Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah mengalami tekanan hebat sepanjang tahun 2026. Setelah sempat terpuruk hingga 38,2%, pasar saham Indonesia kini berhasil bangkit dan mencatat kenaikan signifikan dalam sepekan terakhir.
Analis PT Indo Premier Sekuritas Axel Azriel mengungkapkan IHSG berhasil melonjak 16,4% dalam tujuh hari perdagangan terakhir. Kenaikan tersebut menjadi sinyal positif setelah pasar mengalami salah satu aksi jual terbesar sejak krisis keuangan global 2008.
Menurut Axel, tekanan terhadap pasar modal Indonesia berasal dari kombinasi berbagai faktor negatif yang terjadi secara bersamaan. Mulai dari peringatan MSCI terkait risiko penurunan status Indonesia dari emerging market menjadi frontier market hingga perubahan prospek utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional.
Sentimen negatif semakin kuat ketika harga minyak dunia melonjak tajam. Harga minyak Brent sempat menyentuh level US$118 per barel yang memicu kekhawatiran terhadap inflasi dan stabilitas ekonomi nasional.
Di tengah kondisi tersebut, investor asing tercatat melakukan aksi jual besar-besaran. Sepanjang lima bulan pertama 2026, dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia mencapai sekitar Rp64,6 triliun. Sektor perbankan menjadi sasaran utama dengan nilai pelepasan mencapai Rp52 triliun.
Meski demikian, sejumlah faktor mulai memberikan angin segar bagi pasar. Pemerintah melalui Kementerian ESDM memberikan kepastian terkait regulasi sektor pertambangan. Selain itu, harga minyak Brent turun ke kisaran US$79 per barel sehingga tekanan terhadap ekonomi global mulai mereda.
Langkah Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga juga dinilai membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan meningkatkan kepercayaan investor. Kombinasi faktor tersebut menjadi pendorong utama pemulihan IHSG dalam beberapa pekan terakhir.
Walaupun demikian, pelaku pasar masih menantikan keputusan penting dari MSCI pada akhir Juni 2026. Hasil evaluasi tersebut diyakini akan menjadi salah satu penentu arah pasar saham Indonesia dalam jangka menengah hingga panjang.
Analis menilai fundamental emiten domestik masih cukup kuat. Pertumbuhan laba perusahaan yang tercatat di bursa diperkirakan berada di kisaran 8%-10% sepanjang tahun ini. Jika sentimen global membaik dan reformasi ekonomi berjalan sesuai rencana, peluang penguatan IHSG masih terbuka lebar.
FAQ
Mengapa IHSG sempat anjlok hingga 38,2%?
Penurunan dipicu kombinasi faktor global dan domestik seperti risiko penurunan status MSCI, prospek utang negatif, lonjakan harga minyak dunia, serta aksi jual investor asing.
Berapa kenaikan IHSG terbaru?
IHSG tercatat menguat sekitar 16,4% dalam sepekan terakhir.
Apa yang mendorong pemulihan IHSG?
Kepastian regulasi pertambangan, turunnya harga minyak Brent, serta kebijakan Bank Indonesia menaikkan suku bunga.
Apakah investor asing masih keluar dari Indonesia?
Sepanjang Januari-Mei 2026 tercatat outflow sekitar Rp64,6 triliun, namun tekanan jual mulai berkurang seiring membaiknya sentimen pasar.
Bagaimana prospek IHSG hingga akhir tahun?
Analis memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan pemulihan jika status emerging market tetap dipertahankan dan kondisi ekonomi global membaik. (Tim)









