Jakarta – Kabar baik bagi masyarakat yang ingin berkontribusi dalam pembangunan sosial dan perlindungan hak asasi manusia di Indonesia. Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) resmi membuka rekrutmen Penggerak HAM Tahun 2026 dengan total 200 formasi yang akan ditempatkan di berbagai daerah di seluruh Indonesia.
Program ini merupakan bagian dari penguatan Program Desa/Kelurahan/Kampung Sadar HAM yang menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperluas pemahaman, penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak asasi manusia hingga ke tingkat akar rumput. Melalui program tersebut, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap HAM dapat semakin meningkat dan berdampak langsung pada kualitas kehidupan warga.
Rekrutmen Penggerak HAM 2026 dibuka untuk warga negara Indonesia yang memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Para peserta yang lolos nantinya akan menjadi tenaga pendamping di desa, kelurahan, dan kampung binaan yang menjadi fokus program Kementerian HAM sepanjang tahun 2026.
Penggerak HAM bukan merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun perangkat desa. Mereka direkrut melalui mekanisme seleksi terbuka dan diberikan tugas untuk membantu pelaksanaan berbagai program pengarusutamaan HAM di tengah masyarakat. Peran ini dinilai penting karena menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam mengidentifikasi berbagai persoalan yang berkaitan dengan hak-hak dasar warga negara.
Dalam pelaksanaannya, Penggerak HAM memiliki sejumlah tugas strategis. Mulai dari memberikan edukasi dan penguatan kapasitas HAM kepada masyarakat, memetakan kebutuhan hak dasar warga, hingga mengidentifikasi potensi pelanggaran HAM yang mungkin terjadi di lingkungan sekitar. Selain itu, mereka juga berperan dalam mitigasi konflik sosial yang berpotensi mengganggu stabilitas masyarakat.
Tak hanya itu, Penggerak HAM juga akan mendampingi masyarakat dalam pelaksanaan program pemerintah yang berbasis hak asasi manusia. Mereka bertanggung jawab melakukan monitoring dan evaluasi terhadap berbagai rekomendasi pemenuhan HAM serta menyusun laporan berkala kepada kantor wilayah Kementerian HAM sebagai bahan evaluasi nasional.
Bagi calon pelamar, tahapan seleksi telah disusun secara berjenjang. Pengumuman seleksi berlangsung pada 10 hingga 19 Juni 2026. Setelah itu, pendaftaran resmi dibuka mulai 20 sampai 24 Juni 2026. Tahap seleksi administrasi akan berlangsung pada 25 hingga 30 Juni 2026, sementara hasilnya diumumkan pada 1 Juli 2026.
Peserta yang lolos administrasi akan mengikuti seleksi kompetensi bidang HAM berupa tes esai pada 7 hingga 10 Juli 2026. Selanjutnya, peserta terbaik akan mengikuti tahap wawancara yang dijadwalkan pada 21 sampai 24 Juli 2026. Pengumuman kelulusan akhir akan disampaikan pada 27 Juli 2026, sebelum peserta menjalani pelatihan dan pengukuhan pada akhir Juli.
Program Penggerak HAM 2026 dipandang sebagai peluang menarik bagi masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap isu sosial, hukum, dan pembangunan masyarakat. Selain memperoleh pengalaman lapangan yang berharga, peserta juga berkesempatan berkontribusi langsung dalam memperkuat budaya penghormatan terhadap hak asasi manusia di Indonesia.
Jadwal Lengkap Seleksi Penggerak HAM 2026
- Pengumuman Seleksi: 10–19 Juni 2026
- Pendaftaran: 20–24 Juni 2026
- Seleksi Administrasi: 25–30 Juni 2026
- Pengumuman Administrasi: 1 Juli 2026
- Masa Sanggah: 2–3 Juli 2026
- Pengumuman Pasca Sanggah: 6 Juli 2026
- Tes Kompetensi HAM (Esai): 7–10 Juli 2026
- Pengumuman Hasil Tes: 17 Juli 2026
- Wawancara: 21–24 Juli 2026
- Pengumuman Kelulusan: 27 Juli 2026
- Pelatihan dan Pengukuhan: 28–31 Juli 2026
- Pelaksanaan Program: 1 Agustus–31 Desember 2026
FAQ
Apa itu Penggerak HAM 2026?
Penggerak HAM adalah tenaga non-ASN yang direkrut Kementerian HAM untuk membantu pelaksanaan program penguatan dan pemenuhan hak asasi manusia di tingkat desa, kelurahan, dan kampung.
Berapa jumlah formasi yang tersedia?
Kementerian HAM membuka sebanyak 200 formasi untuk seluruh Indonesia.
Kapan pendaftaran dibuka?
Pendaftaran berlangsung mulai 20 hingga 24 Juni 2026.
Apa saja tugas Penggerak HAM?
Tugasnya meliputi edukasi HAM, pemetaan kebutuhan hak dasar masyarakat, pelaporan dugaan pelanggaran HAM, mitigasi konflik sosial, pendampingan program pemerintah, serta monitoring dan evaluasi program HAM.
Kapan pengumuman hasil akhir seleksi?
Pengumuman kelulusan akhir dijadwalkan pada 27 Juli 2026.
Siapa yang bisa mengikuti seleksi?
Warga negara Indonesia yang memenuhi persyaratan dan ketentuan yang ditetapkan oleh Kementerian HAM. (Tim)









