dan kondisi ekonomi global membaik. (Tim)

Berita Terkait

Harga Biodiesel Terbaru November 2026 Resmi Turun Jadi Rp14.312 per Liter, Ini Penyebab dan Dampaknya
Harga BBM Hari Ini 4 November 2026: Pertamax Rp16.650 di Sumbar, Cek Jambi, Sumut, Bengkulu dan SPBU Swasta
Harga Emas Antam Hari Ini 4 November 2026 Naik, 1 Gram Rp2,58 Juta! Cek Harga Buyback Terbaru
Kredit Perbankan Tembus Rp9.245 Triliun, OJK Ungkap Pertumbuhan Pinjaman September 2026
Aturan Baru OJK Asuransi Kesehatan 2026, Nasabah Wajib Tahu Perubahan Premi dan Biaya Klaim
Lakshmi Mittal, Raja Baja Dunia Berharta Rp529 Triliun yang Memulai Bisnis dari Sidoarjo
Daftar Lengkap SPBU Shell yang Sudah Buka, Ada di 15 Wilayah Indonesia
Heboh Pajak Transfer Bank Mulai 9 November 2026, DJP Tegaskan Tidak Semua Transaksi Kena PPN
Berita ini 71 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 18:00 WIB

Harga Biodiesel Terbaru November 2026 Resmi Turun Jadi Rp14.312 per Liter, Ini Penyebab dan Dampaknya

Rabu, 4 November 2026 - 16:30 WIB

Harga BBM Hari Ini 4 November 2026: Pertamax Rp16.650 di Sumbar, Cek Jambi, Sumut, Bengkulu dan SPBU Swasta

Rabu, 4 November 2026 - 08:35 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 4 November 2026 Naik, 1 Gram Rp2,58 Juta! Cek Harga Buyback Terbaru

Rabu, 4 November 2026 - 03:00 WIB

Kredit Perbankan Tembus Rp9.245 Triliun, OJK Ungkap Pertumbuhan Pinjaman September 2026

Rabu, 4 November 2026 - 01:02 WIB

Aturan Baru OJK Asuransi Kesehatan 2026, Nasabah Wajib Tahu Perubahan Premi dan Biaya Klaim

Berita Terbaru