OLAHRAGA-Drama besar mewarnai ajang Moto3 Hungaria 2026 setelah Dorna Sports dan Federasi Sepeda Motor Internasional (FIM) resmi merevisi hasil balapan yang berlangsung di Sirkuit Hungaroring.
Keputusan tersebut berdampak besar terhadap persaingan klasemen rookie Moto3 musim 2026, terutama bagi pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama.
Dalam pengumuman terbaru, pembalap asal Spanyol Brian Uriarte dinyatakan kehilangan seluruh poin dari seri Hungaria setelah status balapannya diubah menjadi Did Not Finish (DNF). Sebelumnya, Uriarte sempat tercatat finis di posisi empat dan mengamankan poin penting dalam perebutan gelar rookie terbaik.
Sebaliknya, Veda Ega Pratama justru mendapat keuntungan besar dari revisi hasil tersebut. Pembalap binaan Astra Honda Motor yang membela Honda Team Asia memperoleh tambahan poin dan kini resmi naik ke posisi empat hasil akhir Moto3 Hungaria 2026.
Tambahan poin itu membuat Veda kembali merebut puncak klasemen rookie Moto3 2026.
Investigasi Dorna dan FIM Berlangsung Tiga Hari
Kontroversi hasil Moto3 Hungaria sebenarnya sudah menjadi sorotan sejak balapan berakhir. Sejumlah insiden, termasuk penerapan Long Lap Penalty terhadap Veda Ega Pratama, memicu perdebatan di paddock maupun media internasional.
Dorna dan FIM kemudian melakukan investigasi lanjutan selama tiga hari dengan meninjau:
- Rekaman video balapan
- Data telemetry
- Laporan marshal lintasan
- Evaluasi keputusan steward
Setelah proses evaluasi selesai, pihak penyelenggara akhirnya memutuskan untuk membatalkan poin Brian Uriarte dan memulihkan hasil milik Veda Ega Pratama.
Keputusan tersebut langsung mengubah peta persaingan rookie Moto3 musim ini.
Veda Ega Pratama Kembali Puncaki Rookie Moto3
Dengan tambahan poin dari GP Hungaria, Veda kini mengoleksi total 81 poin dan kembali memimpin klasemen rookie Moto3 2026.
Pencapaian tersebut menjadi bukti konsistensi pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, sepanjang musim debutnya di kejuaraan dunia.
Meski belum selalu naik podium di setiap seri, Veda dinilai tampil stabil dalam mengumpulkan poin penting di tengah ketatnya persaingan Moto3.
Konsistensi itu menjadi modal besar bagi pembalap Indonesia tersebut untuk bersaing memperebutkan gelar rookie terbaik musim ini.
Mentalitas Veda Jadi Sorotan
Penampilan Veda Ega Pratama musim ini mendapat banyak pujian karena dinilai memiliki mental balap yang kuat.
Di tengah tekanan kompetisi Moto3 yang terkenal agresif, Veda mampu menunjukkan:
- Konsistensi balapan
- Pengelolaan strategi
- Ketahanan mental
- Adaptasi cepat di lintasan baru
Status sebagai pemimpin klasemen rookie kini membuat tekanan berpindah ke para rivalnya yang harus bekerja lebih keras mengejar ketertinggalan poin.
Meski demikian, perjalanan Moto3 2026 masih panjang dan persaingan diprediksi semakin ketat pada seri-seri berikutnya.
Persaingan Rookie Moto3 2026 Makin Panas
Revisi hasil Moto3 Hungaria dipastikan membuat persaingan rookie semakin memanas.
Beberapa pembalap Eropa diperkirakan akan tampil lebih agresif pada seri selanjutnya demi merebut kembali posisi puncak klasemen dari Veda Ega Pratama.
Publik Indonesia pun kini menaruh harapan besar agar Veda mampu mempertahankan performa positif hingga akhir musim dan mencetak sejarah baru bagi balap motor Indonesia di level dunia.
FAQ
Mengapa hasil Moto3 Hungaria direvisi?
Dorna dan FIM melakukan investigasi ulang terkait insiden balapan dan penerapan penalti yang dinilai memengaruhi hasil akhir lomba.
Apa penyebab Brian Uriarte kehilangan poin?
Brian Uriarte dinyatakan DNF setelah hasil investigasi menemukan pelanggaran yang membuat hasil balapannya dibatalkan.
Berapa poin Veda Ega Pratama saat ini?
Setelah revisi hasil Moto3 Hungaria, Veda Ega Pratama mengoleksi total 81 poin.
Posisi Veda Ega Pratama sekarang?
Veda resmi kembali memimpin klasemen rookie Moto3 2026.
Tim apa yang dibela Veda Ega Pratama?
Veda Ega Pratama membela Honda Team Asia di Moto3 2026.








